Rabu, 11 September 2019

 

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 265,7186 atau menguat +0,13%. Dua indeks return lainnya juga ditutup menguat. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik sebesar +0,14% ke level 260,7839 dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,07% ke level 288,8418. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun tipis –0,31bps. Penurunan rata-rata yield dialami tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) masing-masing sebesar –0,50bps dan –4,30bps. Sedangkan rata-rata yield tenor panjang (>7tahun) naik +0,24bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin turun –0,0190poin ke level 7,1812. Harga kelompok SUN benchmark dominan menguat dengan rata-rata harga naik sebesar +6,88bps. Penguatan harga dicatatkan seri FR0078, FR0068, dan FR0079 di rentang +1,50bps hingga +16,14bps. Harga SUN seri FR dan ORI secara keseluruhan bergerak mixed dengan rata-rata harga naik sebesar +12,61bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup di level 113,7635 (+0,12%). Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau meningkat dari sisi volume yakni menjadi sebesar Rp22,81tn (+51,78%), namun total frekuensi turun menjadi 830 transaksi (-3,71%). Transaksi SUN benchmark kemarin juga terpantau meningkat dari sisi volume yakni menjadi Rp5,31tn (+24,92%) dalam 114 transaksi (+8,06%). Total volume transaksi SBN terbesar kemarin mencapai sebesar Rp6,74tn dicatatkan seri FR0082. Sedangkan pada obligasi korporasi, total volume terbesar senilai Rp152miliar dicatatkan oleh SIAISA02. Pasar obligasi domestik bergerak menguat terbatas pada perdagangan kemarin dipicu oleh maraknya aksi wait and see arah kebijakan moneter the Fed dan ECB, serta kelanjutan dari hubungan dagang AS-China. Harga SUN seri FR dan ORI bergerak variatif di rentang –13,56bps hingga +68,63bps. Demikian pula dengan imbal hasil SBN yang bergerak mixed di rentang –4,58bps hingga +1,71bps. Aksi wait and see juga turut berpengaruh terhadap aktivitas pasar sekunder obligasi kemarin. Tercermin dari ditengah pelaksanaan lelang SBN yang berlangsung semarak, tidak langsung mendorong peningkatan frekuensi perdagangan di pasar sekunder. Diketahui, pemerintah kemarin kembali melaksanakan lelang SBN dengan total penawaran masuk mencatatkan oversubscribed 2,98 kali (Rp44,73tn) dan total dana dimenangkan diatas target indikatif minimumnya yakni sebesar Rp23,25tn. IHSG Senin kemarin juga ditutup menguat yakni +0,17% di level 6.336,67. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi domestik diprediksi masih akan bergerak variatif ditengah belum adanya sentimen lanjutan yang dominan. Selain aksi wait and see konferensi pers ECB pada hari Kamis waktu setempat, pasar diprediksi juga akan mencermati rilis data inflasi tahunan China bulan Agustus yang terpantau mendatar yakni sebesar 2,8%yoy.

EKONOMI GLOBAL

  • Harga minyak jatuh dari level tertingginya di $58.74 pada hari Selasa (10/9) setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia memecat Penasihat Keamanan Nasional John Bolton. Bolton dianggap sebagai seorang menyebabkan ketegangan di Iran dan kepergiannya mengangkat harapan bahwa Washington membuka jalan untuk pertemuan dengan Iran. Market movers lainnya adalah rilis data Core PPI, PPI AS yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB, selajutnya rilis data Crude Oil Inventories pada pukul 21:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support di 1477 – 1472. karena tertekan oleh minat pelaku pasar pada aset beresiko. Level resisten harga emas berada pada kisaran 1500 – 1505.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 58.70 – 59.00 karena ditopang oleh OPEC yang berkomitmen memperpanjang pemangkasam produksi minyak. namun harapan bahwa Washington membuka jalan untuk pertemuan dengan Iran setelah pemecatan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton berpeluang menekan harga minyak menguji level support di 56.90 – 56.40.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.1075 – 1.1200 dalam jangka pendek. Namun EURUSD berpotensi kembali tertekan ke level support di 1.1020 – 1.1000 karena aktivitas kawasan ekonomi zona euro masih sangat lemah dan inflasi rendah.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.2380 – 1.2410 karena sentimen penguatan ekonomi Inggris setelah didukung oleh data dirilis lebih positif. Namun kekhawatiran terhadap no deal Brexit berpeluang kembali menekan GBPUSD menguji level support di 1.2300 – 1.2270.

USDJPY

Meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset beresiko berpotensi menopang kenaikan USDJPY menguji level resisten di 107.80 – 108.00. Namun jika bergerak turun USDJPY berpeluang bergerak menguji level support di 107.30 – 107.00.

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.