Rabu, 02 Desember 2020

  • Pasar Obligasi Mengawali Perdagangan Bulan Desember Di Zona Hijau. Seluruh indeks return obligasi domestik ditutup menguat pada perdagangan Senin. Harga SUN seri Fixed Rate berbalik menguat dengan rata-rata perubahan sebesar +6,58bps. Demikian pula dengan rata-rata harga sukuk negara berbalik naik +4,88bps. Yield obligasi negara dominan turun. Namun rata-rata yield pada seluruh tenor hanya mencatat penurunan sebesar —0,76bps karena yield 1-tahun yang naik hingga +7,49bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat dengan total volume sebesar Rp26,82tn (+12,25%) dan total frekuensi 1.880 transaksi (+24,17%). Rebound-nya harga obligasi pada sesi end of day ditopang oleh membaiknya data inflasi Indonesia bulan November yang naik menjadi sebesar 1,59%yoy atau 0,28%mom.  Industri manufaktur Indonesia yang mulai menunjukkan adanya ekspansi di bulan November, tercermin dari indeks Markit Manufaktur sebesar 50,6 turut menjadi katalis di pasar. Meski demikian case Covid-19 masih terus membayangi pasar, tercermin dari tekanan naik yield pada tenor-tenor pendek. Pasar obligasi diprediksi bergerak terbatas pada perdagangan Rabu. Penguatan harga berpotensi tertahan akibat kekhawatiran pasar terhadap angka kasus Covid-19 yang masih tinggi. Sementara itu, katalis positif masih datang dari membaiknya level inflasi dan kinerja manufaktur di Indonesia. Selain itu, pasar juga terus mencermati update kebijakan moneter dari the Fed dan ECB.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Oktober 2020 terutama disebabkan oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. Posisi M2 pada Oktober 2020 tercatat Rp6.780,8 triliun atau meningkat 12,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,4% (yoy). Peningkatan tersebut disebabkan pertumbuhan M1 sebesar 18,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2020 sebesar 18,0% (yoy), didorong oleh peredaran uang kartal yang tinggi di masyarakat. Pertumbuhan uang kuasi juga meningkat, dari 10,6% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 10,7% (yoy) pada Oktober 2020. Sementara itu, surat berharga selain saham masih mengalami kontraksi meskipun membaik dari bulan sebelumnya, dari -13,9% (yoy) pada September 2020 menjadi -12,1% (yoy) pada bulan laporan. Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Oktober 2020 disebabkan oleh kenaikan ekspansi keuangan pemerintah. Hal ini tercermin dari pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang meningkat, dari 76,7% (yoy) pada September 2020 menjadi 81,6% (yoy) pada Oktober 2020. Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 13,9% (yoy) pada Oktober 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan September 2020 sebesar 16,7% (yoy). Pertumbuhan krediti pada Oktober 2020 kembali mengalami kontraksi, dari -0,4% (yoy) pada September 2020 menjadi -0,9% (yoy) pada bulan laporan.
  • Indonesia merilis data PMI Manufaktur periode November 2020. HIS Markit melaporkan aktivitas manufaktur yang dicerminkan oleh PMI berada di 50.6 pada November 2020, naik dari Oktober 2020 pada level 47.2. Selain itu data inflasi bulan November yang dirilis oleh BPS juga membawa kabar baik, pada bulan November terjadi inflasi sebesar 0.28%. Namun sentimen negatif datang dari dalam negeri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan dirinya positif Covid-19 setelah proses tes PCR (swabtest). Anies merupakan salah satu kepala daerah yang mengumumkan langsung positif Covid-19.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Selasa (01/12) ditutup menguat sebesar 2.00% ke level 5,724. Tercatat 184 saham menguat, 131 saham melemah dan 78 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya.

BONDS

  • Harga obligasi dipasar surat utang Indonesia ditutup menguat pada perdagangan Selasa (01/12). Harga beberapa SUN seri acuan bergerak naik pada kisaran 10–50 bps, yield SUN bertenor 10 tahun (FR0082) turun 3bps ke level 6.13%. Penguatan pasar surat utang juga diikuti oleh peningkatan aktifitas investor, volume transaksi SBN secara outright tercatat mencapai Rp 24.7 triliun pada Selasa (01/12), meningkat dari volume transaksi Senin (30/11) yang sebesar Rp 22.3 triliun, serta lebih tinggi dari rata-rata transaksi harian secara year-to-date yang sebesar Rp 17.9 triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada Hari Selasa (01/12), Rupiah dibuka di level 14,080/14,155 dengan kejadian pertama di 14,155. Kurs acuan JISDOR di level 14,178 (prior:14,128). Rupiah diperdagangkan pada range 14,155–14,190. Obligasi pemerintah ditutup menguat pada Selasa (01/12). Rilis data inflasi Indonesia yang positif 0.28% MoM (Sur:0.21%;prior:0.07%) dan tumbuh 1.59% YoY belum dapat memberikan penguatan yang signifikan pada Rupiah .Jumlah kasus Covid-19 yang terus melonjak mencapai 543,975 kasus, dan berita Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang positif Covid memberikan tekanan pada Rupiah.
  • Pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell, semalam kembali menekankan perlunya stimulus ekonomi untuk menopang kondisi saat ini dan masih akan melanjutkan progam pelonggaran di tahun 2021 mendatang, telah menekan dolar AS melemah di awal sesi Rabu (2/12). Powell dijadwalkan kembali akan berpidato jam 22:00 WIB malam nanti. Gubernur RBA, Philip Lowe, pagi ini menyatakan masih akan mempertahankan tingkat suku bunga berjalan selama inflasi masih di bawah target 2-3%, setelah keputusan RBA mempertahankan suku bunga tetap di 0.10%, dan masih akan memperpanjang program stimulus pembelian surat berharga untuk menopang ekonomi saat ini. Laporan cadangan minyak mentah API pagi ini menunjukkan peningkatan 4,14 juta barel kembali berpeluang menekan harga minyak dengan pasar menantikan laporan cadangan EIA jam 22:30 WIB.

Peluang Pergerakan

Emas
Harga emas berakhir naik sebesar $38.23 di level $1814.83 karena investor yang kembali mengkhawatirkan kenaikan kasus covid19 dan pembatasan wilayah di sejumlah negara dan pernyataan Gubernur The Fed yang bernada dovish. Harga emas berpotensi Buy menguji $1818 selama bertahan di atas level $1806. Sebaliknya jika turun ke bawah level tersebut berpotensi Sell menguji $1803. Peluang rentang harga di sesi Asia: $1803 – 1818.

Minyak Mentah

Tertekan oleh outlook melambatnya permintaan bahan bakar di tengah kenaikan kasus covid19 dan pembatasan wilayah di sejumlah negara telah membuat harga minyak berakhir turun sebesar $0.66 di level $44.40. Harga minyak berpotensi Sell menguji $43.70 selama harga bertahan di bawah level $44.40, terbebani penundaan pembahasan OPEC+ kemarin. Sebaliknya naik ke atas level tersebut berpotensi Buy menguji $44.70. Peluang rentang harga di sesi Asia: $43.70 – $44.70.

EURUSD
Ditopang oleh  lemahnya dolar AS dan data – data ekonomi Eropa yang lebih baik dari perkiraan, EURUSD berakhir naik sebesar 143 pips di level 1.2069 pada perdagangan hari Selasa. EURUSD berpotensi Buy menguji 1.2085selama harga bertahan di atas level 1.2060. Sebaliknya turun ke bawah level tersebut berpotensi Sell menguji 1.2040. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.2040 – 1.2085.

GBPUSD
Optimisme Brexit dan dolar AS yang melemah telah menopang kenaikan GBPUSD sebesar 104 pips di level 1.3428 pada perdagangan hari Selasa. GBPUSD berpotensi Buy menguji 1.3440 selama harga bertahan di atas level 1.3390. Sebaliknya turun ke bawah level tersebut berpotensi Sell menguji 1.3360. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.3360 – 1.3440.

USDJPY
Di tengah tingginya minat pelaku pasar terhadap aset resiko karena optimisnya vaksin covid19 dan pelemahan dolar AS semalam telah menopang  USDJPY berakhir naik sebesar 3 pips di level 104.33. USDJPY berpotensi Sell menguji 104.05 jika harga bertahan di bawah level 104.40. Sebaliknya berbalik naik ke atas level tersebut berpotensi Buy menguji 104.60. Peluang rentang harga di sesi Asia: 104.05 – 104.60.

AUDUSD
Manfaatkan pelemahan dolar AS dan tingginya harga komoditas tembaga dan positifnya data Australia talah menopang kenaikan AUDUSD sebesar 27 pips di level 0.7371. AUDUSD berpotensi Buy menguji 0.7400 selama bertahan di atas level 0.7360. Sebaliknya jika turun ke bawah level tersebut berpotensi Sell menguji 0.7340. Laporan GBP Australia jam 07:30 WIB berpotensi menjadi penggerak harga. Peluang rentang harga di sesi Asia: 0.7340 – 0.7400.

Nikkei
Optimisme vaksin covid19 dan yen Jepang yang melemah telah menopang kenaikan indeks Nikkei sebesar 460 point di level 26865 pada perdagangan hari Selasa.  Indeks Nikkei berpotensi Sell menguji 26680 selama harga bertahan di bawah level 26900. Sebaliknya naik ke atas level tersebut berpotensi buy menguji 27000. Peluang rentang harga di sesi Asia: 26680 – 27000.

Hang Seng

Positifnya data Manufaktur Tiongkok serta harapan positif terhadap vaksin covid19 telah menopang kenaikan indeks Hang Seng sebesar 336 point di level 26671. Indeks Hang Seng berpotensi Buy menguji 26780 jika harga bertahan di atas level 26670. Sebaliknya jika bergerak ke bawah level tersebut berpotensi Sell menguji level 26580. Peluang rentang harga di sesi Asia: 26580 – 25780.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.