Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2019 tercatat sebesar 123,8 miliar dolar AS

  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2019 tercatat sebesar 123,8 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2019 yang sebesar 120,3 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,1 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Peningkatan cadangan devisa pada Juni 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan valas lainnya, serta penarikan utang luar negeri pemerintah. Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS melonjak pada hari Jumat setelah data pekerjaan AS bertambah dari yang diharapkan pada bulan Juni, mengurangi harapan bahwa Federal Reserve akan memotong suku bunga secara agresif untuk mencegah pelambatan. Selain itu peluang Eropa dan Inggris yang berpotensi memangkas suku bunga juga turut menjadi fokus investor. Market movers lainya, Data Industrial Production Dan Trade Balance Jerman yang akan dirilis pada pukul 13:00 WIB berpeluang menjadi penggerak EURUSD.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak melemah menguji level support di 1384 – 1380 karena data tenaga kerja AS yang dilaporkan lebih baik dari perkiraan yang menguatkan dolar, namun kekhawatiran perlambatan ekonomi berpotensi menopang kenaikan harga emas menguji level 1405 – 1410.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek menguji level resisten di 58.40 – 58.90 karena ditopang oleh OPEC yang memperpanjang pembatasan produksi sembilan bulan ke depan. Sementara itu jika bergerak turun harga minyak berpeluang menguji level suport di 56.90 – 56.60.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 1.1170 – 1.1140 karena dolar yang menguat ditopang oleh data tenaga kerja AS, namun jika data Industrial Production Dan Trade Balance Jerman dirilis lebih baik dari ekspektasi EURUSD berpotensi menguji resisten di 1.1270 – 1.1290.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak turun menguji level support di 1.2450 – 1.2420 karena tertekan oleh laporan data ketenagakerjaan AS yang dirilis lebih baik dari ekspekatsi. Resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.2590 – 1.2620.

USDJPY

Menguatnya dolar karena didukung data tenaga kerja AS berpotensi menopang USDJPY bergerak naik menguji level resisen di 108.90 – 109.10. Sementara itu level support USDJPY berada pada kisaran 107.90 – 107.70.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak turun menguji level support 0.6950 – 0.6930 karena potensi kenaikan dolar lebih lanjut seiring data tenaga kerja AS yang dirilis lebih positif. Support AUDUSD berada pada kisaran 0.7000 – 0.7030.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 08/07/2019 pukul 09.41 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.