Rabu, 10 Februari 2021

  • Perdagangan Selasa, Yield PHEI Berlanjut Bearish. Seluruh indeks return obligasi Indonesia tipe konvensional dan sukuk ditutup melemah. Mayoritas harga SUN seri fixed rate terkoreksi dengan ratarata seluruh serinya turun –12,15bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara juga turun sebesar –14,70bps.  Yield obligasi negara berpola bearish dengan rata-rata perubahan yield seluruh tenor (1-30tahun) sebesar +0,89bps. Kenaikan yield terbesar terjadi pada kelompok tenor menengah. Total volume perdagangan di pasar sekunder naik +33,42% menjadi Rp28,87tn. Sedangkan total frekuensi naik +12,53% menjadi 1.455 transaksi. Tren negatif masih berlanjut pada pasar obligasi Indonesia sehingga pelemahan sudah terjadi selama 4 hari beruntun. Faktor negatif diperkirakan masih dipicu dari domestik yakni turunnya penjualan ritel periode Desember sebesar –19,2% (konsensus –5,5%) yang menambah persepsi risiko pasar terhadap perlambatan pemulihan ekonomi domestik. Dari global, perkembangan stimulus fiskal terbaru AS yang sudah mendapat persetujuan dari Senat dan DPR AS diperkirakan menjadi faktor positif, namun disisi lain stimulus fiskal mendorong ekspektasi pelebaran defisit anggaran pemerintah AS. Today’s Outlook Pasar obligasi Indonesia diperkirakan sideways pada Rabu esok seiring dengan minimnya sentimen lanjutan di pasar. Pasar diprediksi akan wait & see terhadap update pidato terbaru Gubernur The Fed Jerome Powell. Namun, potensi penguatan pasar masih terbuka seiring aksi trading pelaku pasar yang dapat memanfaatkan momentum penurunan harga untuk kembali mengakumulasi SBN.
  • BI merilis data prospensity to consume periode Januari 2021, rata-rata porsi pendapatan rumah tangga yang dipakai untuk konsumsi adalah 73.2%. Ini adalah yang tertinggi sejak 2012. Menurut kelompok pengeluaran, kenaikan porsi konsumsi tertinggi terjadi di kelompok pengeluaran Rp 3.1-4 juta per bulan. Dibandingkan Desember 2020 terdapat kenaikan 5.7%. Kelompok pengeluaran tersebut tergolong pada kategori kelas menengah. Bagi Indonesia, kelas menengah adalah penggerak pertumbuhan ekonomi. Konsumsi kelompok ini tumbuh 12% per tahun sejak 2002 dan saat ini mewakili hampir separuh konsumsi rumah tangga Indonesia. Saat kelas menengah sudah mulai menigkatkan konsumsi artinya kepercayaan terhadap prospek ekonomi cukup tinggi.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Selasa (09/02) ditutup melemah sebesar 0.43% ke level 6,181. Pada penutupan IHSG hari ini, terdapat 158 saham yang mengalami kenaikan dan 215 saham mengalami penurunan. Selain itu, terdapat 167 saham yang nilainya tidak berubah dan 85 saham tidak ada perdagangan. Investor asing masih mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 455.15 miliar.

BONDS

  • Pada pedagangan hari Selasa (09/02), harga SBN diperdagangkan cenderung melemah pada tenor panjang, sedangkan pada tenor 5 tahun sedikit mengalami penguatan. Harga SUN seri acuan bergerak pada kisaran 5 – 55 bps, yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) naik 2 bps ke level 6.20%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp 27.3 triliun pada (09/02), meningkat dari volume transaksi pada (08/02) yang sebesar Rp 20.3 triliun dan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata transaksi harian secara year-to-date yang sebesar Rp 22.1 triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Selasa (09/02), Rupiah dibuka di level 13,990/14,025 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,000 (prior : 14,000). Rupiah diperdagangkan pada range 13,990 – 14,010 dan ditutup menguat di level 13,995. Harga SBN bergerak cenderung melemah pada tenor panjang dan menguat pada tenor 5 tahun. Sentimen yang mempengaruhi penguatan adalah stimulus fiskal AS yang kemungkinan akan cair dalam waktu dekat setelah Partai Demokrat AS merilis rencana stimulus fiskal US$ 1.9 triliun dengan salah satu programnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai US$ 1,400 per orang. Sebelumnya, resolusi anggaran yang memulai proses rekonsiliasi dan melancarkan rencana Presiden Joe Biden untuk mengeluarkan stimulus sebesar US$ 1.9 triliun telah disepakati. Dengan kata lain, pemerintah AS dapat mencairkan stimulus tanpa perlu menunggu persetujuan dari Partai Republik.
  • Kabar positif datang dari AS, stimulus fiskal AS kemungkinan akan cair dalam waktu dekat setelah Partai Demokrat AS merilis rincian rencana stimulus fiskal AS senilai US$ 1.9 triliun yang juga memuat tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai US$ 1,400 per orang. Sebelumnya pada pekan lalu, House of Representative AS sudah menyepakati resolusi anggaran yang akan diserahkan ke Senat AS dan diprediksi juga akan disepakati di pekan ini. Dengan resolusi tersebut pemerintah AS bisa mencairkan stimulus fiskal US$ 1.9 triliun tanpa perlu persetujuan dari Partai Republik. Setelah detail tersebut dirilis, muncul ekspektasi stimulus tersebut akan dirilis dalam beberapa pekan ke depan, sedangkan stimulus fiskal sebelumnya akan berakhir pada pertengahan Maret.

Peluang Pergerakan

EMAS

Harga emas menutup sesi Selasa dengan penguatan $7,92, di level $1838,30 seiring dollar AS yang melemah dan harapan stimulus fiskal yang besar dari pemerintah AS membuat investor mencari aset lindung terhadap inflasi. Pagi ini (10/2), aksi beli terhadap harga emas berpeluang berlanjut, menargetkan resisten di $1847 di tengah outlook pelemahan dollar AS dan pencarian terhadap aset lindung terhadap inflasi karena harapan terhadap stimulus besar di AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level $1833, berpeluang untuk dijual, karena berpotensi turun lebih lanjut menargetkan support di $1830. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1830 – $1847.

MINYAK

Ditopang sentimen melemahnya dollar AS dan optimisme pasar terhadap pemulihan permintaan bahan bakar telah menopang kenaikan harga minyak di hari Selasa, berakhir menguat $0,29 di level $58,38. Aksi beli harga minyak berpeluang berlanjut pagi ini (10/2), menguji resisten di $58,80 di tengah sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level $58,05, berpotensi dijual karena berpeluang turun lebih lanjut menargetkan support di $57,90. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $57,90 – $58,80.

EURUSD

Ditopang laporan neraca perdagangan Jerman yang lebih baik dari ekspektasi dan melemahnya dollar AS karena harapan stimulus fiskal yang besar dari pemerintah AS, telah memicu penguatan EURUSD di hari Selasa hingga berakhir naik 69 pip di level 1.2118. EURUSD berpeluang untuk dibeli lebih lanjut pagi ini (10/2), membidik resisten di 1.2160. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 1.2085, berpeluang dijual karena berpotensi turun menguji support di 1.2070. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2070 – 1.2160

GBPUSD

GBPUSD ditutup naik 72 pip pada level  1.3813 di hari Selasa, seiring melemahnya dollar AS yang tertekan harapan stimulus fiskal yang besar dan upaya vaksinasi virus Covid-19 yang masif dari pemerintah Inggris. GBPUSD berpotensi untuk dibeli lebih lanjut pagi ini (10/2), mengincar resisten di 1.3860. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 1.3785, berpeluang dijual karena berpotensi turun menguji support di 1.3770. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3770 – 1.3860.

USDJPY

Dominasi sentimen melemahnya dollar AS karena harapan stimulus fiskal yang besar di AS, telah menekan pergerakan USDJPY di sepanjang hari Selasa, berakhir turun 68 pip di level 104.54. USDJPY berpeluang untuk dijual lebih lanjut pagi ini (10/2), menguji support di 104.10. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 104.90, berpeluang dibeli karena berpotensi naik menargetkan resisten di 105.00. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 104.10 – 105.00.

AUDUSD

AUDUSD berakhir naik 34 pip di hari Selasa, ke level 0.7737 karena sentimen melemahnya dollar AS dan optimisnya data keyakinan pebisnis Australia yang dirilis oleh NAB. Pagi ini (10/2), AUDUSD berpeluang dibeli lebih lanjut, menargetkan resisten di 0.7780 jika data CPI dan PPI Tiongkok yang dirilis pukul 8:30 WIB hasilnya optimis. Jika hasilnya pesimis, AUDUSD berpeluang turun menguji support di 0.7700. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7700 – 0.7780.

NIKKEI

Indeks Nikkei berakhir menguat 10 poin di level 29435 pada hari Selasa, masih ditopang oleh sentimen minat aset berisiko karena harapan terhadap paket stimulus besar di AS. Indeks Nikkei berpeluang untuk bergerak turun pagi ini (10/2), menguji support di 29250 di tengah sentimen terhentinya penguatan Wall Street semalam dan masih pesimisnya data PPI Jepang. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 29530, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 29600. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29250 – 29600.

HANGSENG

Indeks Hang Seng ditutup naik 335 poin ke level 29547 pada hari Selasa, karena ditopang oleh saham energi seiring tingginya harga minyak mentah. Pagi ini (10/2), indeks Hang Seng berpeluang dibeli lebih lanjut, membidik resisten 29700 jika data CPI dan PPI Tiongkok yang dirilis pukul 8:30 WIB hasilnya optimis. Jika hasilnya pesimis, indeks berpeluang turun menguji support di 29400. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29400 – 29700.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.