Rabu, 09 Oktober 2019

  • Presiden RI, Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong telah menyepakati untuk memperpanjang kerja sama keuangan bilateral antara Bank Indonesia (BI) dan Monetary Authority of Singapore (MAS). Kesepakatan tersebut dilakukan pada saat Leaders Retreat antara Pemerintah RI dan Singapura pada hari ini (8/10) di Singapura. Kedua kepala negara mengharapkan agar BI dan MAS dapat segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut dan memastikan agar kerja sama keuangan antara BI dan MAS dimaksud dapat diperpanjang 1 tahun ke depan sebelum berakhirnya perjanjian. Saat ini kerja sama keuangan yang dimiliki antara BI dan MAS adalah kerja sama Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA) dan kerja sama Bilateral Repo Line (BRL), yang masing-masing ditandatangani pada tanggal 5 November 2018 dengan masa berlaku 1 tahun. Dengan demikian, kerja sama LCBSA dan BRL tersebut akan berakhir ‪pada tanggal 5 November 2019. Kerja sama LCBSA memungkinkan dilakukannya pertukaran mata uang lokal antara kedua bank sentral dengan total nilai mencapai ekuivalen USD 7 miliar (SGD9,5 miliar atau Rp100 triliun). Sementara itu, kerja sama BRL antara BI dengan MAS senilai USD 3 miliar merupakan kerja sama repo bilateral yang dilakukan dalam rangka memperdalam kerja sama moneter di kawasan. Kerja sama LCBSA dan BRL antara BI dan MAS tersebut merupakan realisasi dari komitmen kedua kepala negara untuk memperkuat kerja sama keuangan antara Indonesia dan Singapura dalam rangka mendukung stabilitas moneter, dan pendalaman pasar keuangan. Penguatan kerja sama antarnegara yang terus diperkuat oleh Indonesia diharapkan dapat mendukung ketahanan ekonomi bangsa.
  • Pasar obligasi Indonesia bergerak tipis pada perdagangan kemarin. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,02% ke level 267,6694; INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) juga turun sebesar –0,03% ke level 262,6071. Sementara INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik sebesar +0,04% ke level 291,7338. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) juga terlihat berubah tipis dengan rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun naik sebesar +0,69bps. Pergerakan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) turun –0,41bps; menengah (5-7tahun) turun –1,07bps; dan panjang (>7tahun) naik +1,10bps. Dengan demikian kinerja INDOBeXG-Effective Yield terpantau naik +0,0059poin ke level 7,1585. Harga kelompok seri SUN benchmark didominasi pelemahan dengan rata-rata sebesar –5,45bps. Penguatan harga dicatatkan seri FR0068 yakni +4,79bps. Sedangkan harga tiga seri lainnya melemah di rentang –6,38bps hingga –12,69bps. Harga SUN seri FR dan ORI bergerak variatif dengan rata-rata harga turun –3,35bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup melemah –0,05% ke level 113,8998. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin meningkat dengan total frekuensi menjadi 812 kali transaksi (+37,63%) dan total volume menjadi sebesar Rp20,11tn (+215,94%). Peningkatan tersebut diperkirakan sebagai imbas adanya pelaksanaan lelang pada 5 seri FR dan 2 seri SPN kemarin. Sejalan dengan kondisi tersebut, FR0082 (seri yang turut dilelang) menjadi SBN teraktif dengan 109 transaksi sekaligus mencatatkan total volume terbesar yakni senilai Rp6,06tn. Dari korporasi, seri SMII01BCN2 menjadi yang teraktif dengan 11 transaksi (volume Rp220miliar). Sejalan dengan pergerakan sesi siang Selasa kemarin, pasar obligasi berlanjut bergerak sideways hingga penutupan perdagangan. Kondisi tersebut tercermin dari tipisnya perubahan harga mayoritas seri-seri fixed rate dan ORI sehingga turut berdampak pada tipisnya pergerakan yield seluruh tenor obligasi negara serta seluruh indeks return obligasi domestik. Pelaku pasar diperkirakan tengah concern dan wait & see terhadap berbagai sentimen penting dari global yang akan hadir menjelang akhir pekan ini yakni statement terbaru dari Gubernur The Fed serta dinamika hubungan AS-China menjelang negosiasi dagang tingkat tinggi yang dijadwalkan akan berlangsung Kamis-Jumat pekan ini di Washington. Namun demikian ditengah tipisnya pergerakan pasar, aktivitas perdagangan di pasar sekunder kemarin sanggup meningkat berkat adanya pelaksanaan lelang SBN yang mencatatkan penawaran masuk sebesar Rp48,01tn dengan dana yang berhasil diserap pemerintah mencapai Rp23,80tn. Pergerakan pasar obligasi domestik diperkirakan berlanjut terbatas dengan kecenderungan melemah. Menjelang pertemuan lanjutan AS-China yang dimulai esok hari, ketidakpastian tengah meningkat akibat isu negatif seputar hubungan kedua negara seperti pejabat pemerintah China yang enggan untuk menyetujui kesepakatan dagang secara menyeluruh. Pada pembukaan pagi ini, kurs spot Rupiah melemah ke level Rp14.175/US$.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Pelaku pasar kembali bersikap hati-hati di tengah kembali memanasnya ketegangan AS – Tiongkok, yang sudah mengalami perang dagang selama 15 bulan terakhir, meningkat menjadi ketegangan politik, jelang pertemuan ke dua negara pekan ini yang dijadwalkan pada hari Kamis 10 Oktober 2019, waktu AS. Pesimisme pasar dipicu oleh penempatan 28 perusahaan Tiongkok dalam daftar hitam AS pada hari Senin malam, dimana perusahaan-perusahaan tersebut tidak diperkenankan membeli komponen dan produk dari AS tanpa persetujuan pemerintah AS. Juru bicara kementrian luar negeri Tiongkok menyatakan secara tegas agar AS berhenti ikut campur pada masalah dalam negeri Tiongkok, dan Tiongkok akan tetap mengambil langkah-langkah yang tegas untuk menjaga kedaulatan negaranya. Ditambahkan adanya komentar dari pihak NBA AS yang dipandang menyinggung tindakan Tiongkok di Hong Kong telah meningkatkan ketegangan dengan pemutusan siaran NBA oleh media negara Tiongkok. Pasar mulai pertemuan AS – Tiongkok dapat batal, ataupun gagal dalam mencapai kesepakatan yang berarti. Data market mover hari ini diantaranya Prelim Machine Tool Orders Jepang, Eurogroup Meeting, JOLTS Jobs Opening AS, Crude oil Inventories versi EIA, Pidato Fed Powell & George dalam forum Fed Listen, dan notula rapat FOMC bulan September lalu.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek menguji level resisten di $1512 – $1515 di tengah sentimen ketegangan negosiasi dagang AS – Tiongkok. Support harga emas berada pada level $1496 – $1500.

MINYAK

Kericuhan di Iraq berpotensi angkat harga minyak untuk jangka pendek di tengah kekhawatiran terhambatnya persediaan, menguji level $53.00 – $53.25. Tetapi ketegangan AS – Tiongkok dapat menekan harga minyak menuju support $51.50.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun menguji level support untuk jangka pendek di 1.0900 – 1.0920 di tengah pesimisme data ekonomi Zona Euro yang melemah. Zona Euro akan melakukan pertemuan Eurogroup Meeting hari ini, bila bernada hawkish dapat membantu penguatan ke level 1.1000.

GBPUSD

Ketidak pastian Brexit masih berpeluang tekan GBPUSD turun dalam jangka pendek, menguji support 1.2150 – 1.2190. Level Resisten pada kisaran 1.2220 – 1.2250.

USDJPY

Penguatan dolar AS berpotensi angkat USDJPY naik dalam jangka pendek menguji resisten 107.45 – 107.65. Tetapi minat beli aset safe haven dapat menekan turun USDJPY pada kisaran 106.65 – 106.80.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang turun dalam jangka pendek menguji support 0.6700 – 0.6720 di tengah pesimisme pertemuan negosiasi dagang AS – Tiongkok pekan ini. Resisten AUDUSD pada kisaran 0.6740 – 0.6775.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 09/10/2019 pukul 10.29 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.