Rabu, 04 Desember 2019

  • Seluruh indeks return obligasi menguat tipis pada perdagangan kemarin. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,002% ke level 272,4132. Begitu pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) yang naik +0,001% ke level 267,2061 dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang naik +0,011% ke level 297,4074. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30tahun naik +0,94bps. Perubahan rata-rata yield pada ketiga kelompok tenor sebesar: pendek (<5tahun) turun –1,80bps; menengah (5-7tahun) naik +1,23bps; dan panjang (>7tahun) naik +1,38bps. INDOBeXG-Effective Yield pada perdagangan kemarin naik sebesar +0,0005poin ke level 7,0215. Harga kelompok SUN benchmark terkoreksi dengan rata-rata sebesar –16,01bps. Penurunan harga terbesar dicatat seri FR0079 yakni –31,08bps sedangkan koreksi harga terendah dicatat seri FR0068 sebesar –2,92bps. Secara keseluruhan harga SUN seri FR dan ORI bergerak variatif dengan rata-rata menguat sebesar +1,56bps. INDOBeXG-Clean Price perdagangan kemarin melemah sebesar –0,02% ke level 114,5914. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat. Total frekuensi naik sebesar +0,29% menjadi 693 transaksi. Sedangkan total volume meningkat +16,65% menjadi Rp14,28tn. Peningkatan volume lebih disebabkan oleh transaksi obligasi negara tenor pendek dengan akumulasi kenaikan sebesar Rp3,23tn dalam sehari. FR0076 menjadi seri SBN teraktif dengan 122 transaksi dan seri FR0077 mencatatkan volume terbesar yakni senilai Rp4,79tn. Pada obligasi korporasi, seri BEXI04DCN5 menjadi yang teraktif dengan 8 transaksi sedangkan seri ADMF04ACN6 mencatatkan total volume terbesar senilai Rp100miliar. Pasar obligasi Indonesia masih bergerak melemah dengan kecenderungan terbatas. Tekanan untuk pasar kemarin diperkirakan lebih didorong oleh respon negatif pelaku pasar terhadap ancaman kenaikan tarif dagang terbaru dari Presiden Trump untuk beberapa negara di kawasan Amerika Latin seperti Brazil dan Argentina, serta negara di kawasan Eropa seperti Prancis. Alhasil isu tersebut telah meningkatkan indikator risiko investor global terhadap pasar domestik yang tercermin dari kenaikan CDS Indonesia tenor 5-tahun sebesar +1,08bps ke level 74,54. Pada perdagangan kemarin, kurs spot Rupiah sanggup menguat tipis 10poin ke level Rp14.115/US$ dan kinerja IHSG naik tipis sebesar +0,065 ke level 6.133,90. Kinerja pasar obligasi domestik berpotensi tertekan pada perdagangan sesi Rabu. Sentimen negatif diperkirakan kembali berasal dari pernyataan kontroversial Presiden Trump yang kembali menimbulkan ketidakpastian baru terkait penyelesaian dagang AS-China. Berdasarkan kabar dari Reuters, Presiden Trump mengatakan belum ada deadline pasti penyelesaian dagang dan mungkin saja dapat ditunda hingga November 2020.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Dolar AS lebih rendah pada hari Selasa (3/12) setelah komentar dari Presiden AS Donald Trump memicu pelarian ke aset yang lebih aman. Trump mengatakan kepada wartawan di London bahwa kesepakatan perdagangan mungkin perlu menunggu sampai setelah pemilihan 2020, Hal ini sangat kontras dengan laporan selama dua minggu terakhir.Fokus pasar akan tertuju pada rilis data – data AS seperti : ADP Non-Farm Employment Change jam 20:15 WIB dan ISM Non-Manufacturing PMI jam 22:00 WIB serta BOC Overnight Rate pada jam 22:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak melajutkan kenaikan untuk menguji level resisten di 1483 – 1488 karena di dukung oleh potensi penundaan kesepakatan dagang AS-Tiongkok oleh Presiden Donald Trump. Support harga emas berada pada level 1472 – 1466.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak naik menguji level resisten dalam jangka pendek menguji level resisten di 57.00 – 57.30 karena OPEC merencanakan penurunan produksi sebesar 1,6 juta barel per hari tahun 2020. Namun kekhawatiran akan tertundanya kesepakayan dagang AS-Tiongkok berpeluang menekan harga minyak menguji support di 57.75 – 57.40.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1.1120 1.1150 karena dolar AS yang melemah. Namun jika data servis Jerman dan Zona Euro dirilis lebih rendah dari perkiraan EURUSD berpeluang menguji level support di 1.1050 – 1.1030.

GBPUSD

Sentimen meningkatnya keunggulan partai Konservatif menjelang pemilu Inggris berpotensi topang GBPUSD menguji level resisten di 1.3040 – 1.3070. Level support GPPUSD berada pada kisaran 1.2950 – 1.2930.

USDJPY

Aksi hindar aset beresiko di tengah kekhawatiran pasar akan tertundanya kesepakatan dagang AS-Tiongkok berpotensi menekan USDJPY menguji level support di 108.30 – 108.00. Resisten USDJPY berada pada kisaran 108.80 – 109.00.

AUDUSD

Dalam jangka pendek AUDUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 0.6880 – 0.6900. Namun kekhawatiran kesepakatan dagang AS-Tiongkok berpotensi menekan AUDUSD menguji support di 0.6800 – 0.6780.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 04/12/2019 pukul 10.40 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.