Rabu, 05 Agustus 2020

  • Berlanjut Sideways, ICBI Ditutup Menguat +0,03%. ICBI dan indeks return obligasi negara sore ini ditutup menguat masing-masing sebesar +0,03% dan +0,02%.  Harga seri-seri SBN fixed rate bergerak mixed dengan rata-rata perubahan di akhir sesi end of day naik +1,32bps dari sebelumnya turun –5,26bps di sesi siang.  Yield SBN juga bergerak mixed dengan kenaikan yield terjadi pada tenor-tenor panjang. Total volume perdagangan di pasar sekunder belanjut turun menjadi Rp14,41tn (-14,35%). Sementara total frekuensi naik +19,43% menjadi 1.334 transaksi.  Pada perdagangan hari ini pasar bergerak sideways terpicu aksi wait and see rilis data GDP Indonesia Q2-2020 dan ancaman resesi. Menurut konsensus GDP Q2-2020 akan terkontraksi hingga –4,61%yoy. Pergerakan terbatas juga dialami pasar spot Rupiah. Sore ini Rupiah ditutup di level Rp14.625/US$ dari sebelumnya di level Rp14.630/US$. Sementara IHSG terpantau ditutup menguat +1,37% di level 5.075,00.  Pergerakan terbatas diprediksi berlanjut mewarnai pasar obligasi Indonesia. Pasar berpotensi melemah jika data GDP Indonesia Q2-2020 menunjukkan hasil yang lebih buruk dari konsensus, dan sebaliknya berpeluang menguat jika ternyata lebih baik. Meski demikian, berlanjut membaiknya data ISM manufacturing di Amerika ke level 54,2 (lebih tinggi dari konsensus yang sebesar 53,6) diharapkan mampu menjadi salah satu pemicu menguatnya harga obligasi ditengah wait and see rilis data ISM-Non Manufacturing AS dan pidato gubernur BoJ.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS berpotensi masih dalam tekanan turun dalam jangka pendek karena outlook stimulus yang lebih besar di Amerika Serikat setelah adanya progres dalam pembicaraan mengenai paket stimulus terbaru antara Gedung Putih dengan pemimpin partai Demokrat AS. Sementara itu untuk sektor komoditas seperti emas dan minyak, keduanya berpeluang menguat. Harga emas berpotensi menguat karena sentimen pelemahan dolar dibalik progres stimulus di AS. Sementara itu harga minyak berpotensi bergerak naik karena turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute (API) semalam.

Potensi Pergerakan 

EMAS 

Setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru dan kemudian berakhir menguat $41,64 di level $2018,66 kemarin, harga emas tampaknya masih akan melanjutkan tren penguatannya dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $2030 – $2050 di tengah sentimen pelemahan dolar AS. Namun, jika pasar melakukan aksi profit taking serta dolar AS berbalik menguat, khususnya jika data ekonomi AS seperti ADP Non-Farm Employment Change pukul 19:15 WIB, Trade Balance pukul 19:30 WIB dan ISM Non-Manufacturing PMI pukul 21:00 WIB yang dirilis optimis, maka harga emas berpotensi bergerak turun untuk menguji support di $2000 – 1980. 

MINYAK 

Tren kenaikan harga minyak berpeluang berlanjut setelah kemarin berakhir menguat $0.76 di level $41.53 untuk menguji level resisten di $42.00 – $43.00 dalam jangka pendek di tengah sentimen pelemahan dolar AS, sinyal berkurangnya penyebaran virus korona di AS dan turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute (API) semalam. Namun, harga minyak berpeluang untuk berbalik turun, menguji support di $41.00 – $40.00 jika data cadangan minyak yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) pukul 21:30 WIB menunjukkan kenaikan cadangan. 

EURUSD

EURUSD berpeluang masih mempertahankan kenaikannya setelah kemarin ditutup menguat 36 pips di level 1.1799 di tengah sentimen melemahnya dolar AS dan optimisnya data ekonomi di zona Euro akhir-akhir ini untuk menguji level resisten di 1.1840 – 1.1900. EURUSD berpeluang untuk bergerak turun jika data Final Services PMI dari Spanyol pukul 14:15 WIB, Perancis pukul 14:50 WIB, Jerman pukul 14:55 WIB, zona Euro pukul 15:00 WIB dan Retail Sales zona Euro pukul 16:00 WIB hasilnya pesimis untuk menguji level support di 1.1760 – 1.1700.

GBPUSD 

GBPUSD berpotensi untuk menguat dalam jangka pendek setelah kemarin berakhir turun 10 pips di level 1.3065 di tengah sentimen pelemahan dolar AS untuk menguji level resisten di 1.3110 – 1.3170. GBPUSD berpeluang untuk berbalik turun untuk menguji level support di 1.3030 – 1.2970 jika pasar cemaskan outlook no-deal Brexit dan gelombang kedua penyebaran virus korona di Inggris. Hari ini pasar akan memperhatikan data Final Services Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB untuk katalis harga selanjutnya. 

USDJPY 

Pasca berakhir turun 16 pips di level 105.72 di hari Selasa, kini pasangan mata uang ini berpeluang untuk turun lebih lanjut untuk menguji level support di 105.30 – 104.90 di tengah sentimen pelemahan dolar AS. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 106.00 – 106.40.

AUDUSD 

AUDUSD berpeluang untuk mempertahankan kenaikannya untuk menguji level resisten di 0.7200 – 0.7250 di tengah sentimen pelemahan dolar AS dan kenaikan harga komoditas seperti emas setelah kemarin berakhir naik 36 pips di level 0.7160. Jika harga bergerak turun, level support terlihat di 0.7140 – 0.7090.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.