Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat USD123,3 miliar pada akhir Februari 2019, meningkat dibandingkan dengan USD120,1 miliar pada akhir Januari 2019

  • Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat USD123,3 miliar pada akhir Februari 2019, meningkat dibandingkan dengan USD120,1 miliar pada akhir Januari 2019. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Peningkatan cadangan devisa pada Februari 2019 terutama dipengaruhi oleh penerbitan sukuk global pemerintah, penerimaan devisa migas, dan penerimaan valas lainnya. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS “tidak merasa tergesa-gesa” untuk mengubah tingkat suku bunga lagi karena mengawasi bagaimana ekonomi global yang melambat memengaruhi kondisi lokal di AS. Movers lainya datang dari laporan data Core Retails Sales dan Retail Sales AS yang akan dirlis pada pukul 19.30 WIB yang berpotensi menjadi penggerak emas.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1306 – 1309 karena dolar yang tertekan oleh rilis data tenaga kerja yang dilaporkan lebih rendah dari ekspektasi. Namun harga emas berpotensi mendapatkan tekanan menguji support 1290 – 1285 karena pernyataan ketua The Fed Jerome Powell yang tidak akan tergesa-gesa memangkas suku bunga.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 57.00 – 57.30 ditopang pernyataan menteri perminyakan Arab Saudi bahwa OPEC+ tidak akan mengubah kebijakan sampai bulan Juni. Support harga minyak berada pada level 55.50 – 55.20.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1.1300 – 1.1350 jika rilis data zona euro dirilis lebih tinggi dari estimasi. Support EURUSD berada pada level 1.1180 – 1.1150.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi bergerak turun menguji level 1.2900 – 1.2850 karena ketidakjelasan outlook Brexit masih tetap menjadi penekan GBPUSD. Resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.3050 – 1.3100.

USDJPY
Dollar yang tertekan oleh data tenaga kerja dan pasar berisiko yang turut berada dalam tekanan berpotensi menekan USDJPY menguji level support di 110.50 – 110.00. Gagal menembus level support tersebut berpeluang membuat USDJPY menguji level resisten di 111.50 – 112.00.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 0.7070 – 0.7120 dalam jangka pendek selama terus bergerak di atas level support di 0.7000 – 0.6950.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 11/03/2018 pukul 10.13 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.