Rabu, 13 Oktober 2021

  • Minim Sentimen Lanjutan, Harga Obligasi Bervariasi. ICBI dan indeks return obligasi negara ditutup menguat pada besaran yang sama yakni +0,02%. Sementara itu, indeks return obligasi koprorasi turun —0,01%. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak mixed dengan rata-rata pada seluruh seri turun tipis –0,90bps. Sementara rata-rata harga sukuk negara turun –2,07bps. Yield obligasi negara dominan naik. Tekanan naik banyak dialami tenor-tenor pendek dan panjang. Rata-rata yield tenor 1-30tahun naik +0,90bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder menurun dengan total volume sebesar Rp12,77tn (-31,56%) dan total frekuensi 1.413 transaksi (-10,96%). Belum adanya sentimen lanjutan ditengah berbagai tekanan di global mendorong tingkat imbal hasil obligasi tertekan naik. Pasar juga diwarnai aksi wait and see rilis data inflasi AS dan notulensi FOMC, tercermin dari harga obligasi yang bergerak dalam rentang terbatas serta sepinya transaksi obligasi ditengah pelaksanaan lelang SBN. Total penawaran masuk pada lelang SBN tercatat sebesar Rp50,15tn dengan total dana dimenangkan Rp8,00tn. Today’s Outlook Pergerakan terbatas diprediksi berlanjut mewarnai pasar obligasi Indonesia. Aksi trading masih menjadi penggerak harga ditengah wait and see sentimen baru dari AS seperti rilis notulensi FOMC dan data inflasi AS.
  • Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha pada triwulan III 2021 tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibandingkan dengan capaian pada triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 7,58%, lebih rendah dari 18,98% pada triwulan II 2021. Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan tercatat meningkat sejalan dengan panen komoditas tanaman bahan makanan (tabama), perkebunan, dan perikanan di sejumlah daerah. Sementara itu, perlambatan kinerja antara lain terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, serta kegiatan usaha sektor Industri Pengolahan di tengah kebijakan pembatasan mobilitas. Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai triwulan III 2021 tercatat sebesar 73,30%, lebih rendah dari capaian pada triwulan sebelumnya sebesar 75,33%. Penggunaan tenaga kerja juga diindikasikan turun lebih dalam dan masih dalam fase kontraksi. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha dalam kondisi normal. Pada triwulan IV 2021, responden memprakirakan kegiatan usaha cenderung stabil dengan SBT sebesar 7,46%. Kinerja beberapa sektor utama diprakirakan meningkat, terutama sektor Industri Pengolahan, sektor  Perdagangan, Hotel dan Restoran, serta sektor Pengangkutan dan Komunikasi, didorong oleh pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di sejumlah daerah. Sementara itu, kinerja sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan diprakirakan melambat sejalan dengan pola historis musim tanam, serta kinerja sektor Pertambangan dan Penggalian dan sektor Konstruksi diprakirakan tertahan memasuki musim hujan pada triwulan IV 2021.

ECONOMIC GLOBAL

  • Indeks harga produsen Jepang pada September 2021 masih meningkat secara bulanan sebesar +0,3% MoM (cons: +0,2%, prior: +0,0%), diatas estimasi. Secara tahunan, indeks harga juga tumbuh sebesar +6,3% YoY (cons: +5,8%, prior: +5,5%). Kenaikan masih disebabkan oleh kenaikan harga komoditas yang mendorong kenaikan harga bahan baku.
  • IMF merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2021 menjadi sebesar +5,9%, turun -0,1% dari proyeksi sebelumnya di +6,0%. Pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan berada pada level +4,9%. Penurunan proyeksi tersebut disebabkan oleh berbagai faktor termasuk penyebaran varian Delta, rantai pasokan yang masih terganggu, dan akselerasi tingkat inflasi.

Peluang Pergerakan

Emas

Harga emas berakhir mengguat sebesar $5.79 dan ditutup di level $1759.79 karena didukung oleh  kenaikan pada ekspektasi inflasi AS. Di sesi Asia (13/10), harga emas berpotensi dibeli menguji resistance $1767 selama harga bertahan di atas level $1757. Namun jika turun ke bawah level tersebut, berpeluang dijual menguji support $1750. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1750 – $1767

Minyak Mentah

Di tengah krisis energi dan tingginya permintaan terhadap bahan bakar minyak dan menguatnya dolar AS, telah menopang kenaikan harga minyak sebesar $0.07 dan ditutup di level $80.55 pada akhir perdagangan hari Selasa. Di sesi Asia (13/10), Harga minyak berpotensi dibeli menguji resistance $81.20 selama harga bertahan di atas level $80.00. Namun jika turun ke bawah level tersebut, berpeluang dijual menguji support $79.45. Potensi rentang harga di sesi Asia: $79.45 – $81.20

EURUSD

Tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun dan ketidakpastian tingkat suku bunga bank sentral Eropa telah memicu penurunan EURUSD sebesar 19pip di level 1.1528. Di sesi Asia (13/10), EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.1500 selama harga bertahan di bawah level 1.1550. Namun jika naik ke atas level tersebut berpeluang dibeli menguji resistance 1.1570. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.1500 – 1.1570

GBPUSD

Aksi beli dolar AS dan kekhawatiran akan perkambangan Brexit telah menekan turun GBPUSD sebesar 10pip di level 1.3582 di akhir perdagangan hari Selasa.  Di sesi Asia (13/10), GBPUSD berpotensi dijual menguji support 1.3530 selama harga bertahan di bawah level 1.3605. Jika naik ke atas level tersebut, berpeluang dibeli menguji resistance 1.3635. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3530 – 1.3635

Hang Seng

Tertekan oleh kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan dampaknya terhadap pendapatan kuartal ketiga telah memicu penurunan indeks Hang Sen sebesar 67 poin di level 24964. Di sesi Asia (13/10), Indeks hang Seng berpotensi dibeli menguji resistance 25135 bila data Trade Balance Tiongkok dirilis di atas ekspektasi. Namun jika hasilnya dirilis di bawah ekspektasi, berpeluang dijual menguji support 24800. Potensi rentang harga di sesi Asia: 24800 – 25135

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.