Rabu, 19 Februari 2020

  • Lelang SBN Topang Performa Positif Pasar Obligasi. Performa pasar obligasi Indonesia akhir sesi end of day Selasa terpantau positif kecuali obligasi korporasi. Harga SUN seri FR dan ORI bergerak pada rentang –37,86bps hingga +73,95bps dan mencatatkan kenaikan rata-rata sebesar +15,22bps. Meski demikian yield obligasi negara terpantau mixed dengan rata-rata pada tenor 1-30tahun turun –0,25bps. Total volume transaksi obligasi kemarin naik +45,71% menjadi sebesar Rp20,00tn dan total frekuensi naik +40,24% menjadi 1.429 transaksi. Penguatan harga seri-seri obligasi kemarin terpicu oleh pelaksanaan lelang SBN yang berlangsung sangat semarak. Total penawaran masuk pada lelang SBN kemarin oversubscribed hingga 8,47 kali dengan yield yang diminta cenderung lebih rendah dari yield wajar PHEI. Meski demikian perlambatan ekonomi global akibat virus Corona masih terus membayangi pasar dan menyebabkan pola mixed pada kurva yield PHEI-IGSYC. Pasar obligasi domestik pada hari ini masih berpeluang sideways. Ditengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global akibat kasus Corona, pasar juga dibayangi wait and see rilis minuta FOMC dan hasil RDG-BI pada esok hari. Sebagai informasi, Singapura telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya di tahun 2020 pada kisaran 0,5%-1,5% karena penyebaran virus.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Permintaan terhadap aset safe haven berpotensi masih besar dalam jangka pendek dibalik masih berlangsungnya kekhawatiran akan perlambatan virus Korona yang dapat memicu perlambatan ekonomi global. Fokus lainnya pada hari ini tampaknya akan tertuju ke perilisan notula rapat Federal Open Market Committee pukul 02:00 WIB/Kamis. Jika bank sentral AS menyuarakan pandangan yang pesimis terhadap perekonomian domestik dan global dan mengisyaratkan pelonggaran moneter, maka dolar AS berpeluang melemah dan harga emas berpotensi naik. Data penting hari ini : Trade Balance Jepang pukul 6:50 WIB, Wage Price Index q/q Australia pukul 7:30 WIB, Current Account Zona Euro pukul 16:00 WIB, CPI Inggris pukul 16:30 WIB, CPI Kanada pukul 20:30 WIB, Building Permits, PPI dan Housing Starts pukul 20:30 WIB dan FOMC Meeting Minutes pukul 02:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik lebih lanjut dalam jangka pendek karena masih berlangsungnya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global yang disebabkan virus Korona untuk menguji level resisten di $1606 – $1612. Sementara itu jika bergerak turun, level support terlihat di $1596 – $1590, dengan fokus hari ini akan tertuju ke sejumlah data ekonomi AS pukul 20:30 WIB dan notula rapat FOMC pukul 02:00 WIB.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek jika pasar mempertimbangkan outlook penurunan permintaan karena virus Korona serta saran dari eksekutif minyak Rusia ke Presiden Putin untuk tolak pengurangan produksi lebih lanjut, menguji support di $51.90 – $51.40. Namun, harga minyak berpeluang naik, menguji resisten di $52.70 – $53.20 jika pasar mengkhawatirkan konflik di Libya, dimana produksi di negara tersebut telah turun sejak 18 Januari.

EURUSD

Outlook perlambatan ekonomi zona Euro, khususnya Jerman berpotensi memicu penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0760 – 1.0720. EURUSD berpeluang naik, menguji resisten di 1.0830 – 1.0870 jika data neraca berjalan zona Euro yang dirilis pukul 16:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang turun dalam jangka pendek di tengah outlook menguatnya dolar AS untuk menguji level support di 1.2960 – 1.2910. Namun, jika data inflasi konsumen Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi, maka GBPUSD berpeluang naik untuk menguji level resisten di 1.3040 – 1.3090.

USDJPY

Dominannya sentimen penguatan dolar AS berpeluang memicu kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 110.20 – 110.60. USDJPY berpeluang bergerak turun, menguji support di 109.60 – 109.20 jika pasar mempertimbangkan optimisnya data neraca perdagangan Jepang serta outlook hindar aset berisiko karena virus Korona.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah kekhawatiran akan potensi pelonggaran moneter oleh RBA pasca kurang optimisnya data indeks upah Australia pagi ini serta menguatnya dolar AS untuk menguji level support di 0.6660 – 0.6620. Namun, jika menguat, level resisten terlihat di 0.6720 – 0.6760

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 19/02/2020 pukul 09.57 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.