Rabu, 23 Oktober 2019

  • Akhir sesi end of day kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,16% ke level 270,2844. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) juga ditutup menguat yakni +0,17% ke level 265,2874, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,11% ke level 293,6179. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bullish dengan rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30 tahun) turun sebesar –0,10bps. Perubahan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) –4,56bps; menengah (5-7tahun) –1,98bps; dan panjang (>7tahun) +0,92bps. Perdagangan kemarin, INDOBeXG-Effective Yield ditutup di level 7,0212 (-0,0311poin). Seluruh seri SUN benchmark kompak naik dan mencatatkan rata-rata sebesar +7,82bps. Perubahan harga SUN acuan berada di rentang +4,34bps (FR0079) hingga +12,75bps (FR0068). Harga SUN seri FR dan ORI secara keseluruhan didominasi penguatan. Rata-rata harga SUN FR dan ORI naik sebesar +12,00bps. Dengan demikian INDOBeXG-Clean Price menguat +0,15% ke level 114,7483. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat pada kedua sisinya. Total frekuensi naik +24,69% menjadi 1.015 transaksi dan total volume meningkat +105,27% menjadi Rp25,10tn. Peningkatan transaksi SUN diperkirakan turut terimbas dari pelaksanaan lelang SBN kemarin yang mencatatkan penawaran masuk tertinggi selama 10 bulan terakhir. Seri FR0082 (seri yang turut dilelang) menjadi SBN teraktif dengan 175 transaksi sekaligus mencatatkan volume terbesar senilai Rp7,55tn. Dari korporasi, seri WSKT03BCN2 menjadi yang teraktif dengan 8 transaksi dan BEXI02BCN4 mencatat total volume terbesar senilai Rp190miliar. Pada perdagangan Selasa kemarin, pasar obligasi Indonesia berhasil melanjutkan penguatan. Kondisi tersebut terlihat dari penguatan harga mayoritas seri-seri fixed rate dan ORI sehingga turut mendorong penurunan imbal hasil obligasi negara mayoritas tenor serta kenaikan seluruh indeks return obligasi domestik. Katalis positif pada perdagangan kemarin diperkirakan berasal dari faktor global dan domestik. Dari global, keyakinan pasar terhadap semakin dekatnya penyelesaian perang dagang AS-China meningkat setelah pernyataan Presiden Trump yang akan menandatangani draft kesepakatan fase pertama pada KTT bulan depan. Sementara itu dari domestik, optimisme pelaku pasar terhadap susunan Kabinet Indonesia Maju khususnya dibidang perekonomian dan tren apresiasi Rupiah yang berlanjut ke level Rp14.041/US$ diperkirakan turut menjadi tenaga tambahan penguatan pasar. Dari sisi persepsi risiko, CDS Indonesia tenor 5-tahun berlanjut turun sebesar –2,53bps ke level 79,34. Pasar obligasi dalam negeri berpotensi bergerak rally pada perdagangan Rabu ini. Sentimen diperkirakan masih berasal dari euforia positif pasar terhadap penyelesaian konflik dagang AS-China dan susunan kabinet pemerintahan Jokowi jilid 2. Namun demikian, penguatan pasar dibayang-bayangi oleh isu sentimen Brexit yang kembali menimbulkan ketidakpastian.

EKONOMI GLOBAL

  • Anggota parlemen Inggris pada hari Selasa (22/10) menolak jadwal yang diusulkan pemerintah untuk mengeluarkan undang-undang untuk mengesahkan kesepakatan Brexit. Padahal, tenggat waktu yang diberikan Uni Eropa (UE) tinggal tersisa sepuluh hari dan situasi ini bisa membuat situasi politik di Inggris kembali ke dalam pusaran krisis dan membuat Brexit semakin suram. Selanjutnya fokus pasar akan tertuju pada rilis data Consumer Confidence Zona Euro pada jam 21:00 WIB, dan Amerika Serikat (AS) yang akan merilis data Crude Oil Inventories pada jam 21:30WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1493 – 1498 karena pasar yang kembali diterpa kekhawatiran situasi politik di Inggris kembali ke dalam pusaran krisis setelah usul voting ulang RUU Brexit ditolak parlemen. Level support harga emas berada pada kisaran 1483 – 1478.

MINYAK

Harga minyak berpotensi berpotensi bergerak menguji level resisten di 54.80 – 55.30 karena optimisme negosiasi dagang AS – Tiongkok setelah pejabat Tiongkok yang mengatakan mereka berharap kesepakatan dengan AS akan tercapai. Namun rilis data cadangan minyak AS yang jika dirilis lebih tinggi dari perkiraan berpotensi menekan harga minyak ke level support 53.70 – 53. 20.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support di 1.1095 – 1.1065 karena merespon kekhawatiran Brexit Inggris. level resisten EURUSD berada pada level 1.1150 – 1.1180.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 1.2880 – 1.2830 karena Anggota parlemen Inggris pada hari Selasa menolak jadwal yang diusulkan pemerintah untuk mengeluarkan undang-undang untuk mengesahkan kesepakatan Brexit. Level resisten berada pada level 1.2960 – 1.3000.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak naik turun menguji level support di 108.00 – 107.80 seiring potensi meningkatknya minat pelaku pasar pada aset aman di tengah kekhawatiran Brexit, namun meningkatnya optimisme negosiasi dagang AS – Tiongkok berpeluang menopang USDJPY menguji resisten di 108.70 – 108.90.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 0.6870 – 0.6890 karena ditopang optimisme dagang AS-Tiongkok. Level support AUDUSD berada pada level 0.6830 – 0.6800.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 23/10/2019 pukul 09.42 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.