Rabu, 03 Januari 2021

  • Harga Obligasi Domestik Dominan Naik, Tren Bullish Pasar Berlanjut. Seluruh indeks return obligasi konvensional dan sukuk ditutup menguat. Harga SUN seri fixed rate didominasi penguatan dengan rata-rata perubahan harga naik +24,98bps. Sedangkan rata -rata harga sukuk negara naik +14,96bps.  Kurva yield PHEI-IGSYC bergerak bullish. Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun turun –2,82bps dimana penurunan yield terbesar terjadi pada tenor menengah. Total volume obligasi di pasar sekunder naik +98,62% menjadi Rp37,17tn, dan total frekuensi naik +41,50% menjadi 1.814 transaksi. Kinerja pasar obligasi Indonesia bertahan menguat hingga sesi penutupan. Respon positif pasar atas beberapa sentimen dari tanah air seperti rilisnya stimulus terbaru berupa Paket Kebijakan Terpadu untuk mengatasi dampak pandemi serta stabilnya kurs spot Rupiah diperkirakan menjadi pendorong positifnya kinerja pasar Selasa ini. Sementara itu dari global belum ada sentimen lanjutan yang sanggup men-drive gerak pasar. Perdagangan Selasa, kurs spot Rupiah terhadap USD cenderung stabil yakni berubah 2poin dari level Rp14.023/US$ ke level Rp14.025/US$. Today’s Outlook Pada perdagangan Rabu, performa pasar obligasi domestik berpotensi masih sanggup menguat. Namun penguatan tersebut dibayangi aksi profit taking pelaku pasar seiring kenaikan harga yang telah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Pasar diprediksi juga concern terhadap penyebaran Covid-19 yang masih tinggi.
  • Bank Indonesia memperkuat kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) guna meningkatkan kredibilitas pasar valas domestik dan mendukung stabilitas nilai tukar di Indonesia. Implementasi penguatan JISDOR Ini akan berlaku efektif sejak tanggal 5 April 2021. Keputusan tersebut sebagai salah satu langkah untuk mendukung percepatan pendalaman pasar keuangan, sesuai dengan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia bulan Januari 2021. JISDOR yang merepresentasikan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dari transaksi antarbank di pasar valuta asing, termasuk transaksi dengan bank di luar negeri, diperkuat dalam dua aspek. Pertama, periode pemantauan transaksi pembentuk JISDOR mengalami perubahan dari semula pukul 08.00 WIB sampai dengan 09.45 WIB menjadi pukul 08.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Perubahan tersebut membuat JISDOR lebih mencerminkan transaksi spot yang terjadi sepanjang hari. Kedua, penyesuaian waktu penerbitan JISDOR dari yang semula pukul 10.00 WIB menjadi 16.15 WIB. Dalam periode penyesuaian waktu operasional pasar valuta asing domestik terkait pandemi Covid-19, rentang waktu perhitungan JISDOR akan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB dan JISDOR akan terbit pada pukul 15.15 WIB.Penguatan JISDOR merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pengembangan pasar uang dan sejalan dengan best practice. Penguatan ini diperlukan untuk membangun referensi pricing yang kredibel sesuai visi pengembangan pasar uang. Selain itu, penguatan JISDOR sejalan dengan inisiatif benchmark reform yang terjadi di pasar keuangan global yaitu pembentukan referensi kurs yang merepresentasikan kurs harian berdasarkan transaksi yang didukung dengan metodologi yang best practice. Sehubungan dengan penguatan tersebut, Bank Indonesia akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholders, khususnya pengguna JISDOR seperti pelaku pasar dan pelaku dunia usaha, agar implementasinya dapat berjalan dengan efektif dan lancar.

ECONOMIC GLOBAL

  • UST 10-yr yield naik ke level 1.10% setelah para pemimpin Kongres dari Partai Demokrat mendorong agar paket bantuan coronavirus disahkan tanpa dukungan Partai Republik. Bursa saham AS menguat DJIA +1.57%, S&P 500 +1.39%, dan Nasdaq +1.56% setelah perdagangan spekulatif investor retail mereda yang meningkatkan kembali kepercayaan investor. Bursa saham Eropa menguat DAX +1.56%, FTSE +0.78%, dan CAC +1.86%. Bursa saham Asia menguat Nikkei +0.97%, HSI +1.23%, dan Kospi +1.32%.
  • Dollar AS bergerak turun di awal sesi rabu (3/2), setelah catat penguatan kemarin dan menantikan laporan ADP Non-farm pada malam hari nanti. Ketidakpastian stimulus fiskal bantuan covid-19 di AS yang direncanakan sebesar $1.9 triliun , serta optimisme pemulihan ekonomi AS akan lebih cepat dibandingkan negara besar lain pada saat pelaksanaan vaksinasi, membantu dollar AS menguat di hari Selasa. Laporan indeks jasa PMI negara-negara utama dilaporkan hari ini dan dapat menjadi penggerak bagai masing-masing mata uang terkait.

Peluang Pergerakan

Emas
Tertekan oleh sentimen menguatnya dolar AS karena potensi nilai stimulus fiskal di AS yang lebih kecil dari $1,9 triliun, telah mendorong turun harga emas di hari Selasa, hingga berakhir melemah $22,61 di level $1837.82. Aksi jual di perak berjangka juga memicu penurunan harga emas. Harga perak berjangka turun dalam 9,17% kemarin. Pada sesi Asia (3/2), harga emas berpotensi dijual menguji support $1829 selama harga bertahan di bawah level $1842. Jika harga naik dan bertahan di atas level tersebut, harga emas berpeluang dibeli menguji support $1847. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1829 – $1847.

Minyak Mentah

Ditopang laporan OPEC yang menunjukkan bahwa negara anggotanya mematuhi kesepakatan pembatasan produksi minyak mentah telah memicu kenaikan harga minyak mentah WTI di hari Selasa, berakhir menguat $1.49 di level $ 55.02. Pemangkasan produksi sukarela yang mulai dijalankan Arab Saudi di bulan Februari ini juga menopang penguatan harga minyak. Pada sesi Asia (3/2), laporan turunnya cadangan minyak mentah AS dari API sebesar 4,261 juta barel pagi ini berpotensi menempatkan harga minyak tetap dibeli menguji resisten $55.35. Jika harga turun ke bawah $54.60, harga berpotensi dijual menguji support $54.45. Potensi rentang harga di sesi Asia: $54.45 – $55.35.

EURUSD
EURUSD ditutup melemah 17 pip di level 1.2042 pada hari Selasa, terbebani oleh data yang menunjukkan ekonomi zona euro masih berkontraksi di kuartal keempat tahun 2020. Pada sesi Asia (3/2), EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.2000 selama bertahan di bawah level 1.2050. Jika harga naik ke atas level tersebut, EURSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.2070. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2000 – 1.2070. Pelaku pasar mencermati perkembangan negosiasi stimulus fiskal di AS yang sedang berlangsung. Nilai stimulus berpotensi dirilis lebih kecil dari perkiraan $1,9 triliun.

GBPUSD
GBPUSD berakhir naik tipis 4 pip di level 1.3666 di hari Selasa, di tengah dominasi menguatnya dolar AS yang dipicu oleh potensi nilai stimulus fiskal di AS yang lebih kecil dari $1,9 triliun dan optimisme rencana vaksinasi covid-19 yang dipercepat di Inggris. Pelaku pasar juga menantikan hasil rapat moneter Bank Sentral Inggris pada hari Kamis besok. Pada sesi Asia (3/2), GBPUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.3690 bila optimisme program vaksinasi Inggris masih menopang harapan pemulihan ekonomi negara tersebut. Jika turun ke bawah level 1.3630, GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.3610. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3610 – 1.3690.

USDJPY
Penguatan dolar AS karena potensi nilai stimulus fiskal di AS yang lebih kecil dari $1,9 triliun telah mendorong kenaikan USDJPY di hari Selasa, ditutup menguat 4 pip di level 104.96. Pada sesi Asia (3/2), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 105.20 selama harga bertahan di atas level 104.80. Jika harga turun ke bawah level tersebut, USDJPY berpeluang dijual menguji support 104.60. Potensi rentang harga di sesi Asia: 104.60 – 105.20.

AUDUSD
Terbebani keputusan Bank Sentral Australia yang menambah pembelian obligasi pemerintah sebesar $100 miliar, telah memicu pelemahan AUDUSD di hari Selasa, berakhir turun 12 pip di level 0.7607. Pada sesi Asia (3/2), AUDUSD berpotensi dijual menguji support 0.7560 bila pidato Gubernur RBA jam 08:30 WIB bernada negatif dan laporan Caixin Services PMI Tiongkok jam 08:45 WIB dirilis lebih rendah dari ekspektasi. Jika harga naik ke atas level 0.7635, AUDUSD berpeluang dibeli menguji resisten 0.7660. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7560 – 0.7660.

Nikkei
Ditopang sentimen pelemahan mata uang yen Jepang telah mendorong kenaikan indeks Nikkei di hari Selasa, hingga ditutup menguat 180 poin di level 28455. Penguatan Indeks Dow Jones karena laporan pendapatan perusahaan Amazon dan Alphabet yang melebihi ekspektasi, juga membantu penguatan Indeks Nikkei. Pada sesi Asia (3/2), Indeks Nikkei berpotensi naik menguji resisten 28750 selama harga bertahan di atas level 28390. Jika indeks turun ke bawah level tersebut, Indeks Nikkei berpeluang dijual menguji support 28250. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28250 – 28750.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir naik  396 poin di level 29169 pada hari Selasa, ditopang oleh menguatnya saham di sektor industri dan konsumen serta dukungan bank sentral Tiongkok yang menyuntikan likuiditas ke pasar. Pada sesi Asia (3/2), Indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten 29650 selama harga bertahan di atas level 28950. Jika indeks turun ke bawah level tersebut dan laporan Caixin services PMI Tiongkok jam 08:45 WIB dirilis lebih rendah dari ekspektasi, Indeks Hang Seng berpeluang dijual menguji support 28650. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28650 – 29650.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya