Rabu, 13 Januari 2021

  • End of Day Selasa, ICBI Melemah -0,14%. Seluruh indeks return obligasi domestik baik konvensional maupun sukuk ditutup melemah. ICBI turun –0,14% dan INDOBeXG-TR turun –0,15%. Harga SBN seri-seri fixed rate berlanjut terkoreksi namun dengan penurunan rata-rata lebih rendah dibanding sesi siang yakni –12,38bps.  Kurva yield PHEI-IGSYC dominan bearish. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik +2,47bps dengan kenaikan terbesar terjadi pada kelompok tenor menengah. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder naik +41,98% menjadi Rp24,64tn ditengah penurunan total frekuensi sebesar –7,62% menjadi 2.074 transaksi. Koreksi harga obligasi bertahan hingga akhir sesi end of day meski tidak sebesar sesi siangnya. Ditengah belum adanya sentimen positif yang dominan, meredanya koreksi harga diduga merupakan respon positif sebagian investor akan dimulainya proses vaksinansi Covid-19 di Indonesia pada esok hari (13/1). Kurs rupiah di pasar spot relatif stabil yakni berada di level Rp14.130/US$ dari level Rp14.125/US$. Minimnya sentimen lanjutan dominan berpotensi pasar masih akan digerakkan oleh sentimen Covid-19. Tekanan kembali datang dari kemungkinan munculnya varian baru virus Covid-19 di Jepang yang berbeda dengan yang telah ditemukan di Inggris. Pengumuman kondisi darurat nasional oleh Malaysia akibat lonjakan kasus Covid-19 turut semakin meningkatkan persepsi risiko terkait Covid. Namun koreksi harga berpotensi mereda jika proses awal vaksinansi Covid-19 di Indonesia berjalan lancar.
  • Kebijakan PPKM di wilayah Jawa – Bali masih menjadi sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Adanya kebijakan tersebut dapat menurunkan aktifitas ekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat di kuartal 1 tahun ini. Sehingga fakta datangnya 15 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 tahap tiga dan proses vaksinasi pertama yang akan dilaksanakan pada hari ini (13/01) dengan Presiden RI Jokowi dan jajaran kabinet sebagai penerima vaksin diharapkan dapat menjadi sentimen positif yang menahan pelemahan rupiah & SBN.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Selasa (12/01) Rupiah dibuka di level 14,090/14,150 dengan kejadian pertama di 14,150 dan kurs acuan JISDOR di level 14,231 (prior : 14,155). Searah dengan pergerakan Rupiah harga SBN bergerak melemah di beberapa seri benchmark (5 dan 10 tahun). Pergerakan Rupiah dan SBN masih dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS yang menjadi pemicu kenaikan indeks dollar AS, kondisi politik AS yang kembali menghangat setelah Partai Demokrat berupaya memakzulkan Presiden Trump dan adanya prospek stimulus fiskal tambahan di AS. Dari dalam negeri pemberlakuan PPKM di wilayah Jawa – Bali masih menjadi katalis utama, namun adanya pemberian vaksinasi tahap pertama diharapkan dapat menjadi sentimen positif pergerakan market hari ini.
  • UST 10-yr yield naik ke level 1.17%, level tertinggi sejak Maret 2020, di tengah kemungkinan stimulus ekonomi lebih lanjut di bawah pemerintahan Biden yang akan datang.  Bursa saham AS menguat DJIA +0.19%, S&P 500 +0.04%, dan Nasdaq +0.28%. Bursa saham Eropa melemah DAX -0.08%, FTSE -0.65%, dan CAC -0.20%. Bursa saham Asia mayoritas menguat Nikkei +0.09, HSI +1.32% dan Kospi – 0.71%.
  • Turunnya nilai surat berharga AS telah menyebabkan dollar AS melemah semalam, dan masih nampak berlanjut di awal sesi Rabu (13/1), menyebabkan kembalinya minat pasar terhadap harga komoditas dan mata uang utama terhadap dollar AS. Laporan cadangan minyak mentah AS versi API yang lebih rendah dari ekspektasi mengindikasikan penyusutan cadangan minyak dan menopang harga minyak naik.

Peluang Pergerakan:

Emas
Ditopang oleh kekhawatiran kenaikan kasus baru virus covid-19 secara global, turunnya yield obligasi pemerintah AS dan harapan stimulus fiskal besar dari pemerintahan Biden, harga emas berakhir naik sebesar $11.24 di level $1854.47 di akhir sesi perdagangan Selasa. Di sesi Asia ini (13/1), harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1866 selama harga bertahan di atas level $1847. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level tersebut, harga emas berpotensi dijual menguji support $1836. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1836 – $1866.

Minyak Mentah

Harga minyak mampu ditutup menguat sebesar $1.11 di level $53.27 pada hari Selasa karena didukung oleh  harapan turunnya cadangan minyak mentah AS dan outlook pemangkasan produksi minyak secara sukarela oleh Arab Saudi. Laporan cadangan minyak AS versi API menunjukkan penyusutan 5,821 juta barel pagi ini (13/1), menyusut lebih besar dari ekspektasi dan berpotensi menopang penguatan harga minyak menguji resisten $53.70 di sesi Asia ini. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level support $52.80, harga minyak berpeluang dijual menguji support selanjutnya $52.50. Potensi rentang harga di sesi Asia: $52.50 – $53.70.

EURUSD
Memanfaatkan pelemahan dolar AS karena tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mulai menurun dan investor yang optimis terhadap langkah vaksinasi di zona euro, telah memicu kenaikan EURUSD pada hari Selasa, hingga berakhir menguat sebesar 57 pip di level 1.2206. Di sesi Asia ini (13/1), EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.2230 selama harga bertahan di atas level 1.2185. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level tersebut, EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.2160. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2160 – 1.2230.

GBPUSD
Optimisme pasar terhadap vaksinasi yang terus ditingkatkan oleh pemerintah Inggris dan pelemahan dolar AS karena tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mulai menurun, GBPUSD berakhir naik pada perdagangan hari Selasa sebesar 157 pip di level 1.3664. Di sesi Asia ini (13/1), GBPUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.3700 selama harga bertahan di atas level 1.3635. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level tersebut, GBPUSD berpotensi dijual menguji support 1.3615. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3615 – 1.3700.

USDJPY
Memanfaatkan pelemahan dolar AS karena tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mulai menurun, telah memicu penurunan USDJPY pada hari Selasa, ditutup turun sebesar 49 pip di level 103.74. Di sesi Asia ini (13/1), USDJPY berpotensi dijual menguji support 103.50 selama harga bertahan di bawah level 103.80. Sebaliknya, jika harga naik ke atas level tersebut, USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 104.00. Laporan Prelim Machine Tool Orders Jepang jam 13:00 WIB berpeluang menjadi penggerak USDJPY. Potensi rentang harga di sesi Asia: 103.50 – 104.00.

AUDUSD
Memanfaatkan pelemahan dolar AS karena tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mulai menurun, telah memicu kenaikan AUDUSD pada hari Selasa, ditutup menguat sebesar 79 pip di level 0.7773. Di sesi Asia ini (13/1), AUDUSD berpotensi dibeli menguji resisten 0.7795 selama harga bertahan di atas 0.7750. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level tersebut, AUDUSD berpotensi dijual menguji support 0.7730. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7730 – 0.7795.

Nikkei
Ditopang oleh pasar yang tetap optimis terhadap langkah vaksinasi global dan ekspektasi stimulus lanjutan AS, Indeks Nikkei berakhir menguat sebesar 125 poin di level 28135. Hari ini (13/1), Indeks Nikkei berpotensi naik menguji resisten 28300 selama harga bertahan di atas level 28045. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level tersebut, Indeks Nikkei berpotensi dijual menguji support 27930. Pasar masih mewaspadai kenaikan kasus covid-19 di Jepang. Potensi rentang harga di sesi Asia: 27930 – 28300.

Hang Seng

Terapresiasi oleh langkah vaksinasi global dan ekspektasi stimulus lanjutan AS, telah memicu kenaikan Indeks Hang Seng sebesar 408 poin dan ditutup di level 28239 kemarin. Hari ini (13/1), Indeks Hang Seng berpotensi naik menguji resisten 28500 selama harga bertahan di atas level 28150. Sebaliknya, jika indeks turun ke bawah level tersebut, Indeks Hang Seng berpotensi dijual menguji support 27950. Potensi rentang harga di sesi Asia: 27950 – 28500.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.