Rabu, 03 Juni 2020

  • Awal Bulan Juni, Pasar Obligasi Indonesia Bullish.Seluruh indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk menguat pada perdagangan Selasa. Dari 43 seri SBN fixed rate yang beredar di pasar, hanya 1 seri yang terkoreksi sedangkan sisanya kompak menguat dengan rata-rata perubahan harga sebesar +53,37bps. Yield SBN bergerak turun dengan rata-rata seluruh tenor (1-30tahun) sebesar –9,02bps. Penurunan yield terbesar dicatatkan kelompok tenor pendek. Total volume perdagangan di pasar sekunder meningkat menjadi Rp15,91tn (+48,90%). Begitu pula total frekuensi yang naik menjadi 1.083 transaksi (+1,40%). Peningkatan optimisme pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi global seiring penerapan “new normal” dan ditunjang dengan penguatan kurs spot Rupiah terhadap USD sebesar 195poin ke level Rp14.415/US$ diperkirakan menjadi katalis positif di pasar.  Beragam sentimen tersebut berhasil menurunkan indikator risiko global terhadap pasar domestik (CDS Indonesia tenor 5-tahun) jika dibandingkan hari perdagangan sebelumnya yakni sebesar –22,56bps ke level 153,33. Pada Rabu ini, performa pasar obligasi domestik berpotensi meneruskan laju penguatan. Sentimen positif diperkirakan masih berasal dari optimisme atas bangkitnya ekonomi dunia dan respon positif terhadap update kebijakan terbaru BI yang menyatakan bahwa ruang penguatan Rupiah masih terbuka lebar. Namun demikian, pasar juga akan dibayangi oleh kondisi demonstrasi di AS, hubungan panas AS-China, serta risiko penyebaran Covid-19 gelombang kedua.
  • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2020 tetap rendah yang tercatat 0,07% (mtm), sedikit turun dibandingkan dengan inflasi April 2020 sebesar 0,08% (mtm).  Perkembangan inflasi Mei 2020 juga lebih rendah dibandingkan dengan pola inflasi pada periode Ramadhan dan Idulfitri, yang dalam lima tahun terakhir rata-rata tercatat 0,69% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK Mei 2020 tercatat sebesar 2,19% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 2,67% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dan terkendali dalam sasarannya sebesar 3,0%±1% pada 2020. Menurut komponennya, inflasi IHK Mei 2020 yang rendah dipengaruhi inflasi inti yang melambat yakni dari 0,17% (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 0,06% (mtm). Menurut kelompok barang, perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh deflasi komoditas bawang bombay dan gula pasir, serta meredanya inflasi emas perhiasan. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,65% (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi April 2020 sebesar 2,85% (yoy). Inflasi inti yang melambat tidak terlepas dari pengaruh melambatnya permintaan akibat pandemi COVID-19, konsistensinya kebijakan Bank Indonesia mengarahkan ekspektasi inflasi, rendahnya harga komoditas global, dan terjaganya stabiitas nilai tukar. Kelompok volatile food juga kembali mencatat deflasi sebesar 0,50% (mtm), lebih dalam dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,09% (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi koreksi harga di beberapa komoditas seperti aneka cabai, telur ayam ras, dan bawang putih sejalan melambatnya permintaan, memadainya pasokan, dan terjaganya distribusi barang. Sementara itu, inflasi komoditas bawang merah masih cukup tinggi didorong oleh pasokan panen bawang merah yang belum optimal. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food pada bulan ini tercatat 2,52% (yoy), jauh lebih rendah dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Kelompok administered prices mencatat inflasi 0,67% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,14% (mtm). Inflasi ini lebih rendah dibandingkan dengan rerata inflasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada lima tahun terakhir sebesar 0,88% (mtm). Perkembangan inflasi kelompok administered prices Mei 2020 bersumber dari peningkatan tarif angkutan udara, tarif kereta api, rokok kretek filter, dan Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT). Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,28% (yoy), lebih tinggi dari realisasi perkembangan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,09% (yoy).

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS berpotensi masih dalam tekanan turun dalam jangka pendek di tengah masih berlangsungnya kerusuhan di Amerika Serikat dan memburuknya ketegangan antara AS dengan Tiongkok, dengan hari ini pasar akan menantikan perilisan data tenaga kerja di sektor swasta AS yang dirilis oleh ADP pukul 19:15 WIB dan data ISM Non-Manufacturing PMI pukul 21:00 WIB untuk katalis lebih lanjut bagi pergerakan dolar AS. Sementara itu untuk sektor komoditas. Harga emas berpotensi bergerak volatil di tengah sentimen permintaan aset berisiko karena dibukanya ekonomi yang dapat memicu penurunan harga emas dengan melemahnya dolar AS yang dipicu kerusuhan di AS dan ketegangan antara AS-Tiongkok yang dapat memicu kenaikan harga emas. Sementara itu untuk harga minyak berpeluang bergerak naik karena sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan API semalam di tengah ekspektasi OPEC+ akan memperpanjang waktu pengurangan produksi terbesar dalam sejarah.

Potensi Pergerakan 

Emas 
Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $1720 – $1710 jika dominannya sentimen permintaan aset berisiko karena dibukanya ekonomi. Namun, jika dolar AS semakin terpukul, khususnya karena perilisan data ekonomi AS yang pesimis, maka tidak menutup kemungkinan harga emas akan bergerak naik untuk menguji level resisten di $1737 – $1746.

Minyak
Harga minyak berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $38.00 – $39.00 di tengah laporan API yang menunjukkan turunnya cadangan minyak mentah AS dan ekspektasi OPEC+ akan memperpanjang waktu pengurangan produksi terbesar dalam sejarah. Namun, jika data cadangan minyak AS yang dirilis oleh EIA pukul 21:30 WIB menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari estimasi, maka harga minyak berpotensi terkoreksi turun untuk menguji level support di $36.50 – $35.50.

EURUSD 
EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1230 – 1.1290 karena sentimen ekspektasi stimulus yang lebih besar dari Bank Sentral Eropa dan kebijakan terbaru Jerman yang mencabut kebijakan pembatasan perjalanan. EURUSD  berpotensi untuk berbalik turun, untuk menguji level support di 1.1140 – 1.1080 jika sejumlah data ekonomi dari Jerman dan zona Euro dirilis lebih buruk dari estimasi.

GBPUSD 
GBPUSD berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek karena sentimen pelemahan dolar AS untuk menguji level resisten di 1.2620 – 1.2700. GBPUSD berpeluang berbalik turun jika data Final Services PMI Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB hasilnya lebih buruk dari estimasi di tengah masih adanya kekhawatiran no-deal Brexit untuk menguji level support di 1.2530 – 1.2450.

USDJPY 
Sentimen permintaan aset berisiko berpeluang memicu kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 109.20 – 109.60. Namun, jika pasar melihat pelemahan dolar AS, khususnya ketika data ekonomi AS dirilis pesimis, maka USDJPY berpeluang bergerak turun untuk menguji level support di 108.40 – 108.00.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen optimisnya data ekonomi Australia dan Tiongkok yang dirilis pagi ini untuk menguji level resisten di 0.6960 – 0.7000. Namun, jika pasar cemaskan memburuknya outlook ketegangan AS-Tiongkok dan turunnya harga komoditas seperti emas dan tembaga, maka AUDUSD berpeluang bergerak turun untuk menguji level support di 0.6880 – 0.6840 .

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.