Rabu, 01 April 2021

  • INDOBeX Government Clean Price -0.02% ke level 117.53. FR86 (5Y) -5 bps menjadi 98.40 (5.872%), FR87 (10Y) stabil pada 98.20 (6.751%), FR88 (15Y) -25 bps menjadi 96.25 (6.644%), dan FR83 (20Y) +45 bps menjadi 100.45 (7.450%). Frekuensi perdagangan INDOGB tercatat 1,394x (prev. 1,273x) dipimpin oleh FR83, sementara volume perdagangan tercatat Rp19.61tn (prev. Rp12.51tn) dipimpin oleh FR87. Frekuensi perdagangan INDOIS tercatat 25x (prev. 26x) dipimpin oleh PBS02, sementara volume perdagangan tercatat Rp391.08bn (prev. Rp589.84bn) dipimpin oleh PBS02. Pemerintah telah menyelenggarkan lelang tambahan (Green Shoe Option – GSO) pada hari Rabu (31-Mar) dengan incoming bids sebesar Rp15.02tn dan awarded bids sebesar Rp15.02tn. Dengan demikian, total incoming bids dalam lelang SUN dwimingguan sebesar Rp48.97tn dan total awarded bids sebesar Rp19.77, di bawah target yang ditetapkan pemerintah Rp30tn. INDOBeX Corporate Clean Price -0.02% ke level 111.53. Frekuensi perdagangan tercatat sebesar 135x (prev. 132x) dipimpin IMFI03BCN3. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar Rp1.42tn (prev. Rp1.10tn) dipimpin TBIG04BCN3. JCI -1.42% (-4.21% mtd atau -0.55% ytd) ke level 5,985.52. Investor asing mencatatkan net sell di pasar reguler -Rp1.03tn (+Rp5.19tn ytd). Sementara itu, USD/IDR terapresiasi +0.30% ke level 14,571. PMI manufaktur Indonesia mencatat posisi tertinggi dalam satu dekade dengan ekspansi 53.2 pada bulan Maret (prev. 50.9). di tengah-tengah percepatan paling tajam pada tingkat pertumbuhan output dan permintaan baru. Terdapat tanda-tanda munculnya tekanan pada kapasitas yang mendorong perusahaan menstabilkan ketenagakerjaan. Sementara itu, kenaikan biaya bahan baku dan gangguan rantai pasokan mendorong percepatan lebih lanjut pada laju inflasi harga input, tetapi perusahaan menaikkan harga jual mereka pada laju lebih rendah.
  • Sentimen yang mempengaruhi pelemahan Rupiah pada perdagangan hari Rabu (31/03) salah satunya adalah negara-negara maju menggelontorkan dana stimulus untuk perbaikan ekonomi. Amerika Serikat, setelah menggelontorkan US$ 1.9 triliun akan kembali menggelontorkan US$ 3 triliun-US$ 4 triliun untuk infrastruktur, yang akan mengakibatkan ekonomi membaik. Ekonomi AS diprediksi membaik lebih cepat dari ekspektasi dan berdampak terhadap naiknya inflasi dan yield obligasi AS tenor 10 tahun sehingga berpengaruh terhadap perekonomian negara-negara berkembang salah satunya Indonesia. Sementara itu, tingginya permintaan valas korporasi menjelang akhir kuartal-1 karena ada kewajiban pembayaran dividen, utang jatuh tempo, dan sebagainya menjadi penyebab Rupiah ditukar dengan valas, utamanya dolar AS.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 85.92 poin atau 1.42% ke level 5,985.52 pada akhir perdagangan Rabu (31/03). Sebanyak 118 saham naik, 396 saham turun, dan 120 saham stagnan dengan total volume perdagangan mencapai Rp 12.16 triliun. Investor asing mencatatkan beli bersih atau net sell sebesar Rp 1.1 triliun di seluruh pasar. Pelemahan terdalam dipimpin sektor industri dasar sebesar 2.76%, sektor keuangan sebesar 2.28%, dan sektor aneka industri sebesar1.82%.

BONDS

  • Harga obligasi berdenominasi Rupiah bergerak sideways dalam pada perdagangan hari Rabu (31/03). Harga SUN seri benchmark bergerak variatif dengan yield SUN bertenor 15 tahun (FR0088) turun 1 bps ke level 6.62%. Sentimen margin call menjadi salah satu hal yang mempengaruhi pergerakan SBN pada perdagangan hari Rabu (31/03). Seperti yang diinformasikan Archegos Capital diperkirakan mengalami kerugian mencapai US$ 6 miliar atau setara Rp. 86.9 triliun akibat ketidakmampuan perseroan membayar kewajibannya atau margin call dan berdampak diperkirakan mempengaruhi laporan keuangan bank raksasa di AS.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Rabu (31/03), Rupiah dibuka di level 14,470/14,490 dengan kejadian pertama di 14,490 dan kurs acuan JISDOR di level 14,572 (prior : 14,481). Rupiah diperdagangkan pada range 14,490-14,610. Pemulihan ekonomi AS yang diprediksi lebih cepat dan berdampak pada kenaikan yield obligasi AS menjadi salah satu sentimen yang mempengaruhi pelemahan Rupiah. Sementara itu, kebutuhan valas untuk pembayaran dividen juga memberikan tekanan pada Rupiah. Dari sisi global, AS resmi menggelontorkan paket stimulus lebih dari US$ 2 triliun dalam rangka memperkuat ekonomi AS selama masa pandemi covid-19 menjadi salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan Rupiah dan SBN.
  • Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup variatif dan cenderung menguat pada perdagangan hari Rabu (31/03) yang didorong oleh sentimen positif rencana belanja infrastruktur besar Presiden Joe Biden. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0.26% menjadi 32,981, indeks S&P 500 menguat 0.36% ke level 3,972 dan indeks Nasdaq melemah 1.54% ke level 13,246. Presiden Joe Biden resmi meluncurkan paket infrastruktur lebih dari US$ 2 triliun pada Rabu (31/03) waktu setempat dengan pertimbangan pemerintahan AS mengalihkan fokus untuk memperkuat ekonomi selama masa pandemi covid-19. Rencana yang diuraikan Biden pada hari Rabu (31/03) mencakup sekitar US$ 2 triliun untuk pengeluaran selama delapan tahun dan untuk mendanai paket tersebut, Biden akan menaikkan tarif pajak perusahaan menjadi 28%.

Peluang Pergerakan

EMAS

Harga emas bergerak naik pada hari Rabu, ditutup menguat $22.54 di level $1707.24 seiring melemahnya dollar AS karena pesimisnya data ADP Non-Farm Employment Change dan Pending Home Sales AS. Pagi ini (1/4), harga emas berpeluang dibeli menguji level resisten $1717 selama harga bertahan di atas level support $1704. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji level support selanjutnya $1700. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1700 – $1717.

MINYAK

Abaikan komentar menteri perminyakan kuwait bahwa permintaan akan meningkat, harga minyak berakhir turun $ 0.96 di level $59.43 pada hari Rabu seiring pasar yang merespon dibukanya kembali terusan suez yang berpotensi memicu over suplai. Pagi ini (1/4), harga minyak masih berpotensi dijual menargetkan level support $58.45 selama harga tidak mampu menembus level resisten di kisaran $60.00. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap harga minyak menguji level resisten selanjutnya $60.45. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $58.45 – $60.45.

EURUSD

EURUSD berakhir naik 15 pip di level 1.1729 pada hari Rabu karena sentimen melemahnya dollar AS serta optimisnya data Unemployment Change Jerman. Pagi ini (1/4), EURUSD berpeluang dibeli menguji level resisten 1.1755 selama harga bertahan di atas level support 1.1715. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap EURUSD menguji level support selanjutnya 1.1690. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1690 – 1.1755.

GBPUSD

GBPUSD ditutup menguat 42 pip di level 1.3781 pada hari Rabu karena sentimen optimisnya data GDP dan Current Account Inggris serta melemahnya dollar AS. Pagi ini (1/4), GBPUSD berpotensi dibeli menguji level resisten 1.3820 selama harga bertahan di atas level support 1.3760. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap GBPUSD menguji level support selanjutnya 1.3745. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3745 – 1.3825.

USDJPY

Dipicu oleh pesimisnya data Prelim Industrial Production Jepang telah menopang kenaikan USDJPY di hari Rabu hingga ditutup menguat 36 pip di level 110.70. Pagi ini (1/4), USDJPY berpeluang dijual menargetkan level support 110.25 karena positifnya laporan data Tankan Manufacturing Index dan Tankan Non-Manufacturing Index Jepang. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten 110.95 berpeluang memicu aksi beli terhadap USDJPY menguji level resisten selanjutnya 111.15. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 110.25 – 111.15.

AUDUSD

Abaikan optimisnya data Building Approval Australia serta Manufacturing dan non-Manufacturing PMI Tiongkok, AUDUSD berakhir turun 1 pip di level 0.7594 di hari Rabu karena melemahnya harga komoditas tembaga. Pagi ini (1/4), AUDUSD berpeluang dibeli menguji level resisten 0.7630 bila data Retail Sales dan Trade Balance Australia dirilis lebih baik dari perkiraan. Penurunan lebih rendah dari level support 0.7570 berpeluang memicu aksi jual terhadap AUDUSD menguji level support selanjutnya 0.7555. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7555 – 0.7630.

NIKKEI

Melemahnya yen Jepang dan pasar yang tetap optimis terhadap pertumbuhan ekonomi global telah memicu kenaikan indeks Nikkei pada hari Rabu sebesar 35 poin di level 29365. Pagi ini (1/4), indeks Nikkei berpeluang dibeli menguji level resisten 29715 selama harga bertahan di atas level support 29235. Penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap indeks Nikkei menguji level support selanjutnya 29000. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 29000 – 29715.

HANG SENG

Indeks Hang Seng berakhir turun 101 poin di level 28542 pada hari Rabu karena laporan manufaktur Tiongkok menghidupkan kembali kekhawatiran normalisasi kebijakan. Pagi ini (1/4), indeks Hang Seng berpeluang dijual menargetkan level support 28235 selama harga tidak mampu menembus level resisten di kisaran 28645. Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resisten tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap indeks Hang Seng menguji level resisten selanjutnya 28805. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 28235 – 28805.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.