Rabu, 21 April 2021

  • Penguatan Harga Berlanjut, ICBI Naik +0,17%. Seluruh indeks return obligasi konvensional ditutup menguat. Hanya indeks return sukuk negara yang melemah tipis. Rata-rata harga SUN seri fixed rate meningkat yakni sebesar +19,41bps. Mayoritas harga sukuk negara juga naik dengan rata-rata +4,29bps. Yield obligasi negara dominan bullish dengan rata-rata perubahan pada seluruh tenornya (1-30tahun) turun sebesar –1,98bps. Total volume di pasar sekunder naik +35,73% menjadi Rp21,92tn. Sedangkan total frekuensi turun –7,41% menjadi 1.988 transaksi. Berlanjutnya tren positif pada pasar obligasi Indonesia diperkirakan lebih dipicu oleh faktor dalam negeri. Kabar baik berasal dari menguatnya kurs spot Rupiah terhadap USD dibawah level Rp14.500/US$ yakni tepatnya di level Rp14.498/US$. Selain itu, pasar diprediksi juga merespon positif sentimen hasil RDG-BI yang sesuai konsensus yakni mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day RR untuk menjaga stabilitas Rupiah dan gejolak eksternal. Today’s Outlook Pada perdagangan Rabu, penguatan pasar obligasi Indonesia berpotensi mereda. Selain karena memanfaatkan momentum kenaikan harga yang telah terjadi selama 3 hari beruntun, bayang-bayang tekanan pasar diprediksi berasal dari update terbaru Gubernur BI yang menurunkan proyeksi GDP Indonesia 2021 menjadi 4,1%-5,1%yoy (sebelumnya 4,3%- 5,3%yoy). Selain itu, pasar kembali dibayangi ketidakpastian pemulihan ekonomi global seiring meningkatnya kasus Covid-19 dan disertai lockdown seperti di India.
  • RDG BI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI7DRR) sebesar 3.5% pada April 2021. Begitu pula dengan tingkat suku bunga deposit facility sebesar 2.75% dan lending facility 4.25%. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini mempertimbangkan perkembangan pemulihan ekonomi global khususnya dari AS dan China yang lebih cepat dari perkiraan semula. Pemulihan ekonomi juga ditopang oleh perkembangan vaksinasi Covid-19 yang masih sesuai rencana. Sentimen positif lain berasal dari revisi BI atas perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada 2021 menjadi 5.7% (prior 5.1%).

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (20/04) ditutup di level 6,038 melemah 0.23% dibandingkan hari sebelumnya. Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 12.67 miliar dengan nilai transaksi Rp 8.52 triliun. Ada 259 saham yang turun, 225 saham yang menguat dan 162 saham yang nilainya tidak berubah.

BONDS

  • Harga obligasi berdenominasi Rupiah relatif menguat terutama tenor 5Y dan 30Y. Yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) naik 1 bp ke level 6.41%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat mencapai Rp 19.7 triliun, meningkat dari volume transaksi di hari Senin (19/04) yang sebesar Rp 13.9 triliun, serta lebih rendah dari rata-rata transaksi harian secara year-to-date yang sebesar Rp 21.5 triliun. Pelaku pasar optimis akan pemulihan ekonomi di AS dan China sehingga memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga SBN.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Selasa (20/04), Rupiah dibuka pada level 14,480/14,530. Rupiah diperdagangkan pada range 14,485-14,530 dan ditutup menguat di 14,497.5. Harga SBN pada Selasa (20/04) bergerak bervariasi. Sentimen positif berasal dari membaiknya data ekonomi AS, China dan Jepang sehingga menciptakan optimisme akan pemulihan ekonomi dunia. Hasil RDG BI yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di 3.50% juga mempengaruhi pergerakan Rupiah. Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap Dolar AS. Dolar Singapura menguat 0.22%, Dolar Taiwan menguat 0.21%, Peso Filipina menguat 0.1%, Yuan China menguat 0.23%, Won Korea Selatan menguat 0.45%, Ringgit Malaysia menguat 0.22% dan Rupee India menguat 0.18%.
  • Pemulihan ekonomi AS dan China yang lebih cepat dari perkiraan memberikan optimisme pada pelaku pasar akan pemulihan ekonomi global yang lebih cepat. Diharapkan dengan pulihnya ekonomi ini akan memicu aliran modal masuk ke emerging market salah satunya Indonesia. Selain itu, tingkat imbal hasil (yield) obligasi AS terpantau mengalami penurunan hampir di semua tenor (5Y, 10Y dan 30Y) dengan penurunan berkisar 1-2 bps. Sentimen lain berasal dari People Bank of China yang diprediksi akan mempertahankan loan prime rate 1 tahun di angka 3.85% juga akan memberikan sentimen positif terhadap pergerakan Rupiah.

Pergerakan  Harga

EMAS

Harga emas berakhir naik $7,38 di level $1778.58 pada hari Selasa, ditopang oleh sentimen turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS serta anjloknya Wall Street. Pagi ini (21/4), harga emas masih berpeluang dibeli untuk menguji level resisten $1784 selama harga bertahan di atas level support $1773. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji level support selanjutnya $1771. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1771 – $1784.

MINYAK

Abaikan laporan terganggunya ekspor minyak Libya, harga minyak bergerak turun di hari Selasa hingga berakhir melemah $1,14 di level $62.39 karena dipicu kekhawatiran oleh melambatnya permintaan minyak mentah seiring melonjaknya kasus Covid-19 di India dan negara lainnya. Pagi ini (21/4), harga minyak berpeluang dijual menargetkan level support $61.60 selama harga tertahan di bawah level resisten $62.70. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap harga minyak menguji level resisten selanjutnya $63.00. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $61.60 – $63.00.

EURUSD

Abaikan optimisnya data PPI Jerman serta laporan bahwa Uni Eropa kemungkinan telah mengamankan 100 juta dosis tambahan vaksin Covid-19 dari BioNTech dan Pfizer, EURUSD pada hari Selasa, ditutup melemah 1 pip di level 1.2035. Pagi ini (21/4), EURUSD berpeluang dijual menargetkan level support 1.2005 selama harga tertahan di bawah level resisten 1.2045. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap EURUSD menguji level resisten selanjutnya 1.2060. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.2005 – 1.2060.

GBPUSD

GBPUSD ditutup melemah pada hari Selasa sebesar 49 pip di level 1.3935 karena terbebani oleh aksi ambil keuntungan investor di tengah kejatuhan pasar saham Wall Street. Pagi ini (21/4), GBPUSD berpeluang dijual menargetkan level support 1.3895 selama harga tertahan di bawah level resisten 1.3960. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap GBPUSD menguji level resisten selanjutnya 1.3980. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3895 – 1.3980.

USDJPY

Dipicu oleh sentimen pelemahan dollar AS, USDJPY berakhir turun 5 pip di level 108.07 pada hari Selasa, meskipun data Tertiary Industry Activity Jepang hasilnya pesimis. Pagi ini (21/4), USDJPY berpeluang dijual menargetkan level support 107.75 selama harga tertahan di bawah level resisten 108.30. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap USDJPY menguji level resisten selanjutnya 108.45. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 107.75 – 108.45.

AUDUSD

Dolar AS yang mampu rebound dari posisi rendah dan harga komoditas tembaga yang melemah telah memicu penurunan AUDUSD sebesar 33 pip di level 0.7723. Pagi ini (21/4), AUDUSD berpotensi dijual menargetkan level support 0.7680 selama harga tertahan di bawah level resisten 0.7735. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap AUDUSD menguji level resisten selanjutnya 0.7750. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7680 – 0.7750.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir turun 715 poin di level 28605 pada hari Selasa karena terbebani oleh sentimen menguatnya mata uang yen Jepang serta kekhawatiran terhadap peningkatan jumlah kasus virus Covid-19 di Jepang. Pagi ini (21/4), indeks Nikkei berpeluang dijual menargetkan level support 28270 selama harga tertahan di bawah level resisten 28935. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap indeks Nikkei menguji level resisten selanjutnya 29135. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 28720 – 29135.

HANG SENG

Indeks Hang Seng ditutup turun 167 poin di level 28691 pada hari Selasa karena dipicu sentimen hindar aset berisiko dibalik memburuknya kasus Covid-19 global serta kurang baiknya kinerja Wall Street. Pagi ini (21/4), indeks Hang Seng berpeluang dijual menargetkan level support 28375 selama harga tertahan di bawah level resisten 28845. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap indeks Hang Seng menguji level resisten selanjutnya 29030. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 28375 – 29030.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.