Rabu, 12 Februari 2020

  • Perdagangan Selasa, Pasar Obligasi Sideways. Pasar obligasi domestik bergerak terbatas pada perdagangan kemarin. Harga SUN seri FR dan ORI bergerak variatif dengan rata-rata pada 44 serinya naik sebesar +3,09bps. Kurva yield obligasi negara dan korporasi juga bergerak mixed. Perubahan yield SBN tenor 1-30tahun hanya berada pada rentang +2,90bps hingga –2,64bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat, tercermin dari kenaikan total volume menjadi Rp16,59tn (+54,50%) sedangkan total frekuensinya naik menjadi 1.178 transaksi (+30,45%). Terbatasnya pergerakan pasar kemarin disebabkan karena minimnya sentimen lanjutan di pasar. Pelaku pasar diperkirakan masih wait and see terhadap beberapa sentimen global seperti penyebaran virus Corona serta bagaimana rilis testimoni Gubernur Jerome Powell. Pada perdagangan kemarin, kurs spot Rupiah terhadap USD menguat 37poin ke level Rp13.675/US$. Pada perdagangan hari ini, pergerakan pasar obligasi Indonesia berpotensi masih bergerak tipis dan lebih digerakkan oleh faktor trading Kondisi tersebut diperkirakan karena belum muncul sentimen dominan baik dari domestik maupun global. Pada pembukaan perdagangan Rabu ini, kurs spot Rupiah dibuka menguat ke level Rp13.658/US$.
  • Dalam menyikapi menurunnya globalisasi dan meningkatnya digitalisasi, Bank Sentral 4.0 merupakan salah satu strategi dalam mendorong inovasi dalam ekonomi dan keuangan digital untuk memperkuat daya saing dan kepentingan nasional serta mempersempit kesenjangan masyarakat. Sebagai dukungan BI dalam integrasi ekonomi dan keuangan digital secara nasional, BI telah menyusun arah kebijakan Sistem Pembayaran Indonesia ke depan melalui peluncuran Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025: Menavigasi Sistem Pembayaran Nasional di Era Digital. Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia (GBI), Perry Warjiyo dalam kuliah umum di London School of Economics (LSE), London (11/2) dengan tema “Diminishing Globalisation & Rising Digitalisation: Central Bank Policy Responses”. Agenda tersebut dimoderatori oleh Prof. Hyun Bang Shin, Direktur dari Saw Swee Hock Souteast Asia Centre (SEAC) – LSE yang kali ini menjadi tuan rumah kuliah umum. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan akademisi dan praktisi keuangan di London. Dalam kesempatan tersebut, GBI juga menyampaikan bahwa sinergi bauran kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan akan terus diperkuat untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional. Perang dagang antara AS dan Tiongkok, dan kebijakan perdagangan global lainnya yang mencirikan tren penurunan globalisasi telah berdampak pada volume perdagangan dunia dan pertumbuhan ekonomi global. Di sisi lain, digitalisasi ekonomi dan keuangan telah merambah ke berbagai segmen ekonomi. Ekonomi dan keuangan digital berkembang secara pesat dalam berbagai bentuk layanan keuangan fintech maupun layanan keuangan digital unbundling di luar bank maupun lembaga keuangan lainnya yang dapat berpotensi menciptakan shadow banking. Hal tersebut juga turut berdampak pada longgarnya mekanisme transmisi moneter, dan meningkatnya risiko terhadap stabilitas moneter dan keuangan. Perilaku pelaku ekonomi juga telah berubah terutama didorong oleh generasi milenial. Dua hal tersebut menjadi tantangan bagi bank sentral dalam memberikan respons guna menjaga stabilitas perekonomian.
  • Penjualan eceran pada Januari 2020 diprakirakan mengalami penurunan sejalan dengan pola musimannya pada awal tahun. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2020 yang diprakirakan tumbuh -3,1% (yoy), dari IPR pada Desember 2019 yang tumbuh -0,5% (yoy). Penurunan penjualan eceran disebabkan terutama oleh penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi, serta kelompok sandang. Penurunan tersebut sejalan dengan pola konsumsi masyarakat yang kembali normal setelah perayaan terkait Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Penjualan eceran pada triwulan IV 2019 mencatatkan pertumbuhan yang meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. IPR pada triwulan IV 2019 tumbuh 1,5% (yoy), sedikit lebih tinggi dari 1,4% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan pertumbuhan tersebut ditopang oleh penjualan kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, serta kelompok suku cadang dan aksesori yang tetap tinggi. Tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam enam bulan mendatang (Juni 2020) diprakirakan menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 6 bulan yang akan datang sebesar 166,0, lebih rendah dari 177,8 pada bulan sebelumnya. Menurunnya harga pada bulan Juni diprakirakan karena kembali normalnya harga pasca Ramadan dan HBKN Idulfitri.

EKONOMI GLOBAL

  • Reserve bank of New Zealand mengambil kebijakan pertahankan suku bunga 1.0% di pagi ini, dan menekan dolar AS terhadap dolar selandia baru dan beberapa mata uang lainnya. RBNZ juga menyatakan tingkat GDP akan bergerak naik pada semester ke-2 serta tidak adanya rencana pemangkasan suku bunga selama tahun 2020. NZDUSD naik 54 Pips setelah rilis data tersebut mata uang Euro, Pound, dan dolar Australia menguat terhadap dolar AS.  Ketua The fed Jerome Powell malam nanti akan kembali berpidato, kali ini dihadapan Senate Banking Committee, bila pernyataan Hawkish, berpeluang mendukung penguatan dolar AS.

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpeluang turun di tengah sikap pasar melemas aset aman, menguji support $1560 – $1565. level resisten $1570 – $1575.

MINYAK
Acuhkan laporan API yang meningkat, pasar nantikan data cadangan minyak mentah AS versi EIA malam nanti, dengan ekspektasi turun. Harga minyak berpotensi naik menguji resisten $50.60 – $51.00. Level support pada kisaran $49.20 – $49.70.

EURUSD
kembalinya minat pasar terhadap aset berisiko, di tengah masih pesimisnya pernyataan ketua ECB semalam, berpeluang membantu EURUSD naik menguji resisten 1.0940 – 1.1000 selama bertahan di atas level 1.0895. Level support pada kisaran 1.0850 – 1.0880..

GBPUSD
GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.3000 – 1.3055 bila minat pada aset berisiko berlanjut. Support pada kisaran 1.2900 – 1.2930.

USDJPY
Kembalinya minat pasar terhadap aset berisiko berpotensi angkat AUSDJPY naik menguji resisten 110.20 – 110.50. Support pada kisaran 109.25 – 109.55.

AUDUSD
AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.6750 – 0.6780 setelah komentar hawkish dari bank sentral Selandia bau pagi ini. Support pada kisaran 0.6695 – 0.6710.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 12/02/2020 pukul 10.08 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.