Rabu, 10 Maret 2021

  • End of Day Selasa, ICBI Ditutup Melemah -0,34%. Indeks return obligasi Indonesia, ICBI, ditutup melemah –0,34% terpicu oleh kinerja obligasi negara (INDOBeXG-TR) yang turun –0,36%. Pada end of day Selasa, rata-rata perubahan harga SUN seri fixed rate turun sebesar –42,06bps. Pelemahan harga terjadi pada rentang –1,43bps hingga —148,85bps. Adapun rata-rata harga pada kelompok sukuk negara mencatatkan penurunan sebesar –23,60bps. Yield obligasi negara juga tampak tertekan naik. Penurunan yield hanya dialami tenor 1-tahun sebesar –1,16bps, sedangkan selebihnya tertekan naik. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder turun –11,84% menjadi Rp21,15tn. Sementara itu total frekuensi naik +13,05% menjadi 2.097 transaksi. Tekanan yang berlanjut di pasar obligasi diprediksi karena aksi jual investor asing sejalan dengan ekspektasi akan potensi semakin meningkatnya yield US-Treasury 10 tahun. Diketahui, bahwa senat AS telah meloloskan stimulus jumbo AS yang senilai US$1,9tn sehingga berpotensi mempercepat proses pemulihan ekonomi di AS. Today’s Outlook Sentimen dari AS diprediksi masih akan menjadi faktor dominan penggerak pasar pada perdagangan Rabu. Harga obligasi berpotensi semakin terkoreksi jika tren kenaikan yield obligasi AS semakin tinggi. Bahkan tekanan yang dialami pasar obligasi Indonesia berpotensi kian besar jika kinerja Rupiah juga berlanjut dalam tren terdepresiasi.
  • Sejalan dengan pola musimannya terkait pasca perayaan HBKN Natal dan Tahun Baru, survei penjualan eceran menurun pada Bulan Januari 2021. Selanjutnya, penjualan eceran diprakirakan membaik pada Februari 2021, meski masih  kontraksi. Hal itu tercermin dari IPR Februari 2021 yang diprakirakan kontraksi 0,7% (mtm), lebih kecil dibandingkan dengan kontraksi 4,3% (mtm) pada bulan sebelumnya, sejalan dengan permintaan masyarakat yang terjaga saat HBKN (Imlek). Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta kelompok Suku Cadang dan Aksesori diprakirakan tumbuh positif sehingga menopang kinerja penjualan eceran. Secara tahunan, kinerja penjualan eceran diprakirakan relatif stabil dengan pertumbuhan IPR sebesar -16,5% (yoy) pada Februari 2021, dibandingkan dengan -16,4% (yoy) pada bulan sebelumnya. Penjualan eceran sejumlah komoditas seperti Sandang, Barang Budaya dan Rekreasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Peralatan Informasi dan Komunikasi terindikasi membaik, meski masih kontraksi. Sebelumnya pada Januari 2021, kinerja penjualan eceran menurun sejalan dengan pola pasca perayaan HBKN Natal dan Tahun Baru, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan cuaca yang kurang mendukung. Penurunan terjadi pada seluruh kelompok komoditas, dengan penurunan terdalam pada kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan subkelompok Sandang. Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (April 2021) meningkat, sementara pada 6 bulan mendatang (Juli 2021) menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 156,9, meningkat dari 149,7 pada bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut seiring dengan memasuki bulan Ramadan dan persiapan HBKN (Idulfitri). Sementara itu, IEH 6 bulan yang akan datang sebesar 153,5, menurun dari bulan sebelumnya sebesar 164,8, ditopang oleh kelancaran distribusi dan kecukupan pasokan.

ECONOMIC GLOBAL

  • UST 10-yr yield turun ke level 1.53% karena investor kembali membeli obligasi dalam aksi jual yang dianggap berlebihan oleh pelaku pasar. Bursa saham AS menguat DJIA +0.10%, S&P 500 +1.42%, dan Nasdaq +3.69%. Bursa saham Eropa menguat DAX +0.40%, FTSE +0.17%, dan CAC +0.37%. Bursa saham Asia melemah Nikkei +0.99%, HSI +0.81% dan Kospi -0.67%.
  • Dollar AS, harga minyak, dan tingkat imbal hasil obligasi AS mengalami koreksi di akhir penutupan semalam, dengan masih nampak berimbas di pagi hari Rabu (10/3). Gubernur RBA, Phillip Lowe, menyatakan akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah hingga 2024 mendatang, dan isu kenaikan suku bunga dianggap terlalu cepat untuk menjaga pemulihan ekonomi Australia. Pelaku pasar menantikan laporan CPI dan PPI Tiongkok pada jam 08:30 WIB, yang dapat menjadi peluang penggerak untuk AUDUSD dan indeks Hang Seng.

Peluang Pergerakan

Emas
Harga emas berakhir naik $32.40  di level $1715.58  pada hari Selasa, ditopang oleh sentimen melemahnya dollar AS dan terkoreksinya kinerja tingkat imbal hasil obligasi AS. Di sesi Asia (10/3), Harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1723 selama harga bertahan di atas level $1711. Jika turun ke bawah level tersebut, harga emas berpeluang dijual menguji support $1704. Potensi pergerakan di sesi Asia: $1704 – $1723.

Minyak Mentah

Terbebani oleh aksi profit taking, harga minyak bergerak turun di hari Selasa, hingga berakhir melemah $0.86  di level $63.81 . Di sesi Asia (10/3), harga minyak berpotensi dijual menguji support $63.30 selama aksi profit taking berlanjut dan harga bertahan di bawah level $64.35. Jika naik ke atas level tersebut, harga minyak berpeluang dibeli menguji resisten $64.95. Potensi pergerakan di sesi Asia: $63.30 – $64.95.

EURUSD
Optimisnya data neraca perdagangan Jerman dan melemahnya dollar AS telah menopang kenaikan EURUSD di hari Selasa, hingga berakhir menguat 54 pip di level 1.1899. Di sesi Asia (10/3), EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.1915 selama harga bertahan di atas level 1.1875. Jika turun ke bawah level tersebut, EURUSD berpeluang dijual menguji support 1.1850. Potensi pergerakan di sesi Asia: 1.1850 – 1.1915.

GBPUSD
GBPUSD ditutup menguat 67 pip di level 1.3887 pada hari Selasa, ditopang oleh sentimen melemahnya dollar AS dan laporan pelonggaran kebijakan lockdown di Inggris. Di sesi Asia (10/3), GBPUSD berpotensi dibeli bila optimisme pelonggaran lockdown di Inggris berlanjut, menguji resisten 1.3925. Jika turun ke bawah level 1.3855, GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.3825. Potensi pergerakan di sesi Asia: 1.3825 – 1.3925.

USDJPY
Dominasi sentimen pelemahan dollar AS karena terkoreksinya tingkat imbal hasil obligasi AS telah menekan turun pergerakan USDJPY di hari Selasa, berakhir melemah 42 pip di level 108.48. Di sesi Asia (10/3), USDJPY berpotensi dijual menguji support 108.25 selama harga bertahan di bawah level 108.90. Jika naik ke atas level tersebut, USDJPY berpeluang dibeli menguji resisten 109.05. Potensi pergerakan di sesi Asia: 108.25 – 109.05.

AUDUSD
AUDUSD ditutup menguat 73 pip di level 0.7720 pada hari Selasa, dibantu oleh sentimen pelemahan dollar AS dan pernyataan optimis dari PM Australia mengenai program vaksin virus Covid-19 di Australia. Di sesi Asia (10/3), AUDSD berpotensi dibeli menguji resisten 0.7735 selama harga bertahan di atas level 0.7685. Jika pasar merespon pernyataan RBA Lowe yang masih akan mempertahankan kebijakan moneter berjalan secara pesimis, AUDUSD berpeluang dijual menguji support 0.7665. Pasar mungkin bergerak pada data CPI & PPI Tiongkok yang akan dirilis jam 08:30 WIB. Potensi pergerakan di sesi Asia: 0.7665 – 0.7735.

Nikkei
Ditopang sentimen melemahnya mata uang yen Jepang serta menguatnya Wall Street yang dipicu terkoreksinya tingkat imbal hasil obligasi AS telah memicu kenaikan indeks Nikkei di hari Selasa, berakhir menguat 175 poin di level 29040. Di sesi Asia (10/3), Indeks Nikkei berpotensi dijual menguji support 28600 bila penguatan yen Jepang membatasi minat pada indeks Nikkei. Jika naik ke atas level 29100, indeks Nikkei berpeluang dibeli menguji resisten 29210. Potensi pergerakan di sesi Asia: 28600 – 29210.

Hang Seng

Indeks Hang Seng ditutup menguat 440 poin di level 29108 pada hari Selasa, dipicu oleh pulihnya permintaan aset berisiko karena stimulus besar di AS dan terkoreksinya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Di sesi Asia (10/3), Indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten 29345 bila laporan CPI & PPI Tiongkok pada jam 08:30 WIB dirilis lebih tinggi dari ekspektasi. Jika turun ke bawah level 28920,indeks Hang Seng berpeluang dijual menguji support 28765. Potensi pergerakan di sesi Asia: 28765 – 29345.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.