Rabu, 20 Januari 2021

  • Sentimen Covid-19 Tekan Kinerja Pasar Obligasi. ICBI ditutup melemah –0,12% pada end of day Selasa dipicu oleh kinerja INDOBeXG TR yang turun –0,13%. Koreksi harga berlanjut mewarnai mayoritas harga SBN seri fixed rate hingga akhir end of day dan mencatatkan penurunan rata-rata sebesar –17,38bps. Kurva yield PHEI-IGSYC bergerak bearish. Yield seluruh tenor (1-30tahun) tertekan naik pada rentang +0,47bps hingga +4,03bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat. Total volume naik +77,27% menjadi Rp24,29tn dan total frekeuensi naik +15,59% menjadi 1.705 transaksi. Risiko akibat Covid-19 terus meningkat dan menyebabkan semakin terkoreksinya harga obligasi. Saat ini dunia sedang dihadapkan pada ancaman lonjakan kedua kasus Covid-19 yang sudah terjadi di beberapa negara, dan pada akhirnya berdampak pada melambatnya proses pemulihan ekonomi secara global. Pasar juga dihadapkan pada risiko seberapa cepat virus Covid-19 akan bermutasi yang mana dikhawatirkan akan mempengaruhi efektifitas vaksin covid yang sedang dikembangkan saat ini. Today’s Outlook Pandemi Covid-19 masih akan menjadi faktor dominan penggerak pasar pada perdagangan Rabu. Ditengah tekanan Covid-19, pasar semakin berharap pelaksanaan pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS pada hari ini waktu setempat dapat berjalan dengan lancar. Dan kedepannya, wacana stimulus senilai US$1,9 triliun yang disampaikan Biden di pekan lalu dapat segera terealisasi.
  • Pada perdagangan hari Rabu (20/01), harga SBN Indonesia diprediksi bergerak sideways dengan kecenderungan mengalami penguatan. Sentimen positif datang dari Cina yang melaporkan PDB kuartal IV-2020 tumbuh 6.5% YoY (Cons : 6.1% vs Prior : 4.9%). Cina berperan penting dalam perekonomian dunia, Cina juga merupakan konsumen komoditas terbesar dunia. Saat perekonomian Cina tumbuh maka akan berdampak pada negara lain termasuk Indonesia yang ekspor utamanya adalah komoditas.
  • Pada tanggal 20-21 Januari 2021, Bank Indonesia kembali menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur BI yang diprediksi BI akan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 3.75%. Saat ini investor memilih wait and see serta masih menanti dampak dari kebijakan tersebut. Hal tersebut berdampak pula pada penurunan incoming bid lelang SBN yang diselenggarakan DJPPR pada hari Selasa (19/01). Adapun jumlah penawaran yang masuk adalah sebesar Rp. 55.29 T (Prior Rp. 97.17 T). Pemerintah menyerap sebesar Rp. 24.45 T dan hal tersebut masih dibawah target indikatif yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp. 35 T.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Selasa (19/01) ditutup melemah sebesar 1.06% ke level 6,321. Investor Asing mencatatkan net buy sebesar Rp. 262.83 miliar yang menyebabkan. 145 saham menguat, 362 terkoreksi, dan 127 lainnya stagnan. Terpantau, indeks sektoral bergerak bervariasi, dipimpin oleh pelemahan indeks tambang sebesar 3.36% persen.

BONDS

  • Pada kondisi saat ini, investasi pada seri menengah seperti FR87 dan FR88 dapat dipertimbangkan menjadi alternatif pilihan untuk investasi.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Selasa (19/01), Rupiah dibuka ditutup menguat di level 14,065 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,086 (prior : 14,080) dan harga SBN ditutup melemah terbatas pada seluruh tenor seri benchmark. Sentimen global yang mempengaruhi perdagangan adalah adanya isu tapering AS yang diprediksi lebih cepat dari perkiraan yakni awal tahun 2022. Hal tersebut dipicu oleh peningkatan kasus covid-19 di AS yang tumbuh dengan cepat dan berdampak pada kemungkinan tercapainya herd immunity yang lebih cepat dan berdampak pula pada pemulihan aktivitas ekonomi AS yang lebih cepat. Dari dalam negeri, investor saat ini masih menanti RDG BI yang akan diselenggarakan pada tanggal 20-21 Januari 2021 dimana BI diprediksi akan kembali mempertahankan suku bunga di level 3.75%.
  • Sentimen global yang mempengaruhi pergerakan perdagangan pada hari Selasa (19/01) salah satunya adalah adanya kabar dari petinggi bank sentral AS yang menyatakan ada kemungkinan tapering lebih cepat dari perkiraan, yakni pada awal 2022. Hal tersebut dipicu oleh adanya kemungkinan AS dapat mencapai herd immunity lebih cepat. Dengan kata lain, proses pemulihan dan aktivitas ekonomi juga dapat berjalan lebih cepat dan memicu kenaikan inflasi serta pertumbuhan ekonomi sehingga kemungkinan pemerintah AS akan melakukan tapering. Ketidakpastian mengenai adanya percepatan tapering ini lah yang membuat kondisi pasar global cenderung tidak kondusif sehingga investor lebih memilih wait and see serta mencermati perkembangan informasi tersebut.

Peluang Pergerakan

EMAS 
Harga emas berakhir naik $2.40 di level $1839.88 di hari Selasa karena sentimen pelemahan dolar AS seiring pasar yang menyambut baik komentar calon menteri keuangan AS Janet Yellen untuk perlunya stimulus fiskal besar. Harga emas berpeluang dibeli lebih lanjut, menargetkan resisten di $1850 di tengah outlook stimulus besar di AS dan kekhawatiran terhadap tingginya kasus Covid-19 yang memicu permintaan aset safe haven emas. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1832 – $1850.

MINYAK 
Ditopang sentimen pelemahan dolar AS dan optimisme akan meningkatnya permintaan minyak di semester kedua tahun ini telah mendorong naik harga minyak di hari Selasa hingga berakhir menguat $0.84 di level $52.99. Harga minyak berpeluang dibeli lebih lanjut, mengincar resisten di $53.60 di tengah outlook pelemahan dolar AS serta stimulus yang besar di AS yang memicu permintaan aset berisiko. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $52.80 – $53.80.

EURUSD 
EURUSD ditutup naik 53 pip di level 1.2127 pada hari Selasa karena sentimen optimisnya data sentimen ekonomi Jerman dan zona Euro yang dirilis oleh ZEW dan melemahnya dolar AS.   Pagi ini, EURUSD berpeluang untuk dibeli lebih lanjut, membidik resisten di 1.2180 karena sentimen pelemahan dolar AS dibalik outlook stimulus AS yang besar. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2100 – 1.2180.

GBPUSD 
GBPUSD berakhir menguat 50 pip di level 1.3634 pada hari Selasa karena dipicu oleh sentimen pelemahan dolar AS dibalik outlook stimulus yang besar yang dikatakan oleh calon menteri keuangan AS Janet Yellen. GBPUSD berpeluang dibeli pagi ini, mengincar resisten di 1.3690 di tengah sentimen pelemahan dolar AS karena outlook stimulus AS yang besar. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3600 – 1.3690.
USDJPY 
USDJPY ditutup naik 21 pip ke level 103.89 pada hari Selasa, di tengah meningkatnya minat pada aset berisiko karena outlook stimulus yang besar di AS. Aksi beli terhadap USDJPY berpeluang berlanjut, mengincar resisten di 104.30 karena sentimen minat aset berisko dibalik outlook stimulus AS yang besar. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 103.50 – 104.30.

AUDUSD 
AUDUSD berakhir naik 17 pip di level 0.7695 pada hari Selasa karena sentimen pelemahan dolar AS dan tingginya harga komoditas emas dan tembaga . Aksi beli terhadap AUDUSD berpotensi berlanjut, membidik resisten di 0.7750 di tengah outlook melemahnya dolar AS dan tingginya harga komoditas emas dan tembaga. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7660 – 0.7750

NIKKEI 
Ditopang sentimen pelemahan mata uang yen dan sentimen aset berisiko karena outlook stimulus besar di AS telah mendorong naik indeks Nikkei di hari Selasa hingga berakhir menguat 385 poin ke level 28700. Aksi beli terhadap indeks Nikkei berpeluang berlanjut, mengincar resisten di 28800 di tengah sentimen pelemahan mata uang yen Jepang dan permintaan aset berisiko karena outlook stimulus di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28400 – 28800.

HANGSENG 
Indeks Hang Seng berakhir naik 594 poin ke level 29524 pada hari Selasa, ditopang oleh outlook stimulus AS yang besar yang memicu permintaan aset berisiko. Indeks Hang Seng berpeluang dibeli lebih lanjut, mengincar resisten di 29750 di tengah sentimen permintaan aset berisiko karena outlook stimulus yang besar di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29300 – 29750.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.