Rabu, 22 April 2020

  • End Of Day Selasa, ICBI Menguat +0,24%. Indeks return obligasi Indonesia berlanjut menguat meski tidak setinggi perdagangan Senin. Mayoritas harga obligasi negara seri fixed rate berlanjut rally meskipun harga ketiga seri SUN acuan tampak terkoreksi. Penurunan yield juga berlanjut mewarnai obligasi negara dan korporasi berpola bullish pada seluruh kelompok tenor. Salah satu alasan positifnya pasar obligasi ditengah berbagai tekanan adalah karena asing kembali masuk ke pasar SBN. Menurut data DJPPR, dalam 3 hari ini (16, 17, dan 21 April) asing selalu mencatat net buy. Namun minusnya harga minyak mentah WTI yang diduga akibat rendahnya permintaan karena melambatnya roda perekonomian di global akibat lockdwon menjadi penyebab laju penguatan harga obligasi pada hari ini sedikit tertahan. Bahkan akibat harga minyak mentah dunia negatif, Rupiah di pasar spot langsung melemah 55,0poin ke level Rp15.468/US$. Pasar obligasi berpotensi menguat pada perdagangan Rabu. Ditengah kekhawatiran pasar akan ancaman resesi akibat aksi lockdown di banyak negara, kabar Italia akan segera membuka status lockdown-nya pada 4 Mei mendatang menjadi sentimen positif di pasar. Namun pasar juga masih akan terus dibayangi pergerakan harga minyak dunia serta perkembangan kasus Covid-19 baik di dalam maupun luar negeri.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Gejolak pasar keuangan di sektor komoditas seperti emas dan minyak yang terjadi akhir-akhir ini berpeluang masih berlanjut di tengah masih belum adanya terobosan terbaru untuk mengatasi masalah yang dipicu oleh pandemi virus Covid-19. Untuk harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek karena potensi menguatnya dolar AS serta potensi kejatuhan indeks saham akan memaksa investor melikuid posisi emas untuk meng-cover kerugian dari sektor tersebut. Sementara itu untuk harga minyak berpeluang masih dalam tekanan turun dalam jangka pendek karena outlook melambatnya permintaan dan oversupply minyak global yang diperkuat oleh kenaikan cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute (API) semalam yang menunjukkan kenaikan cadangan minyak mentah sebesar 13.2 juta barel.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas cenderung berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $1680 – $1670 karena menguatnya dolar AS dan sentimen kejatuhan indeks saham yang membuat investor dapat melikuid posisi emas untuk mengcover kerugiannya. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di $1690 – $1700

MINYAK

Kenaikan cadangan minyak mentah AS dalam laporan API semalam yang memperburuk outlook oversupply minyak global berpotensi membebani harga minyak yang sedang dalam tekanan akhir-akhir ini untuk menguji level support di $11.90 – 10.00. Harga minyak berpeluang naik, menguji resisten di $13.50 – $14.60 jika data cadangan minyak mentah AS yang dilaporkan EIA pukul 21:30 WIB menunjukkan penurunan.

EURUSD

Sentimen menguatnya dolar AS serta kegugupan pasar menjelang pertemuan virtual para pejabat zona Euro untuk membahas pendanaan untuk pemulihan ekonomi zona Euro berpeluang menjadi beban untuk EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0820 – 1.0760. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1.0900 – 1.0970

GBPUSD

Terbebani oleh outlook no-deal Brexit setelah tidak adanya perubahan batas waktu untuk negosiasi dagang pasca Brexit oleh pemerintah Inggris berpotensi menjadi pemicu turunnya GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2250 – 1.2200. GBPUSD berpeluang untuk berbalik naik untuk menguji level resisten di 1.2350 -1.2400 jika data inflasi Inggris yang dirilis pukul 13;00 WIB hasilnya lebih tinggi dari estimasi.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 108.10 – 108.60 di tengah sentimen menguatnya dolar AS. Jika bergerak turun, level support berada di 107.30 – 106.80

AUDUSD

Perilisan data penjualan retail Australia yang optimis pagi ini berpeluang menjadi katalis positif untuk pergerakan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.6340 – 0.6400. Namun, jika dominannya sentimen menguatnya dolar AS serta jatuhnya harga komoditas seperti tembaga maka berpeluang membebani AUDUSD untuk menguji support di 0.6260 – 0.6200

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.