Rabu, 11 Desember 2019

  • Ketiga indeks return obligasi domestik kompak menguat pada besaran yang sama. Indonesia Composite Bond Index (ICBI), INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) masing-masing menguat sebesar +0,05% ke level 273,4701; 268,2773; dan 298,2632. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bullish dengan rata-rata pada tenor 1-30tahun turun –1,75bps. Sementara itu, penurunan rata-rata yield pada ketiga kelompok tenor masing-masing sebesar: pendek (<5tahun) -0,01bps; menengah (5-7tahun) -1,70bps; dan panjang (>7tahun) -2,05bps. INDOBeXG-Effective Yield pada end of day kemarin turun –0,0050poin ke level 6,9750. Harga kelompok seri SUN benchmark didominasi kenaikan dengan rata-rata perubahan sebesar +4,75bps. Hanya harga FR0068 yang terkoreksi sebesar –5,18bps sedangkan ketiga seri lainnya menguat pada kisaran +4,36bps hingga +13,29bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI bergerak variatif dengan rata-rata perubahan pada seluruh serinya naik sebesar +1,19bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin turut menguat sebesar +0,03% ke level 114,8886. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau meningkat dengan total volume sebesar Rp15,40miliar (+95,53%) dan total frekuensi 811 transaksi (29,76%). Peningkatan transaksi juga dialami kelompok seri benchmark dengan total volume sebesar Rp3,77tn (86,34%) dan frekuensi 99 transaksi (83,33%). FR0076 bertahan menjadi seri SBN teraktif dengan 128 transaksi dan seri FR0079 mencatatkan volume terbesar senilai Rp1,49tn. Pada obligasi korporasi, seri SPSMFBTN02A2 menjadi yang teraktif dengan 24 transaksi sedangkan seri BFIN04ACN2 ditransaksikan dengan total volume terbesar senilai Rp335miliar. Pasar obligasi berlanjut sideways hingga berakhirnya sesi end of day kemarin terpicu oleh belum adanya sentimen penggerak lanjutan. Senada dengan sesi siang, faktor penggerak pasar kemarin lebih didorong oleh faktor trading dengan fokus utama tertuju pada perkembangan hubungan dagang antara AS-China terlebih dengan semakin mendekatinya deadline penerapan tarif terbaru produk China oleh AS yakni di tanggal 15 Desember. Namun kemarin pasar juga dibayangi wait and see update terbaru dari rapat FOMC terakhir di tahun 2019 yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Kamis waktu Indonesia. Belum adanya sentimen dominan lanjutan ditengah wait and see finalisasi kesepakatan dagang AS-China fase pertama dan pelaksanaan rapat FOMC pekan ini berpotensi mendorong pasar obligasi berlanjut bergerak mendatar/sideways.

EKONOMI GLOBAL

  • Kabar penundaan tarif inport AS untuk produk-produk Tiongkok yang akan berlaku 15 Desember mendatang, membantu sentimen optimis kesepakatan dagang AS – Tiongkok. Pasar terfokus pada kebijakan suku bunga acuan dan pidato ketua Federal Reserve AS malam nanti. Kabar penundaan tarif tersebut masih dalam tahap pembahasan oleh pihak AS dan memerlukan persetujuan Trump. Bila pihak AS tidak melakukan tindakan apapun, maka tarif import akan berlaku secara otomatis pada 15 Desember mendatang. Pasar juga menantikan pidato Jerome Powell, Ketua The Fed AS dini hari nanti malam untuk petunjuk kondisi keuangan AS dan kebijakan moneter AS kedepannya.
    Data AS malam nanti juga menjadi fokus penggerak sebelum pengumuman Fed, Data Indeks Harga Konsumen dan Indeks Harga Konsumen Inti AS akan dirilis jam 20:30 WIB. Dan laporan persediaan cadangan minyak mentah AS versi EIA, dirilis jam 22:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi turun menguji kisaran $1460 bila harapan penundaan tarif Import AS untuk produk Tiongkok berlanjut. Sebaliknya level resisten pada kisaran $1468 – $1470.

MINYAK

Nantikan laporan cadangan minyak mentah AS versi EIA, harga minyak berpotensi naik bila optimisme kesepakatan dagang AS berlanjut, menguji resisten $59.50.

EURUSD

EURUSD berpotensi naik menguji kisaran 1.1110 bila pasar masih memandang data ekonomi ZEW yang lebih baik dari estimasi kemarin. Level support pada kisaran 1.1040

GBPUSD

Kabar dari Polling pemilu Inggris terbaru yang menunjukan kemenangan partai Konservatif makin tipis dari pesaingnya berpotensi menekan GBPUSD turun menguji support 1.3080 – 1.3100. Levvel resisten pada kisaran 1.3180 – 1.3200.

USDJPY

USDJPY berpotensi naik menguji resisten 109.00 bila minat beli aset berisiko masih berlanjut. Sebaliknya level support pada kisaran 108.40.

AUDUSD

Data Westpac Consumer Sentiiment yang lebih rendah dari estimasi berpotensi menekan AUDUSD menguji support 0.6780 – 0.6800. Sebaliknya resisten pada kisaran 0.6835.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu, 11/12/2019 pukul 09.18 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.