Rabu, 05 Februari 2020

  • Perdagangan Selasa, Performa Pasar Obligasi Positif. Pasar obligasi menunjukkan performa positif pada perdagangan kemarin. Seluruh indeks return menguat dengan penguatan tertinggi dicatatkan obligasi negara. Kurva yield obligasi negara dan korporasi berpola bullish. Rata-rata penurunan yield terbesar dialami kelompok tenor menengah (5-7tahun). Frekuensi perdagangan pasar sekunder meningkat +42,347% menjadi 1.287 transaksi, sementara total volume turun –8,03% menjadi Rp21,33tn. Belum adanya sentimen penggerak lanjutan mendorong investor melakukan short-term trading. Pasar kemarin masih dibayangi isu penyebaran virus Corona yang semakin meluas. Tercermin dari tidak terlalu semaraknya aktivitas perdagangan di pasar sekunder meskipun pelaksanaan lelang SBN kemarin berlangsung sengat semarak. Kurs spot Bloomberg kemarin melemah 27poin ke level Rp13.715/US$. Pasar obligasi domestik berpotensi bergerak sideways pada perdagangan hari ini. Selain dipicu oleh belum adanya sentimen dominan lanjutan, pasar hari ini juga dibayangi wait and see rilis data GDP Indonesia tahun 2019. Menurut konsensus (trading economics), ekonomi Indonesia di Q4-2019 tumbuh sebesar 5,04%yoy. Sementara untuk satu tahun penuh (FY2019), ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,03%yoy

EKONOMI GLOBAL

  • Setelah kabar bank sentral Tiongkok, People’s Bank of China (PBOC), tidak akan mencairkan stimulus ke pasar pagi ini, seperti yang sudah dilakukan kemarin, memicu sikap hati hati pasar terhadap perlambatan ekonomi Tiongkok dan mendukung minat pada aset aman. Fokus pasar pada data tenaga kerja AS, ADP Non-Farm payroll, malam nanti. PBOC telah melakukan stimulus kemarin yang bertujuan membantu menggerakkan roda ekonomi Tiongkok yang terhambat oleh penyebaran wabah Korona, dan telah membantu minat pasar pada aset-aset berisiko kemarin. Setelah kabar pagi ini bahwa PBOC tidak melakukan stimulus di hari ini, pasar nampak kembali mencari aset aman seperti emas dan yen Jepang. AUDUSD nampak mengalami tekanan sinifikan atas kekhawatiran berkurangnya permintaan belanja bahan mentah dari Tiongkok bila perekonomian negara ekonomi terbesar ke-dua tersebut mengalami perlambatan. Fokus pasar pada data ADP non-Farm Payroll AS jam 20:15WIB, yang biasanya menjadi masukan bagi pasar untuk data utama tenaga kerja AS di hari Jumat besok. Data ADP malam nanti diekspektasikan turun dari bulan sebelumnya, berpeluang melemahkan dolar AS dan menjadi penggerak bagi mata uang lainnya.

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpeluang naik menguji resisten $1560 – $1565 setelah kabar PBOC tidak akan melakukan stimulus hari ini. Level Support pada kisaran $1545 – $1549.

MINYAK
Nantikan data cadangan minyak mentah AS jam 22:30 WIB malam nanti, harga minyak berpeluang naik menguji resisten $50.50 bila cadangan minyak mentah menyusut. Level support pada kisaran $49.0 – $49.30.

EURUSD
Minat pada aset aman setelah kabar PBOC tidak akan melakukan program stimulus pagi ini, EURUSD berpotensi turun menguji support 1.1000 – 1.1020. Resisten pada kisaran 1.1065 – 1.1080.

GBPUSD
Minat pada aset aman setelah kabar PBOC tidak akan melakukan program stimulus pagi ini, GBPUSD berpotensi turun menguji support 1.2950 – 1.3000. Resisten pada kisaran 1.3065 – 1.3100.

USDJPY
Minat pada aset aman setelah kabar PBOC tidak akan melakukan program stimulus pagi ini, USDJPY berpotensi turun menguji support 109.00 – 109.20. Resisten pada kisaran 109.65 – 110.00.

AUDUSD
Komentar hawkish ketua Reserve Bank of Australia, Phillip Lowe, berpeluang membantu kenaikan AUDUSD menguji resisten 0.6760 – 0.6790. Sebaliknya kekhawatiran perlambatan ekonomi Tiongkok atas wabah Korona berpotensi menekan AUDUSD turun menguji support 0.6680 – 0.6710.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu, 05 Februari 2020 pukul 09.32 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.