Rabu, 20 November 2019

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat tipis +0,02% di level 273,3567 pada perdagangan kemarin. Demikian pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) yang naik +0,03% ke level 268,3031. Sementra itu kinerja INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun tipis sebesar –0,01% ke level 296,9691. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik sebesar +2,54bps. Kenaikan yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) +1,26bps; menengah (5-7tahun) +0,44bps; dan panjang (>7tahun) +3,03bps. Pada perdagangan kemarin, INDOBeXG-Effective Yield turun sangat tipis sebesar –0,0007poin ke level 6,9081. Harga kelompok SUN benchmark bervariasi dengan rata-rata naik sebesar +6,43bps. Penurunan harga dicatatkan seri FR0078 dan FR0068 masing-masing sebesar –3,71bps dan –7,59bps. Sedangkan penguatan harga terjadi pada FR0077 dan FR0079 sebesar +17,76bps dan +19,27bps. Secara keseluruhan harga SUN seri FR dan ORI bergerak mixed dengan rata-rata turun sebesar –0,54bps. INDOBeXG-Clean Price perdagangan kemarin terpantau naik tipis sebesar +0,004% ke level 115,4058. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat. Total frekuensi naik sebesar +46,51% menjadi 1.112 transaksi. Sementara itu total volume meningkat sebesar +136,99% menjadi Rp26,86tn. Peningkatan tersebut diperkirakan sebagai imbas dari pelaksanaan lelang SUN yang mencatatkan penawaran masuk sebesar Rp42,10tn. FR0082 (seri yang turut dilelang) meraih volume terbesar hingga Rp13,10tn. Sedangkan seri FR0076 menjadi yang teraktif dengan 176 transaksi. Pada obligasi korporasi, BIIF01ACN4 menjadi seri teraktif dengan 14 transaksi dan seri BIIF02BCN2 mencatatkan total volume terbesar senilai Rp192miliar. Pasar obligasi dalam negeri bergerak sideways pada perdagangan Selasa kemarin. Ditengah masih belum ada sentimen lanjutan yang dominan, pergerakan pasar kemarin diperkirakan lebih didorong oleh faktor trading. Pasar masih dibayangi oleh simpang siur perkembangan hubungan dagang terbaru dari AS-China sehingga kondisi tersebut turut mendorong pelaku pasar untuk lebih mengamankan dananya ke aset safe haven. Sehingga pada perdagangan kemarin, nilai Rupiah terdepresiasi terhadap US Dollar sebesar 12poin ke level Rp14.091/US$ dan indikator risiko investor global terhadap pasar domestik yang tercermin dari CDS Indonesia tenor 5-tahun turut meningkat sebesar +0,46bps ke level 72,41. Pada perdagangan Rabu ini, pasar obligasi Indonesia diprediksi masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Faktor penekan diperkirakan masih berasal dari peningkatan tensi dagang paska statement terbaru Presiden Trump yang kembali mengeluarkan ancaman kenaikan tarif lebih tinggi pada China jika tak kunjung mencapai penandatanganan kesepakatan fase pertama.

EKONOMI GLOBAL

  • Di tengah kebingungan pasar atas sinyal yang tumpang tindih terkait kesepakatan dagang AS – Tiongkok, kabar kemungkinan penghapusan tarif pajak untuk produk import dari Tiongkok yang akan diberlakukan 15 Desember 2049 mendatang, menjadi angin segar bagi pelaku pasar. Tetapi ketakutan penanda-tanganan RUU Kemanusiaan Hong Kong oleh Trump berpotensi memicu ketegangan politik. Di pekan ini, pelaku pasar terombang ambing oleh sinyal-sinyal terkait kesepakatan dagang, dengan kedua negara memberikan sinyal pembahasan mencapai tahap akhir, tetapi juga mengutarakan kerasnya pembahasan yang harus di capai untuk memenuhi keinginan AS – Tiongkok mencapai titik tengah. Dengan isu terbaru semalam, bahwa AS mungkin akan menghapus tafir import untuk produk Tiongkok yang akan diberlakukan 15 Desember 2019 mendatang, mendukung pengautan dolar AS. Tetapi pelaku pasar masih menantikan kabar terbaru kesepakatan dagang, dan RUU kemanusiaan Hong Kong. RUU yang sudah disetujui majelis AS, hanye a perlu tanda-tangan dari Persiden Trump untuk merubahnya menjadi Undang-Undang yang berlaku, berpeluang memicu konflik politik antara 2 negara adidaya tersebut. Fokus pasar lainnya adalah pidato Ketua ECB Christine Lagarde sore nanti, dan rangkaian data ekonomi Zona Euro dan Jerman yang berpotensi menggerakkan EURUSD. Diikuti laporan sektor manufaktur dan jasa Inggris dan AS, disertai GDP kanada.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun menguji level support di $1456 – $1460 bila optimisme hubungan AS – Tiongkok mendukung pasar. Level resisten pada kisaran $1465 – $1470.

MINYAK

Optimisme pasar atas harapan pemangkasan produksi dari OPEC+ pada pertemuan selanjutnya berpotensi mendukung kenaikan hara minyak lebih lanjut menguji resisten $58.80 – $59.00. Level support bertahan pada kisaran $57.00 – $57.45.

EURUSD

Bila penguatan dolar AS berlanjut di tengah ekspektasi positif kesepakatan dagang AS – Tiongkok , EURUSD berpeluang turun menguji support 1.1000 – 1.1040. Fokus pasar pada rangkaian data ekonomi Zona Euro dan Jerman dari jam 14:00 WIB – 16:00 WIB, bila hasil yang dirilis lebih baik dari estimasi, EURUSD berpotensi naik menguji resisten 1.1080 – 1.1100.

GBPUSD

Kembali menguatnya optimisme kesepakatan dagang AS – Tiongkok berpeluang mendukung pengautan dolar AS, dan menekan GBPUSD turun menguji support 1.2860 – 1.2890. Leel resisten pada kisaran 1.2970 – 1.3000.

USDJPY

Meningkatnya Optimisme kesepakatan dagang AS – Tiongkok berpeluang mendorong naik USDJPY menguji resisten 108.85 – 109.20. Level support pada kisaran 108.00 – 108.25.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.6815 – 0.6840 bila optimisme kesepakatan dagang AS -Tiongkok berlanjut . Level Support pada kisaran 0.6770.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.