Rabu, 16 September 2020

  • Perdagangan Selasa, Pasar Obligasi Menguat Terbatas. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat terbatas sore kemarin. Obligasi korporasi mencatat kenaikan terendah +0,02%.  Harga SUN seri FR bergerak pada rentang -10,05bps hingga +30,20bps dan mencatat rata-rata +6,33bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola mixed. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –0,66bps. Total frekuensi naik hingga +396,30% menjadi 4.566 transksi terpicu oleh berakhirnya masa holding period ORI017. Sementara, total volume turun –3,11% menjadi 15,47tn. Pasar diprediksi lebih digerakkan oleh faktor trading mengingat belum adanya sentimen lanjutan yang dominan. Katalis positif diduga datang dari data neraca perdagangan Indonesia bulan Agustus yang surplus US$2,33miliar. Meskipun kinerja ekspor mengalami penurunan, namun dari sisi impor mencatat adanya kenaikan. Rupiah juga berhasil sedikit menguat ke level Rp14.845/US$ dari level Rp14.880/US$. Pasar obligasi diprediksi sideways pada perdagangan Rabu terpicu wait and see hasil rapat rutin Bank Indonesia dan the Fed yang rencananya akan diumumkan pada hari Kamis waktu setempat. Oleh karenanya, faktor trading sekali lagi diperkirakan masih akan lebih men-drive arah pergerakan pasar.
  • Neraca perdagangan Indonesia Agustus 2020 kembali mencatat surplus yakni 2,33 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya mencatat surplus 3,24 miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2020 mencatat surplus 11,05 miliar dolar AS, meningkat signifikan dari capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit 2,06 miliar dolar AS. Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan. Surplus neraca perdagangan Agustus 2020 dipengaruhi oleh kembali surplusnya neraca perdagangan nonmigas dan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas. Neraca perdagangan nonmigas Agustus 2020 mencatat surplus 2,67 miliar dolar AS, sedikit menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumya sebesar 3,52 miliar dolar AS. Perkembangan ini dipengaruhi tetap terjaganya ekspor nonmigas, terutama pada komoditas besi dan baja, logam mulia serta lemak dan minyak hewan/nabati. Sementara itu, impor nonmigas khususnya pada kelompok barang konsumsi dan bahan baku, meningkat, sejalan mulai membaiknya aktivitas ekonomi pascarelaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Adapun neraca perdagangan migas masih mengalami defisit, yakni sebesar 0,34 miliar dolar AS, dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas, terutama komoditas hasil minyak.

EKONOMI GLOBAL

  • Harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah outlook sikap dovish The Fed dalam kebijakan moneter terbaru mereka yang akan dirilis tengah malam nanti yang dijadwalkan pukul 1:00 WIB serta adanya laporan yang mengatakan sekelompok anggota partai Demokrat dan Republik di Kongres AS yang meluncurkan undang-undang bantuan virus korona sebesar $1.5 triliun. Fokus lainnya pada hari ini akan tertuju ke data Retail Sales AS pukul 19:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS 

Harga emas berakhir turun $2.49 ke level $1954.22 di akhir perdagangan hari Selasa, seiring reboundnya dolar AS karena optimisnya data Empire State Manufacturing Index. Harga emas berpeluang untuk bergerak naik, menguji resisten di $1960 jika pasar kembali mengantisipasi outlook sikap dovish The Fed dalam keputusan moneternya tengah malam nanti serta Kongres AS yang luncurkan RUU bantuan stimulus korona senilai $1.5 triliun. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1948 – $1960.

MINYAK 

Abaikan laporan IEA yang berikan outlook turunnya permintaan minyak, harga minyak bergerak naik di hari Selasa hingga berakhir menguat $1.13 di level $38.39 karena ditopang oleh terganggunya suplai karena badai di AS. Kenaikan harga minyak berpeluang berlanjut, mengincar resisten di $38.90 di tengah sentimen positif turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan API. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $38.00 – $38.90.

EURUSD

EURUSD berakhir turun 17 pips ke level 1.1847 pada hari Selasa seiring reboundnya dolar AS karena optimisnya data Empire State Manufacturing Index. EURUSD berpeluang untuk kembali bergerak naik, menguji resisten di 1.1890 jika dolar AS berbalik melemah karena pasar mengantisipasi  outlook sikap dovish The Fed . Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1800 – 1.1890.

GBPUSD 

Ditopang oleh sentimen optimisnya data tenaga kerja dan indeks upah Inggris telah membuat GBPUSD menguat di hari Selasa, berakhir naik 43 pips di level 1.2889. GBPUSD berpotensi untuk berbalik turun, menguji support di 1.2830 jika pasar kembali mencemaskan outlook no-deal Brexit. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2830 – 1.2920.

USDJPY 

USDJPY berakhir turun 27 pips di level  105.45 di hari Selasa, seiring dipicu oleh antisipasi pasar terhadap kebijakan terbaru dari calon PM Jepang Yoshihide Suga yang merupakan suksesor Shinzo Abe. USDJPY berpeluang untuk turun semakin dalam, mengincar support di 105.00 karena sentimen optimisnya data Trade Balance Jepang. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 105.00 – 105.70

AUDUSD 

AUDUSD ditutup naik 12 pips di level 0.7302 pada hari Selasa di tengah  optimisnya data ekonomi Tiongkok yang merupakan rekan dagang utama Australia. AUDUSD berpotensi untuk berbalik turun, menguji support di 0.7250 jika data MI Leading Index Australia yang dirilis pukul 7:30 WIB hasilnya pesimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7250 – 0.7340.

NIKKEI 

Indeks Nikkei berakhir menguat tipis 15 poin di level 23315 pada hari Selasa di tengah pasar yang menyambut baik optimisnya data ekonomi Tiongkok. Indeks Nikkei berpeluang untuk mempertahankan kenaikannya, mengincar resisten di 23400 di tengah optimisnya data Trade Balance Jepang yang dirilis pagi ini. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 23150 – 23400.

HANG SENG

Indeks Hang Seng berakhir naik 302 poin ke level 24826 di akhir sesi Selasa, ditopang data ekonomi Tiongkok yang lebih baik dari ekspektasi. Indeks Hang Seng berpotensi untuk berbalik turun, membidik support di 24600 jika pasar kembali cemaskan ketegangan AS-Tingkok setelah Washington melarang impor pakaian dan komponen komputer tertentu dari Tiongkok. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 24600 – 25000.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.