Rabu, 01 Juli 2020

  • Pasar Obligasi Menguat Pada Perdagangan Akhir Juni.Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk menguat terbatas pada perdagangan Selasa. Harga seri-seri SBN fixed rate didominasi kenaikan dengan rata-rata perubahan sebesar +8,77bps. Yield SBN berpola bullish dengan rata-rata pada seluruh tenor 1-30tahun turun sebesar –1,78bps. Penurunan yield kompak terjadi pada seluruh kelompok tenor. Total volume perdagangan di pasar sekunder turun menjadi Rp17,01tn (-22,82%). Sementara total frekuensi naik menjadi 1.292 transaksi (+24,35%). Penguatan terbatas pada pasar obligasi Indonesia diperkirakan lebih digerakkan oleh faktor trading. Pasar masih dibayangi oleh covid-19 outbreak yang turut menambah kekhawatiran akan pemulihan ekonomi global. Sebagai informasi, rilis final GDP UK Q1-2020 terkontraksi sebesar –2,2% atau lebih buruk dibanding konsensus –2,0%. Pada perdagangan Selasa, kurs spot Rupiah berlanjut melemah ke level Rp14.255/US$ dan kinerja IHSG naik tipis sebesar +0.07% ke level 4.905,39. Pada perdagangan awal bulan Juli, pasar obligasi berpotensi masih bergerak dalam rentang terbatas. Pelaku pasar diperkirakan akan mencermati bagaimana rilis pidato terbaru Gubernur The Fed. Selain itu, investor diprediksi juga menunggu bagaimana perkembangan masa penetapan PSBB Transisi Jakarta apakah dilanjutkan atau masuk ke fase new normal untuk semakin meningkatkan roda perekonomian.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh meningkat pada Mei 2020. Posisi M2 tercatat Rp6.468,2 triliun pada Mei 2020 atau tumbuh 10,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,6% (yoy). Akselerasi pertumbuhan M2 disebabkan oleh peningkatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham. Pertumbuhan M1 meningkat dari 8,4% (yoy) pada April 2020 menjadi 9,7% (yoy) pada Mei 2020, disebabkan oleh peningkatan giro Rupiah. Selain itu, pertumbuhan uang kuasi tercatat sebesar 10,5% (yoy) pada Mei 2020, meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,5% (yoy). Surat berharga selain saham juga tumbuh 37,5% (yoy) pada Mei 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya 20,6% (yoy). Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Mei 2020 disebabkan oleh peningkatan aktiva luar negeri bersih serta ekspansi operasi keuangan pemerintah. Aktiva luar negeri bersih pada Mei 2020 meningkat sebesar 18,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada April 2020 sebesar 15,8% (yoy). Selain itu, keuangan pemerintah tercatat ekspansi sejalan dengan peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, dari 1,7% (yoy) pada April 2020 menjadi 11,0% (yoy) pada Mei 2020. Sementara itu, penyaluran kredit pada Mei 2020 tumbuh 2,4% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,1% (yoy).

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS menguat terhadap yen pada hari Rabu (1/7/2020) menjelang data yang diekspektasikan menunjukkan aktivitas manufaktur AS dan perekrutan terus pulih dari guncangan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi coronavirus. Lonjakan infeksi coronavirus di selatan dan barat daya AS telah mengkhawatirkan beberapa pelaku pasar, tetapi sebagian besar investor bertaruh bahwa hal ini tidak akan cukup untuk menggagalkan rebound yang lebih luas di ekonomi global.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas ditutup menguat sebesar $20 pada Selasa(30/6/2020) dan hari ini berpotensi menguat $10 menguji resisten 1787 – 1792 karena didukung oleh suku bunga rendah, stimulus moneter dan fiskal global yang sedang berlangsung dan ketidakpastian pemulihan ekonomi akibat  COVID-19. Namun bila turun harga emas berpotensi menguji support 1777 – 1772 atau sekitar $9.

MINYAK

Harga minyak ditutup menguat kemarin sebesar $1.23 dan  hari ini  berpotensi menguat $1 menguji resisten di 40.00 – 40.80 karena didukung oleh turunya jumlah cadangan minyak AS (API). Namun kekhawatiran kasus baru Covid19 berpeluang menekan turun harga minyak sebesar $1 ke level 39.20 – 38.75.

EURUSD

EURUSD ditutup naik sebesar 71pips pada hari sebelumya, namun EURUSD berpotensi bergerak turun 40 pips  hari ini  menguji level support 1.1210 – 1.1190 karena tertekan oleh outlook ekonomi yang suram karena covid19. Namun bila rangkaian data zona euro dirilis lebih baik dari ekspektasi EURUSD berpotensi menguat 50pips menguji level 1.1265 – 1.1285.

GBPUSD

GBPUSD ditutup menguat sebesar 144 pips pada hari Rabu, dan  hari ini berpotensi berbalik turun sebesar 70 pips menguji level support 1.2340 – 1.2315 karena outlook ekonomi Inggris yang memburuk serta kekhawatiran terhadap no deal Brexit. Namun bila melanjutkan kenaikan GBPUSD berpotensi menguji resisten 1.2420 – 1.2465 atau sekitar 70pips.

USDJPY

USDJPY ditutup naik 47 pips kemarin dan  hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan sebesar  60 pips menguji level resisten 108.10 – 108.40 karena lemahnya data ekonomi Jepang. Namun bila mampu bergerak turun USDJPY berpeluang menguji level support 107.40 – 107.10 atau berkisar 50 pips.

AUDUSD

AUDUSD ditutup naik 79 pips pada hari Selasa, dan  hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan 50 Pips menguji level resisten di 0.6935 – 0.6955 karena didukung optimisnya data-data Tiongkok. Namun kekhawatiran ekonomi regional berpotensi menekan AUDUSD bergerak turun menguji level 0.6870 – 0.6850 atau sekitar 50pips.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.