Rabu, 08 Januari 2020

  • Penguatan Harga Berlanjut, ICBI Menguat +0,18% Akhir Sesi End of Day Kemarin. Seluruh indeks return obligasi Indonesia kompak menguat dengan penguatan terbesar dicatatkan oleh instrumen obligasi negara. Yield obligasi negara dan korporasi bergerak Penurunan rata-rata yield dialami seluruh kelompok tenornya. Volume transaksi obligasi negara di pasar sekunder kemarin meningkat terpicu hasil lelang. 3 seri obligasi dengan total volume transaksi terbesar (FR0082, FR0080, FR0081) merupakan seri-seri yang dilelang kemarin . Ditengah semakin memanasnya hubungan geopolitik antara AS dan Iran, performa positif pasar lebih digerakan oleh faktor trading. Katalis positif lain datang dari nilai tukar Rupiah terhadap USD yang kemarin menguat hingga +66,0poin ke level Rp13.878/US$ (Kurs spot Bloomberg). Performa pasar obligasi domestik berpotensi tertekan pada perdagangan hari ini. Serangan balasan Iran dengan melucurkan roket ke pangkalan militer AS di Irak kemarin waktu setempat dikhawatirkan semakin memperkeruh hubungan kedua negara tersebut. Saat ini pasar diwarnai wait and see reaksi AS terhadap serangan yang dilakukan Iran.
  • Survei Konsumen Bank Indonesia pada Desember 2019 mengindikasikan optimisme konsumen menguat. Hal ini terindikasi dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2019 yang meningkat menjadi 126,4, dari IKK pada bulan sebelumnya sebesar 124,2. Peningkatan optimisme konsumen tersebut terjadi merata pada seluruh kelompok pengeluaran. Peningkatan optimisme konsumen didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan. Perbaikan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini didorong oleh persepsi yang lebih baik terhadap ketersediaan lapangan kerja, penghasilan saat ini, dan pembelian barang tahan lama (durable goods). Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan yang lebih baik dipengaruhi oleh ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang membaik. Konsumen memprakirakan tekanan kenaikan harga pada 3 bulan mendatang (Maret 2020) meningkat. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga 3 bulan yang akan datang meningkat dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya. Peningkatan tekanan harga tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi konsumen terhadap penyesuaian harga pada kelompok administered prices. Selain itu, tekanan kenaikan harga pada 6 bulan yang akan datang (Juni 2020) diprakirakan meningkat seiring dengan harga yang masih tinggi pasca Idulfitri.

EKONOMI GLOBAL

  • Memburuknya ketegangan di Timur Tengah pasca dihantamnya pangkalan udara Irak yang berisikan tentara Amerika Serikat oleh roket dari Iran berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Harga minyak juga berpotensi bergerak naik dalam menanggapi ketegangan terbaru di Timur Tengah yang dapat menganggu suplai minyak dari sana serta turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute (API) semalam. Fokus selanjutnya akan tertuju pada data cadangan minyak dari Energy Information Administration (EIA) pukul 22:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik lagi dalam jangka pendek meskipun sudah menembus atas level psikologis 1600 karena konflik terbaru di Timur Tengah antara AS dengan Iran untuk menguji level resisten di $1610 – $1620. Namun, jika pasar melakukan profit taking pasca lonjakan harga, maka harga emas berpotensi turun untuk menguji level support di $1590 – $1580. Fokus akan tertuju ke data tenaga kerja AS versi ADP yang dirilis pukul 20:15 WIB.

MINYAK

Turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan API serta ketegangan di Timur Tengah berpeluang menopang kenaikan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $66.00 – $66.50. Namun, harga minyak berpotensi bergerak turun, menguji support di $64.50 – $64.00 jika data cadangan minyak yang dirilis oleh EIA dirilis lebih rendah dari estimasi yang menunjukkan penurunan.

EURUSD

Sentimen hindar aset berisiko yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah berpeluang memicu penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1120 – 1.1070. EURUSD berpeluang untuk bergerak naik menguji resisten di 1.1180 – 1.1230 jika data pesanan pabrik Jerman yang dirilis pukul 14:00 WIB hasilnya lebih tinggi dari estimasi.

GBPUSD

Outlook akan berkurangnya suku bunga acuan oleh Bank of England serta potensi terjadinya Hard Brexit berpotensi memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support 1.3080 – 1.3030. Jika bergerak naik, level resisten terdekat berada di 1.3150 – 1.3200.

USDJPY

Meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven karena ketegangan di Timur Tengah berpeluang memicu penurunan USDJPY dalam jangka pendek untuk membidik support di 107.60 – 107.20. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 108.40 – 108.80.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji resisten di 0.6900 – 0.6940 karena optimisnya data persetujuan membangun Australia yang dirilis pagi ini. Namun, jika dominannya sentimen hindar aset berisiko, AUDUSD berpotensi untuk bergerak turun, menargetkan support di 0.6820 – 0.6780.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu , 08 Januari 2020 pukul 11.57 WIB :

 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.