Rabu, 02 September 2020

  • Imbal Hasil SBN Kompak Turun, ICBI Naik Tipis. Indeks return obligasi Indonesia didominasi penguatan secara terbatas. Hanya indeks return korporasi yang mencatat penurunan tipis. Harga seri-seri SBN fixed rate turut didominasi kenaikan dengan rata-rata perubahan naik sebesar +6,56bps.  Yield SBN berpola bullish dengan rata-rata pada seluruh tenor 1-30tahun turun tipis sebesar –1,64bps. Penurunan yield terjadi pada seluruh kelompok tenor. Total volume perdagangan di pasar sekunder meningkat menjadi Rp20,57tn (+1,62%). Sementara total frekuensi turun menjadi 1.030 transaksi (-8,69%). Katalis positif untuk pasar hari ini diperkirakan berasal dari indeks PMI Manufaktur Indonesia periode Agustus yang naik ke level 50,8 atau pertama kali sejak Februari 2020 berada diatas level 50 atau berekspansi. Namun demikian, deflasi Indonesia dalam dua bulan beruntun tampak menahan penguatan pasar SBN. Kurs spot Rupiah Selasa ini melemah 10poin ke level Rp14.573/US$  Tren sideways diperkirakan berlanjut mewarnai pergerakan pasar obligasi Indonesia pada perdagangan Rabu. Euforia pelaku pasar terhadap kenaikan indeks manufaktur domestik maupun negara lain seperti China yang menjadi sinyal kebangkitan dunia usaha tampak dibayang-bayangi oleh beberapa sentimen penekan, seperti isu resesi ekonomi Indonesia yang kian nyata seiring masih tingginya penyebaran Covid-19 serta pembatasan aktivitas perekonomian hingga kuartal ketiga ini.
  • Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2020 kembali mengalami deflasi 0,05% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan deflasi pada Juli 2020 yang tercatat 0,10% (mtm). Perkembangan ini selain dipengaruhi oleh inflasi inti yang rendah, juga didorong deflasi pada kelompok volatile food dan administered prices. Secara tahunan inflasi IHK Agustus 2020 tercatat 1,32% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 1,54% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dan terkendali dalam sasarannya sebesar 3,0%±1% pada 2020. Inflasi inti Agustus 2020 tetap rendah dipengaruhi permintaan domestik yang lemah akibat pandemi COVID-19, konsistensi kebijakan Bank Indonesia mengarahkan ekspektasi inflasi, dan stabilitas nilai tukar yang terjaga. Pada Agustus 2020, inflasi inti tercatat rendah 0,29% (mtm), meskipun sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,16% (mtm). Kenaikan ini terutama akibat peningkatan inflasi komoditas emas perhiasan, yang tercatat 10,75% (mtm) sejalan kenaikan harga emas dunia. Tekanan inflasi inti juga bersumber dari inflasi biaya pendidikan yang meningkat sesuai dengan pola musimannya. Dengan perkembangan ini, inflasi inti secara tahunan cukup rendah yakni 2,03% (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi Juli 2020 sebesar 2,07% (yoy). Kelompok volatile food mencatat deflasi 1,44% (mtm), lebih dalam dibandingkan dengan deflasi bulan sebelumnya sebesar 1,19% (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi berlanjutnya penurunan harga bahan pangan seiring permintaan domestik yang belum kuat, serta pasokan yang memadai sejalan panen di beberapa sentra produksi, distribusi yang terjaga, dan harga komoditas pangan global yang rendah. Pada Agustus 2020, komoditas yang mencatat deflasi antara lain daging ayam ras, bawang merah, tomat, dan telur ayam ras. Dengan perkembangan ini, kelompok volatile food secara tahunan mencatat deflasi 1,09% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tercatat inflasi sebesar 0,35% (yoy). Kelompok administered prices kembali mencatat deflasi yakni 0,02% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,07% (mtm). Perkembangan ini terutama didorong oleh berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara sejalan promosi tiket pesawat selama perayaan hari kemerdekaan. Sementara itu, peningkatan terjadi pada harga jual aneka rokok seiring kenaikan permintaan. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 1,03% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,70% (yoy).

EKONOMI GLOBAL

  • Minyak mentah berjangka naik pada hari Rabu (2/9/2020) setelah  stok minyak mentah AS yang berkurang  lebih dari perkiraan dan karena data API yang solid meningkatkan optimisme pemulihan ekonomi pasca pandemi, meningkatkan selera risiko di kalangan investor. Malam ini AS akan kembali merilis data cadangan minyak versi EIA. Fokus Pasar hari ini akan tertuju pada data ADP Non-Farm Employment AS 19:15 WIB dan pidato BOE Gov Bailey Speaks pukul 20:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berakhir naik sebesar $2.49 di level $1970.42 pada hari Selasa seiring outlook pasar terhadap suku bunga rendah The Fed yang berpotensi bertahan lebih lama. Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support  1955 – 1950 karena outlook positif pemulihan ekonomi global. Level resisten harga emas  berada pada level 1975 – 1987.

MINYAK

Optimisnya data manufaktur dari AS dan Tiongkok dan ekspektasi turunnya cadangan minyak mentah dalam laporan API telah memicu kenaikan harga minyak  pada hari Selasa, ditutup menguat  $0.18  di level $43.00. Hari ini harga minyak berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 43.50 – 44.00 bila data cadangan minyak AS pukul 21:30 WIB dirilis lebih rendah dari perkiraan. Level support harga minyak berada pada level 42.50 – 42.00.

EURUSD

Pesimisnya mayoritas data ekonomi di wilayah zona euro  telah berikan tekanan terhadap pergerakan EURUSD di hari Selasa, berakhir turun 24 pips di level 1.1912. Hari ini EURUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 1.1850 – 1.1830. Level resisten EURUSD berada pada level 1.1950 – 1.1980.

GBPUSD

GBPUSD berakhir menguat sebesar 16  pips dan ditutup di level 1.3384 meskipun data ekonomi Inggris dilaporkan melemah. Hari ini GBPUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 1.3330 – 1.3300 bila dalam pidatonya BOE Gov Bailey lebih dovish. Level resisten GBPUSD 1.3450 – 1.3480.

USDJPY

USDJPY berakhir naik sebesar  5 pips di level 105.96 karena menguatnya aset beresiko pasca perilisan data ISM Manufacturing PMI AS dan Tiongkok. USDJPY berpotensi bergerak naik menguji resisten 106.30 – 106.60. Level support USDJPY berada pada level 105.50 – 105.30.

AUDUSD

AUDUSD berakhir berakhir turun 2 pips di level  0.7373 pada hari Selasa karena  turunnya harga komoditas. AUDUSD berpotensi bergerak turun menguji level support 0.7300 – 0.7280 karena data GDP q/q Australia dirilis lebih rendah dari perkiraan. Level resisten AUDUSD berada pada level 0.7390 – 0.7425.

Nikkei

Indeks berakhir naik  135 poin di level 23205 pada hari Selasa karena sentimen pelemahan mata uang yen dan optimisnya data manufaktur Jepang. Hari ini indek Nikkei berpeluang bergerak naik menguji resisten 23415 – 23500. Level support indeks Nikkei berada pada level 23100 – 23000.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir  turun 14  poin di level 24964 karena tertekan oleh ketegangan AS-Tiongkok.  Hari ini indeks Hang Seng berpotensi bergerak turun menguji support  24610 – 24550 karena terbebani ketegangan AS-Tiongkok. Level resisten indeks Hang Seng berada pada level 25230 – 25330.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 02/09/2020 pukul 11.17  WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.