Rabu, 04 Maret 2020

  • Penguatan Harga Berlanjut, ICBI Ditutup Naik +0,38%. Perfoma pasar obligasi berbalik positif pada perdagangan kemarin. ICBI menguat +0,38% terpicu oleh indeks return obligasi negara yang naik +0,41%.. Mayoritas harga SUN seri FR rebound dan mencatatkan kenaikan rata-rata sebesar +27,42bps. Demikian pula dengan kurva yield PHEI yang bergerak bullish baik pada obligasi negara maupun obligasi korporasi. Transaksi obligasi di pasar sekunder terpantau meningkat dengan total volume sebesar Rp26,81tn (+24,17%) dan total frekuensi 1.449 transaksi (+25,35%). Meredanya koreksi harga SUN FR merupakan bentuk respon positif pasar terhadap stimulus yang digelontorkan oleh BI serta komitmen the Fed untuk menstabilkan situasi ekonomi global dikarenakan dampak Covid-19. Ekspektasi risiko di global juga langsung terpantau mereda, ditunjukkan dari pergerakan CDS Indonesia tenor 5-tahun yang semakin turun yakni sebesar –4,41bps ke level 88,87. Sebagai informasi, the Fed kemarin memangkas suku bunga acuannya ke level 1,00%-1,25%. Harga SUN seri-seri FR berpotensi melanjutkan tren penguatannya. Secara mengejutkan The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar 50bps ke level 1,00%-1,25% sebelum pelaksanaan rapat FOMC yang dijadwalkan pada tanggal 17-18 Maret ini. Pemangkasan FFR berpotensi mendorong kembali masuknya asing ke pasar SBN. Sebagaimana diketahui, dalam sehari net sell asing di pasar SBN tercatat mencapai Rp8,51tn (per 2 Maret 2020).

EKONOMI GLOBAL

  • Harga emas naik ke level tertinggi $1652.43 di awal sesi Rabu, melanjutkan setelah pemangkasan suku bunga acuan AS secara mendadak semalam, mendorong penguatan produk-produk lain terhadap dolar AS. Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, secara mendadak mengumumkan pemangkasan suku bunga menjadi kisaran 1.00% – 1.25%, sebagai langkah antisipasi penyebaran wabah Korona akan berdampak negatif bagi perekonomian AS. Bank of Canada, dijadwalkan akan memangkas tingkat suku bunga acuan menjadi 1.25%, dari sebelumnya 1.75%, pada jam 22:00 WIB, juga sebagai langkah pelonggaran untuk menaggulangi tekanan perekonomian akibat wabah Korona.

Potensi Pergerakan

EMAS
Bila pelemahan dolar AS atas pemangkasan suku bunga acuan bank sentral AS semalam masih berlanjut, harga emas berpeluang naik menguji resisten $1660. Level support pada kisaran $1610 – $1625.

MINYAK
Harga minyak berpotensi naik menguji resisten $48.60 – $49.00 bila pasar merespon upaya pelonggaran moneter dari bank sentral beberapa negara dunia sebagai upaya memperlancar perekonomian di tengah wabah Korona. Level support pada kisaran $64.00 – $64.40.

EURUSD
EURUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1.1215 – 1.1250 bila pelemahan dolar berlanjut pasca pemotongan suku bunga acuan AS semalam.. Level support pada kisaran 1.1100 – 1.1140.

GBPUSD
Bila pelemahan dolar AS berlanjut, GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.2850 – 1.2900. Level support pada kisaran 1.2770 – 1.2795.

USDJPY
Minat pasar pada aset berisiko nampak melemahkan yen Jepang sebagai aset aman, dan berpotensi mengangkat USDJPY naik menguji resisten 107.15 – 107.

AUDUSD
AUDUSD berpeluang menguji resisten 0.6645 – 0.6695 di tengah pelemahan dolar AS. Level support pada kisaran 0.6530 – 0.6575.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 04/03/2020 pukul 10.06 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.