Rabu, 21 Oktober 2020

  • Pasar Obligasi Indonesia Lanjutkan Tren Positif. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk masih berlanjut menguat. Mayoritas harga SUN seri Fixed Rate naik dengan rata-rata sebesar +12,10bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bullish dengan rata-rata perubahan seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –1,58bps. Transaksi di pasar sekunder meningkat dimana total volume menjadi Rp27,10tn (+56,57%) dan total frekuensi naik menjadi 1.790 transaksi (+34,28%). Pola bullish masih wewarnai pasar obligasi Indonesia. Pada perdagangan Selasa, faktor penggerak diperkirakan berasal dari domestik yakni kurs spot Rupiah yang terapresiasi 50poin ke level Rp14.658/US$ dan kabar positif terbaru terkait perkembangan calon vaksin dari Bio Farma yang ditargetkan dapat diproduksi massal Januari 2021. Sementara dari global, masih belum tercapainya kesepakatan stimulus lanjutan AS ditengah semakin tingginya tensi jelang pilpres November mendatang turut membayangi gerak pasar obligasi. Pasar obligasi domestik berpotensi meneruskan kinerja positif namun dengan kecenderungan mereda pada perdagangan Rabu. Gerak pasar akan diwarnai oleh aksi profit taking sembari mencermati perkembangan terbaru negosiasi stimulus AS di Kongres serta wait and see pidato terbaru dari Gubernur Bank Sentral Eropa.
  • Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat realisasi PNBP sudah mencapai Rp 260.9 triliun atau sudah mencapai 88.7% dari target ditahun 2020 yaitu sebesar Rp 294.1 triliun. PNBP dari Sumber Daya Alam (SDA) sudah mencapai 92.1% dari target dengan posisi PNBP SDA minyak dan gas alam (Migas) sudah 100% dan non-migas 75%. Kemudian, pendapatan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) mencapai 99.4%. Selain itu, PNBP lainnya sudah mencapai 75.5% dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sudah mencapai 94.4% dari target. Menteri Keuangan (Menkeu) menyatakan kinerja positif pendapatan BLU bisa menjadi penopang PNBP sampai dengan akhir tahun, terutama penerimaan dari pendapatan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (DPKS), pendapatan jasa layanan pendidikan, dan pengelolaan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN).

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY vs IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Selasa (20/10) ditutup melemah sebesar 0.52% ke level 5,099. Tercatat 112 saham menguat, 318 saham melemah dan 157 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 9.23 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp. 168.56 Milyar.

BONDS

  • Pada hari Selasa (20/10) harga obligasi pemerintah ditutup menguat pada seluruh seri benchmark. Penguatan pada harga SBN salah satunya dipengaruhi oleh Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencatat realisasi PNBP sudah mencapai Rp 260.9 triliun atau 88.7% dari target tahun 2020. Selain itu, membaiknya kondisi pasar domestik yang ditunjang dengan turunnya persepsi risiko Indonesia yang terindikasi dari penurunan CDS Indonesia dalam 1 bulan terakhir, nilai tukar yang relatif stabil dan likuiditas di pasar keuangan yang cukup tinggi berpengaruh positif pada penguatan harga SBN dalam beberapa hari terakhir.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Selasa (20/10), Rupiah ditutup menguat terhadap Dollar AS dilevel 14,655 (prior:14,695) dengan kurs acuan JISDOR dilevel 14,729 (prior:14,741). Penguatan Rupiah disertai oleh penguatan SBN seluruh seri benchmark dipasar surat utang domestik. Data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dilaporkan telah mencapai Rp. 260.9 triliun, atau mencapai 88.7% dari target tahun 2020 seperti yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bulan September 2020. Selain itu, pernyataan Bank Indonesia terkait transaksi berjalan (currentaccount) yang diproyeksikan surplus dikuartalIII-2020 juga menjadi sentimen yang menopang penguatan Rupiah dihari Selasa karena pasokan devisa yang cukup besar dapat mendukung stabilitas nilai tukar.
  • Kembalinya harapan dicapainya kesepakatan stimulus sebelum pemilu 3 November di AS telah menekan sentimen dolar AS, melemah sejak malam kemarin dan meopang aset-aset lain terhadap dolar AS.

Peluang Pergerakan:

Emas
Harga emas berakhir menguat pada hari Selasa sebesar $2,46 di level $1906.60 karena dolar AS yang melemah di tengah kembalinya optimisme pasar terhadap bantuan covid19. Harga emas berpotensi naik menguji resisten $1919 selama harga bertahan di atas$1905 dan pelemahan dolar AS karena optimisme stimulus bantuan Korona AS berlanjut. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1900 – $1919.

Minyak
Harga minyak berakhir menguat sebesar $0.80 di level $41.51 pada hari selasa karena didukung oleh outlook pemangkasan produksi OPEC dan harapan paket stimulus ekonomi AS. Harga minyak berpotensi naik menguji resisten $41.90 jika menembus ke atas level $41.65 dan optimisme stimulus bantuan Korona AS berlanjut. Potensi rentang harga di sesi Asia: $41.00 – $41.90.

EURUSD
Dolar AS yang melemah karena pasar yang optimis terhadap stimulus AS telah menopang  kenaikan EURUSD sebesar 52 pips dan ditutup di level 1.1823. EURUSD berpotensi naik menguji resisten  1.1870 jika harga bertahan di atas level 1.1810 dan dolar AS masih melemah di tengah optimisme stimulus bantuan Korona AS berlanjut. Potensi rentang harga di sesi Asia:  1.1790 – 1.1870.

GBPUSD
GBPUSD berakhir naik hanya  sebesar 4 pips pada level 1.2948 di tengah tertekan oleh outlook dovis dari BOE dan tertopang pelemahan dolar AS yang dipicu kembalinya optimisme pasar terhadap bantuan covid19. GBPUSD berpotensi naik menguji resisten 1.2980 jika harga bertahan di atas level 1.2930 dan dolar AS masih tertekan melemah. Rangkaian data ekonomi Inggris jam 13.00 WIB juga berpeluang menjadi penggerak harga. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2910 – 1.2980.

USDJPY
Dipicu oleh optimisme pasar terhadap vaksin virus korona yang menopang aset risiko telah membuat USDJPY berakhir naik sebesar 7 pips di level 105.51. USDJPY berpotensi turun menguji support 105.20 jika sentimen pelemahan dolar AS  karena optimisme stimulus bantuan Korona AS berlanjut.
Potensi rentang harga di sesi Asia: 105.20 – 105.75.

AUDUSD
AUDUSD berakhir melemah pada hari Selasa sebesar 20 pips di level 0.7048 karena tertekan oleh pernyataan dovish dari RBA. Selama bertahan di atas 0.7040 dan pelemahan dolar AS berlanjut, AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.7095. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7015 – 0.7095.

Nikkei
Dipicu oleh pasar yang optimis terhadap vaksin covid19, indeks Nikkei berakhir menguat sebesar 15 point di level 23540 pada hari Selasa. Indeks Nikkei berpotensi naik menguuji resisten 23480 selama harga bertahan di atas level 23570 dan optimisme stimulus bantuan AS masih menopang minat belia set berisiko. Potensi rentang harga di sesi Asia: 23480 – 23710.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir naik sebesar 137 point di level 24560 karena tingginya harapan pasar terhadap paket stimulus ekonomi AS. Indeks hang Seng berpotensi naik menguji resisten 24790 jika optimisme stimulus bantuan AS masih menopang minat belia set berisiko, dan harga bertahan di atas level 24500. Potensi rentang harga di sesi Asia: 24400 – 24790.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.