Rabu, 15 Juli 2020

  • Berbalik Melemah, ICBI Ditutup Di Level 286,9338.  Indeks return obligasi Indonesia, ICBI, ditutup melemah –0,10% di level 286,9338 pada perdagangan Selasa. Mayoritas SUN seri Fixed Rate terkoreksi dengan rata-rata pada seluruh serinya turun sebesar –8,95bps. Kurva yield SBN dan obligasi korporasi bergerak bearish dengan tekanan naik yield terbesar dialami kelompok tenor menengah. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat dengan total volume Rp14,44tn (+138,81%) dan total frekuensi 1.122 transaksi (+39,73%). Tertekannya pasar hari ini disebabkan oleh semakin besarnya tekanan ekonomi akibat Covid setelah Singapura secara resmi masuk ke jurang resesi paska rilis GDP Q2-2020 yang terkontraksi hingga -41,2%qoq. Adapun situasi di Malysia, Thailand, dan Indonesia sendiri juga sudah terancam masuk ke jurang resesi jika pandemi Covid tidak juga menunjukkan tanda-tanda mereda. Konflik Laut China Selatan yang terus memanas juga mendorong situasi global semakin tidak kondusif. Pasar obligasi diprediksi melemah pada perdagangan Rabu. Pasar diduga semakin concern terhadap data ekonomi di global setelah Singapura positif mengalami resesi. Data neraca perdagangan China bulan Juni yang menurun menjadi US$46,4miliar berpotensi menekan perfoma pasar hari ini. Pasar juga berpeluang semakin tertekan jika neraca perdagangan Indoneisa bulan Juni menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan.
  • Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru pada triwulan II-2020 menurun dari periode sebelumnya, tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan II-2020 sebesar -33.9%, lebih rendah dibandingkan 23,7% pada triwulan sebelumnya dan 78,3% pada triwulan II-2019. Berdasarkan jenis penggunaan, penurunan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit, dengan penurunan terbesar pada jenis kredit investasi. Pada triwulan III-2020 pertumbuhan kredit baru diprakirakan meningkat, meski tidak setinggi periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kebijakan penyaluran kredit pada triwulan III-2020 diprakirakan lebih longgar, terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 3,9%, lebih rendah dibandingkan 35,5% pada triwulan sebelumnya. Pelonggaran standar penyaluran kredit akan dilakukan pada seluruh jenis kredit, dengan aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar yaitu plafon kredit, agunan, dan jangka waktu kredit. Hasil survei mengindikasikan pertumbuhan kredit yang melambat untuk keseluruhan tahun 2020. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 2,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1% dan prakiraan pada survei periode sebelumnya sebesar 5,5%.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS tampaknya masih akan bergerak melemah lebih lanjut dalam jangka pendek di tengah outlook Federal Reserve mungkin akan meningkatkan stimulus moneter untuk menopang perekonomian AS yang kembali dihantam oleh virus Covid-19 setelah beberapa negara bagian kembali menerapkan kebijakan lockdown. Untuk sektor komoditas. Harga emas berpeluang masih akan bergerak naik dalam jangka pendek karena outlook permintaan aset safe haven dibalik lonjakan kasus Covid-19 dan melemahnya dolar AS. Sementara itu harga minyak juga berpeluang naik jangka pendek karena laporan optimis yang menunjukkan tingkat kepatuhan pengurangan produksi oleh OPEC+ melampaui target serta turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute (API) semalam. 

Potensi pergerakan 

EMAS 

Harga emas berpeluang melanjutkan kenaikannya setelah kemarin berakhir menguat $6.64 di level $1809.34 untuk menguji level resisten di $1813 – $1819 karena outlook melemahnya dolar AS serta kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19 secara global. Harga emas berpotensi untuk berbalik turun, menguji support di $1803 – $1796 jika dolar AS menguat pada perilisan data Empire State Manufacturing Index pukul 19:30 WIB dan Industrial Production AS pukul 20:15 WIB. 

MINYAK

Setelah kemarin harga minyak berakhir naik $0,84 ke level $40.44 tampaknya tren tersebut berpeluang berlanjut dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $41.00 – $41.50 karena laporan cadangan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute (API) semalam yang menunjukkan penurunan cadangan serta tingkat kepatuhan yang tinggi dari produsen minyak OPEC+ dalam memangkas produksi. Namun, harga minyak berpeluang berbalik turun, menguji support di $40.20 – $39.70 jika Joint Ministerial Monitoring Committee dalam laporannya yang dirilis hari ini tidak merekomendasikan pengurangan produksi yang besar serta meningkatnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan Energy Information Administration pukul 21:30 WIB.

EURUSD 

EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1450 – 1.1500 setelah kemarin berakhir menguat 57 pips di level 1.1400 seiring sentimen pelemahan dolar AS serta optimisnya pasar bahwa paket stimulus di Uni Eropa yang bertujuan membatasi kerusakan ekonomi akan disetujui. Jika bergerak turun, level support terlihat di 1.1370 – 1.1320. 

GBPUSD

Setelah berakhir flat di level 1.2554 kemarin, GBPUSD berpeluang naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.2610 – 1.2660 di tengah outlook pelemahan dolar AS serta jika data CPI Inggris yang dijadwalkan pukul 13:00 WIB hasilnya optimis. Namun, jika datanya, pesimis dan memicu kekahwatiran perlambatan ekonomi Inggris di tengah belum adanya progres negosiasi Brexit, berpotensi memicu penurunan GBPUSD untuk menguji level support di 1.2530 – 1.2480. 

USDJPY 

USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek setelah kemarin ditutup turun 6 pips di level 107.24 untuk menguji level resisten 107.50 – 107.90 jika Bank of Japan berikan pandangan yang dovish dalam keputusan moneter terbarunya yang waktunya tentatif hari ini. Namun, jika mereka dipandang tidak melakukan terobosan terbaru dalam kebijakan moneternya, berpeluang memicu penurunan USDJPY untuk menguji support di 107.00 – 106.60. 

AUDUSD 

AUDUSD berpeluang untuk berbalik turun setelah kemarin berakhir menguat 35 pips di level 0.6976 untuk menguji level support di 0.6940 – 0.6890 setelah perilisan data sentimen konsumen Australia yang pesimis oleh Westpac pukul 7:30 WIB. Namun, penurunan berpeluang terbatas dan bahkan bisa berbalik naik untuk menguji resisten di 0.7020 – 0.7070 jika dominannya sentimen pelemahan dolar AS serta tingginya harga komoditas seperti emas dan tembaga.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.