Rabu, 19 Agustus 2020

  • Perdagangan Awal Pekan, Kinerja Pasar Obligasi Domestik Positif. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat pada perdagangan Selasa. Harga SUN Fixed Rate sore ini didominasi kenaikan dengan rata-rata sebesar +14,85bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara turut naik sebesar +22,62bps. Pergerakan yield SBN turut positif dengan rata-rata penurunan yield pada seluruh tenornya (1-30tahun) sebesar –1,17bps. Total volume perdagangan di pasar sekunder naik +27,80% menjadi Rp17,98tn. Sementara total frekuensi turun –8,93% menjadi 1.295 transaksi. Penguatan yang terjadi pada pasar obligasi Indonesia diperkirakan lebih terdorong oleh respon positif investor terhadap data-data ekonomi Indonesia seperti neraca dagang dan CAD Q2-2020. Siang tadi, BPS telah merilis neraca dagang yang surplus melebihi ekspektasi konsensus. Di waktu yang bersamaan, BI juga merilis CAD Q2 Indonesia yang semakin menyempit yakni 1,2% dari PDB (Q1-2020 sebesar 1,4% dari PDB).  Pada perdagangan Rabu yang sekaligus menjadi hari perdagangan terakhir di pekan ini, pasar obligasi berpotensi masih meneruskan tren penguatan. Euforia pasar terhadap membaiknya indikator ekonomi Indonesia masih akan men-drive pasar SBN. Namun demikian, gerak pasar diprediksi juga akan dibayangi oleh antisipasi pasar terhadap tensi AS-China serta resesi ekonomi yang sudah terjadi di negara tetangga, Malaysia dan Thailand.
  • Neraca perdagangan Indonesia Juli 2020 kembali mencatat surplus yakni 3,26 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 1,25 miliar dolar AS. Perkembangan ini terutama dipengaruhi peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Juli 2020 mencatat surplus 8,75 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit 2,15 miliar dolar AS. Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan. Berdasarkan komponennya, neraca perdagangan nonmigas Juli 2020 mencatat surplus 3,52 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya sebesar 1,36 miliar dolar AS. Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan ekspor nonmigas dan penurunan impor nonmigas sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat. Peningkatan ekspor terutama terjadi pada kelompok logam mulia, perhiasan/permata, lemak dan minyak hewan/nabati, kendaraan dan bagiannya, serta besi dan baja. Sementara itu, penurunan impor nonmigas terjadi pada barang konsumsi dan bahan baku, di tengah peningkatan impor barang modal sejalan dengan perbaikan ekspor. Adapun neraca perdagangan migas masih mengalami defisit, yakni sebesar 0,25 miliar dolar AS, terutama dipengaruhi peningkatan impor minyak mentah dan hasil minyak.

EKONOMI GLOBAL

  • Ketegangan AS – Tiongkok masih nampak berlanjut setelah kabar penolakan Trump untuk melakukan pembahasan dengan pihak Tiongkok, setelah melakukan penundaan rencana pembahasan bilateral, di tengah serangkaian larangan ekonomi AS kepada perusahaan-perusahaan Tiongkok. Pagi ini, Presiden AS Donlad Trump, menyatakan akan menunda pembahasan dengan pihak Tiongkok, karena sedang tidak ingin berdiskusi dengan Tiongkok. Dan Trump membalas dengan ketidakpastian pertanyaan pers apakah AS akan mencabut kesepakatan dagang yang sudah berjalan. Sebelumnya kabar Tiongkok akan membeli 20 juta barel minyak mentah AS untuk periode Agustus dan September dan rencana pembahasan AS – Tiongkok sebagai upaya menjembatani ketegangan ke-2 negara, sempat memberikan harapan akan meredanya kondisi perang dingin yang makin memburuk diantara ke-2 negara. Tetapi Trump yang pada akhir pekan lalu telah memerintahkan pengambil alihan aplikasi Tiktok ke AS dari Tiongkok dan kembali melakukan tekanan kepada perusahaan telekomunikasi Tiongkok Huawei, telah kembali memupuskan harapan pasar. Fokus utama pasar pada isi notula rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis  jam 01:00 WIB hari Kamis nanti. Ekspektasi pasar bahwa isi notula tersebut masih menunjukkan sikap longgar dari FOMC sebagai upaya menopang pemulihan ekonomi di tengah wabah Korona, dapat kembali melemahkan sentimen pasar terhadap dolar AS. Pertemuan OPEC+ dan laporan cadangan minyak mentah AS versi EIAjam 21:30 WIB malam nanti menjadi peluang penggerak harga minyak.

Potensi Pergerakan:

EMAS
Harga emas menguat $17.60 di sesi Selasa. Harga emas berpotensi turun menguji support $1975 – $1991 setelah nampak terkoreksi ke bawah level $1999 pagi ini. Level resisten $2015 – $2038.

MINYAK
Harga minyak turun $0.26 di sesi Selasa. Harapan data cadangan minyak mentah AS masih nampak berpeluang menopang harga minyak naik menguji resisten $43.30 – $43.50. Level support pada kisaran $42.10 – $42.40.

EURUSD
EURUSD naik 59 di sesi Selasa. Bila sentimen pelemahan dolar AS berlanjut, EURUSD berpotensi naik menguji resisten 1.1965 – 1.2000. Level support pada kisaran 1.1880 0 1.1915.

GBPUSD
GBPUSD naik 135 pips di sesi Selasa. Bila optimisme pasar terhadap kabar kesepakatan Brexit berlanjut, GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.3285 – 1.3300. Level support pada kisaran 1.3150 – 1.3205.

USDJPY
USDJPY turun 59 pips di sesi Selasa. Bila pelemahan dolar AS berlanjut, USDJPY berpotensi turun menguji support 104.85 – 105.00. Level resisten pada kisaran 105.65 – 106.00.

AUDUSD
AUDUSD naik 29 pips di sesi Selasa. Bila pelemahan dolar AS berlanjut, AUDUSD berpotensi naik uji resisten 0.7265 – 0.7300. Level Support pada kisaran 0.7195 – 0.7215.

Nikkei
Indeks Nikkei turun 95 poin di sesi Selasa. Bila kekhawatiran memburuknya hubungan AS – Tiongkok berlanjut, indeks nikkei berpeluang turun menguji support 22825 – 22900. Level Resisten pada kisaran 23150 – 23300

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir turun 180 poin di sesi Selasa. Bila kekhawatiran memburuknya hubungan AS – Tiongkok berlanjut, dan ancaman badai di Hong Kong semalam, berpotensi menekan indeks Hang Seng turun menguji support 24645 – 25000. Level resisten pada kisaran 25570 – 25780.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.