Rabu, 12 Agustus 2020

  • End Of Day Selasa, Harga Obligasi Semakin Menguat. Seluruh indeks return obligasi Indonesia (konvensional maupun sukuk) menguat semakin tinggi pada sore hari ini. Harga seri-seri SBN tipe fixed rate didominasi penguatan dengan rata-rata pada seluruh serinya naik +22,63bps.  Yield SBN pada seluruh tenor (1-30tahun) kompak turun pada rentang –1,84bps hingga –7,71bps. Aktivitas transaksi obligasi di pasar sekunder terpantau lebih semarak dengan total volume Rp15,55tn (+40,06%) dan total frekuensi 1.247 transaksi (+19,33%).  Semakin menguatnya harga seri obligasi di sesi sore terpicu oleh respon positif pasar terhadap pelaksanaan uji klinis vaksin Sinovac oleh Bio Farma yang dimulai hari ini. Dipertahankannya peringkat utang Indonesia oleh Fitch Rating juga masih turut menjadi pendorong menguatnya pasar hari ini.  Senada dengan pasar obligasi, IHSG sore ini juga ditutup menguat +0,63% di level 5.190,17. Pasar obligasi Indonesia diprediksi berlanjut menguat pada perdagangan hari ini. Dimulainya proses pengujian klinis vaksin Sinovac sejak kemarin menumbuhkan optimisme ke pasar. Selain itu, aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder berpotensi meningkat pada hari ini dkarenakan tingginya minat peserta lelang dan nominal yang dimenangkan pada 2 seri baru FR yakni FR0086 dan FR0087.
  • Survey Penjualan Eceran membaik pada Juni 2020 meskipun masih dalam fase kontraksi. Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2020 terkontraksi 17,1% (yoy), membaik dari kontraksi 20,6% (yoy) pada Mei 2020. Perbaikan penjualan terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas yang disurvei, terutama kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Makanan, Minuman dan Tembakau, serta Peralatan Informasi dan Komunikasi, sejalan dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pada Juli 2020, kinerja penjualan eceran terindikasi terus membaik, meskipun masih kontraksi. Hal ini tercermin dari prakiraan pertumbuhan IPR Juli 2020 sebesar -12,3% (yoy), membaik dari -17,1% (yoy) pada bulan sebelumnya. Perbaikan kinerja penjualan eceran tersebut diprakirakan terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.  Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (September) diprakirakan menurun, sedangkan tekanan inflasi pada 6 bulan mendatang (Desember) diprakirakan meningkat. Indikasi akan terjadinya penurunan tekanan harga tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang sebesar 131,5, lebih rendah dibandingkan dengan IEH sebelumnya sebesar 138,6. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 6 bulan mendatang tercatat 156,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH sebelumnya sebesar 142,5. Peningkatan tersebut sejalan dengan perkiraan meningkatnya aktivitas saat HBKN Natal dan libur akhir tahun.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS mendapatkan dukungan pada hari Rabu (12/8/2020), karena lonjakan imbal hasil AS mendorong lebih tinggi terhadap mata uang utama lainnya. Meningkatnya ketidakpastian tentang kebuntuan di Washington atas kesepakatan stimulus fiskal berpotensi membatasi kenaikan dolar AS.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas telah turun tajam pada hari Selasa sebesar $115 di level 1911.64. Harga emas hari ini berpotensi bergerak turun menguji level support di 1880 – 1870 karena tertekan oleh dolar AS yang mampu menguat di tengah  lonjakan imbal hasil AS. level resisten harga emas berada pada level 1920 – 1930.

MINYAK

Harga minyak berakhir melamah pada hari Selasa sebesar $0.38 di level 41.61, hari ini harga minyak berpeluang bergerak naik menguji level resisten 42.25  – 42.75 karena menurunya cadangan minyak API dan reboundnya permintaan di Asia. Level support harga minyak berada pada kisaran 41.25 – 40.75.

EURUSD

EURUSD berakhir naik sebesar  4 pips di level 1.1741 pada hari Selasa, EURUSD berpotensi berbalik turun menguji level support di 1.1680 – 1.1660 karena dolar AS yang berpotensi lanjutkan kenaikan. Level resisten EURUSD berada pada level 1.1770 – 1.1795.

GBPUSD

GBPUSD berakhir melemah sebesar 25 pips di level 1.3048 karena terbebani oleh positifnya kinerja dolar AS. GBPUSD berpotensi memperpanjang penurunan menguji level support 1.3000 – 1.2980. Level Resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.3050 – 1.3085.

USDJPY

USDJPY berakhik naik sebesar 53 pips di level 106.50 karena dipicu oleh kenaikan minat pelaku pasar terhadap aset beresiko dan dolar AS yang mampu menguat. USDJPY berpotensi lanjutkan reli kenaikan menguji resisten 106.80 – 107.00. Level support USDJPY berada pada kisaran 106.30 – 106.00.

AUDUSD

AUDUSD berakhir melemah sebesar 6 pips di level 0.7143 pada hari Selasa, hari ini AUDUSD berpotensi melanjutkan penurunan menguji level support 0.7110 – 0.7080 karena outlook ketegangan AS-Tiongkok dan pesimisnya data-data Australia. Level resisten AUDUSD berada pada kisaran 0.7150 – 0.7175.

Nikkei

Indeks Nikkei berakhir menguat sebesar 220  poin di level  22720 karena Outlook  melemahnya mata uang yen, dan hari ini indeks Nikkei berpeluang melanjutkan kenaikan menguji resisten 22870 – 22985. Level support inndeks Nikkei berada pada level 22550 – 22450.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir menguat  331 poin di level 24842 pada hari Selasa karena Sentimen pulihnya permintaan aset berisiko karena outlook stimulus AS serta harapan membaiknya hubungan AS-Tiongkok,dan hari ini indeks Hang Seng Berpeluang naik menguji level resisten  25020 – 25150. Level support Hang Seng berada pada level 24570 – 24550.   

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.