Rabu, 16 Desember 2020

  • Sesi End of Day, Pasar Obligasi Ditutup Menguat. Seluruh indeks return obligasi domestik tipe konvensional ditutup menguat. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak variatif dengan rata-rata pada seluruh seri naik +8,05bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara tercatat turun –3,48bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola mixed. Rata-rata perubahan yield tenor 1-30tahun naik tipis +0,68bps. Total frekuensi transaksi obligasi di pasar sekunder naik +112,72% menjadi 6.020 transaksi, namun total volume turun –11,05% menjadi 28,33tn. Pasar obligasi berhasil ditutup menguat pada sesi sore. Sentimen dominan yang mendorong penguatan pasar adalah dimulainya vaksinasi Pfizer di AS dan kinerja neraca perdagangan Indonesia bulan November. Neraca perdagangan Indonesia surplus US$2,61miliar. Kinerja ekspor terpantau naik +6,36%mom, sementara impor naik +17,40%mom. Namun, pasar juga terus dibayangi ancaman diperketatnya kembali kebijakan lockdown di beberapa negara termasuk Indonesia akibat lonjakan kasus Covid-19, tercermin dari pergerakan yield obligasi negara. Pasar obligasi diprediksi berlanjut menguat meski terbatas. Bervariasinya sentimen yang beredar memungkinkan pasar digerakkan oleh faktor trading. Sentimen positif masih datang dari vaksinasi di AS, serta meningkatnya kinerja ekspor dan impor dalam negeri. Begitu pula dengan tekanan yang dihadapi pasar masih berasal dari lonjakan kasus Covid-19. Harga obligasi berpotensi semakin menguat jika kinerja industri manufaktur di Amerika, Inggris dan beberapa negara lain Eropa menunjukkan peningkatan.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Selasa (15/12) ditutup melemah sebesar 0.04% ke level 6,010. Tercatat 200 saham menguat, 271 saham melemah dan 153 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 17.11 Triliun. Adapun investor asing net buy sebesar Rp. 874 M.

BONDS

  • Pada perdagangan hari Rabu (16/12), harga SBN diproyeksikan bergerak sideways dengan kencenderungan melemah. Kebijakan pengetatan PSBB yang kembali diberlakukan pemerintah dalam rangka menekan angka covid-19 diIndonesia berupa WFH 75% dari sebelumnya 50%, pelarangan perayaan tahun baru diseluruh provinsi, dan pembatasan jam operasional mall, restoran, tempat hiburan sampai pukul 19.00 WIB untuk Jabodetabek dan 20.00 WIB untuk zona merah di Jabar, Jateng dan Jatim diprediksi akan berdampak pada penurunan aktivitas perekonomian di Indonesia.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada Hari Selasa (15/12), Rupiah ditutup melemah terbatas di level 14,120 (prior:14,095) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,171 (prior:14,158) dan harga SBN seri benchmark melemah terbatas pada tenor 5 tahun namun menguat pada tenor 10, 15 dan 20 tahun. Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus pada bulan November 2020 sebesar US$2.61 Miliar namun realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan bulan Oktober sebesar US$3.61 Miliar. Peningkatan aktivitas impor merupakan salah satu sentimen positif karena mengindikasikan adanya peningkatan kebutuhan ekonomi dalam negeri. Sementara itu, kenaikan kasus covid-19 di Indonesia yang masih cukup tinggi masih menjadi perhatian investor untuk berhati-hati berinvestasi diIndonesia. Sentimen global berupa semakin meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan stimulus AS menjadi salah satu pemicu optimisme investor untuk berinvestasi.

Peluang Pergerakan

EMAS

Harga emas ditutup menguat sebesar $26.30 di level $1853.13 pada hari Selasa, karena dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap stimulus lanjutan di AS akibat meningkatnya kasus Covid-19.  Di sesi Asia, harga emas berpotensi dijual selama bergerak di bawah level resisten $1858 dengan target menguji support $1843. Tapi bila terjadi kenaikan harga lebih tinggi dari level resisten tersebut, harga emas berpeluang dibeli menargetkan resisten $1863. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1843 – $1863.

MINYAK

Ditopang sentimen pelemahan dolar AS karena ekspektasi stimulus di AS serta telah dimulainya vaksinasi di AS dan beberapa negara ekonomi maju lainnya, telah mendorong kenaikan harga minyak di hari Selasa. Harga berakhir naik $0.58 di level $47.58.  Harga minyak berpotensi lanjutkan tren kenaikan menguji resisten $48.30 selama konsisten berada di atas level support $47.25. Penembusan level support tersebut, minyak berpotensi dijual menargetkan level support $46.85. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $46.85 – 48.30.

EURUSD

Dominannya sentimen pelemahan dolar AS karena ekspektasi stimulus di AS telah memicu kenaikan EURUSD di hari Selasa, ditutup menguat sebesar 10 pip di level 1.21519.  EURUSD berpotensi dijual menargetkan level support 1.2125 selama harga tertahan di bawah level resisten 1.2165. Tapi bila terjadi kenaikan harga yang lebih tinggi dari level resisten tersebutm ini berpotensi memicu aksi beli EURUSD menguji resisten 1.2185. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.2125 – 1.2185.

GBPUSD

GBPUSD ditutup menguat 136 pip di level 1.3465 pada hari Selasa, dipicu oleh optimisme pasar terhadap negosiasi Brexit.  Pagi ini, GBPUSD berpotensi melanjutkan tren kenaikan menguji resisten 1.3490 selama harga tidak mampu menembus level support 1.3425. Tapi bila terjadi penurunan harga yang lebih dalam dari level support tersebut, GBPUSD berpotensi dijual dengan target support 1.3400. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3400 – 1.3490.

USDJPY
USDJPY bergerak turun di hari Selasa, berakhir melemah 39 pip di level 103.67 karena sentimen pelemahan dolar AS yang dipicu oleh optimisnya pasar terhadap stimulus ekonomi di AS. Pagi ini, USDJPY berpotensi dibeli dengan target kenaikan menguji resisten 104.00 selama harga tidak menembus level support 103.50. Sementara penembusan level support tersebut berpotensi memicu aksi jual terhadap USDJPY dengan target support 103.30. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 103.30 – 104.00.

AUDUSD

Abaikan hasil notula rapat RBA yang cenderung dovish, AUDUSD menguat di hari Selasa hingga berakhir naik 26 pip di level 0.7556 karena sentimen pelemahan dolar AS akibat prospek positif stimulus ekonomi di AS dan tingginya harga komoditas.  Aksi beli terhadap AUDUSD berpotensi masih berlanjut menguji resisten 0.7590 karena ditopang oleh positifnya data manufaktur dan jasa Australia yang dirilis pukul 5:00 WIB tadi. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7520 – 0.7590.

NIKKEI

Indeks Nikkei ditutup menguat 130 poin di level 26755 pada hari Selasa, karena ditopang oleh ekspektasi stimulus di AS dan tingginya harga minyak mentah. Indeks Nikkei berpeluang melanjutkan tren kenaikan menguji resisten 26945 selama harga tidak mampu menembus level support 26660. Tapi bila terjadi penurunan indeks yang lebih dalam dari level support tersebut, indeks berpeluang lanjut melemah menguji support 26525. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 26525 – 26945.

HANG SENG

Indeks Hang Seng berakhir naik tipis 30 poin di level 25399 pada hari Selasa di tengah kejatuhan saham teknologi setelah pemerintah Tiongkok memberikan denda terhadap dua perusahaan teknologi raksasa Alibaba Group dan Tencent Holdings.  Indeks Hang Seng berpotensi dijual menargetkan level support 26090 selama harga tidak mampu menembus level resisten 26445. Namun, kenaikan lebih indeks yang lebih tinggi dari level resisten tersebut berpotensi memicu aksi beli Indeks Hang Seng menguji resisten 26605. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 26090 – 26605.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.