Rabu, 17 Juni 2020

  • Harga Obligasi Negara Bervariatif Hingga Sore Hari Ini.Indeks return harian obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk ditutup menguat di kisaran +0,04% – 0,19%. Harga seri-seri SUN fixed rate bergerak variatif dengan rata -rata perubahan naik sebesar +12,73bps. Yield curve PHEI (PHEI-IGSYC) bergerak mixed dengan tekanan naik pada tenor menengah-panjang. Aktivitas perdagangan meningkat dengan total volume sebesar Rp8,34tn (16,15%) dan total frekuensi sebanyak 1.198 transaksi (+6,21%). Senada dengan sesi siang, ditengah berbagai tekanan seperti pandemi Covid hingga keraguan akan proses pemulihan ekonomi, menguatnya harga hari ini dipicu oleh respon positif terhadap stimulus baru yang digelontorkan oleh the Fed. Stimulus the Fed tersebut diduga mampu meredam persepsi risiko di global, tercermin dari pergerakan CDS Indonesia 5-tahun yang turun –34,42bps. Isu pandemi Covid-19 diprediksi masih akan terus membayangi performa pasar obligasi seiring dengan terus meningkatnya kasus terinfeksi Covid-19. Diantaranya, Beijing dengan status yang telah terkonfirmasi sebanyak 106 kasus dalam 5 hari ini termasuk penambahan 26 kasus baru, serta Indonesia sendiri dengan total 40.400 kasus dengan penambahaan 1.106 kasus baru per tanggal 16 Juni. Hari ini, pasar juga dibayangi ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q2-2020 yang diproyeksi terkontraksi –3,1%.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS nampak masih akan menguat di awal sesi Rabu (17/6), setelah penjelasan Fed Powell Semalam, menenangkan kekhawatiran pasar terhadap program pembelian surat hutang swasta The Fed yang diumumkan Senin lalu. Jerome Powell, Gubernur Federal Reserve saat ini, dalam pidato pertanggungjawaban-nya semalam, menjabarkan lebih detil dari rencana pembelian surat hutang perusahaan-perusahaan swasta yang akan di lakukan oleh The Fed. Termasuk syarat-syarat surat hutang yang akan di beli dan di tolak oleh The Fed, memicu kembalinya kepercayaan pasar terhadap upaya pemulihan ekonomi AS. Sebelumnya, khawatir bahwa dolar AS akan melemah di tengah upaya stimulus yang berlebihan oleh pemerintah AS dan The Fed, dolar AS melemah di awal sesi perdagangan Selasa.Pasar masih akan menantikan pidato Powell selanjutnya, yang dijadwalkan pada jam 23:00 WIB malam nanti. Sebelumnya laporan ijin pembangunan gedung AS dan cadangan minyak mentah versi EIA juga ditunggu pasar untuk menjadi peluang penggerak harga.

Potensi Pergerakan

Emas
Harga emas mungkin tertekan turun menguji support $1712 – $1719 bila minat pasar terhadap dolar AS menekan aset aman logam mulia di hari ini, melanjutkan penguatan dolar AS setelah pidato The Fed Powell semalam. Level resisten pada kisaran $1734 – $1745.

Minyak
Harga minyak berpotensi turun menguji support $36.30 – $37.00 bila pasar merespon laporan cadangan minyak mentah Versi API yang menunjukan peningkatan cadangan, akan memberikan dampak yang sama pada laporan versi EIA malam nanti. Resisten pada kisaran $38.50 – $39.40.

EURUSD
EURUSD berpotensi turun menguji support 1.1175 – 1.1225 bila penguatan dolar AS berlanjut. Level resisten pada kisaran 1.1300 – 1.1360. Fokus pasar pada laporan Final CPI Zona Euro jam 16:00 WIB.

GBPUSD
GBPUSD berpeluang turun menguji support 1.2450 – 1.2530 bila penguatan dolar AS berlanjut dan kekhawatiran ketidakjelasan kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa. Level resisten pada kisaran 1.2625 – 1.2700. Fokus pasar pada laporan CPI tahunan Inggris jam 13:00 WIB.

USDJPY
USDJPY berpotensi turun menguji support 106.50 – 107.00 bila sentimen laporan Trade Balance Jepang pagi tadi, yang lebih baik dari ekspektasi, berlanjut. Level resisten pada kisaran 107.65 – 108.00.

AUDUSD
AUDUSD nampak masih bearish, berpotensi menguji support 0.6775 – 0.6830 bila penguatan dolar AS berlanjut dan kekhawatiran outlook ekonomi domestik yang dovish. Level resisten pada kisaran 0.6955 – 0.7000.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.