Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2018 terus meningkat menjadi USD120,7 miliar

  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2018 terus meningkat menjadi USD120,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan USD117,2 miliar pada akhir November 2018. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Peningkatan cadangan devisa pada Desember 2018 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penerbitan global bonds dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.
  • Survei Konsumen Bank Indonesia pada bulan Desember 2018 mengindikasikan bahwa optimisme konsumen terus menguat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2018 sebesar 127,0, meningkat dibandingkan dengan 122,7 pada bulan sebelumnya. Sementara secara triwulanan, rata-rata IKK Triwulan IV-2018 sebesar 123,0, lebih tinggi dibandingkan dengan 122,9 pada triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan tahun 2018, rata-rata IKK adalah sebesar 123,6, lebih tinggi dari rata-rata tahun sebelumnya. Peningkatan keyakinan konsumen ditopang perbaikan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan. Persepsi konsumen yang membaik tercermin dari peningkatan pembelian barang tahan lama. Sementara itu, optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan terutama didukung oleh ekspektasi kegiatan usaha. Peningkatan keyakinan konsumen terjadi pada seluruh tingkat pengeluaran responden dan secara spasial kenaikan keyakinan konsumen terjadi pada sebagian besar kota yang disurvei. Hasil survei juga menunjukkan tekanan kenaikan harga pada 3 bulan mendatang (Maret 2019) diperkirakan meningkat dibandingkan dengan tekanan harga pada bulan sebelumnya. Peningkatan itu terutama disebabkan oleh adanya kekhawatiran konsumen terhadap potensi kenaikan harga BBM, khususnya BBM nonsubsidi. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga 3 bulan yang akan datang sebesar 175,2, meningkat dari 174,1 pada bulan sebelumnya. Pada 6 bulan mendatang (Juni 2019), konsumen memperkirakan tekanan kenaikan harga meningkat disebabkan oleh permintaan yang meningkat selama bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga 6 bulan mendatang dari 175,1 pada bulan sebelumnya menjadi sebesar 176,7.

EKONOMI GLOBAL

  • Negosiasi dagang antara AS dengan China yang akan memasuki hari kedua (terakhir) akan menyita perhatian pasar keuangan di tengah minimnya data ekonomi penting yang dirilis pada hari ini dengan pasar sebagian besar terlihat optimis akan adanya progres pada pertemuan kali ini. Fokus lainnya yang berpotensi menjadi movers adalah laporan bahwa Arab Saudi berencana untuk mengurangi eskpor untuk menopang kenaikan harga dan mendukung anggaran mereka, dimana mereka berencana untuk mengurangi eskpor minyak mentah sekitar 800.000 barel per hari dari level November menjadi 7.1 juta barel per hari pada akhir bulan ini.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang melanjutkan penguatannya dari sesi sebelumnya di tengah sentimen melemahnya dollar karena data indeks non manufaktur AS yang pesimis semalam serta dovishnya sikap Fed Powell untuk menguji level resisten di $1295 – $1300. Untuk sisi bawahnya, level support terlihat di $1285 – $1280.

Minyak

Harga minyak berpeluang bergerak naik lebih lanjut, mengincar resisten di $49.25 – $49.80 karena sentimen rencana pengurangan ekspor minyak dari Arab Saudi dan meredanya kekhawatiran terhadap ketegangan dagang antara AS dengan China. Untuk sisi bawahnya, level support berada di $48.25 – $47.60.

EURUSD

Penguatan EURUSD berpeluang berlanjut dalam jangka pendek karena sentimen melemahnya dollar AS untuk mengincar resisten di 1.1520 – 1.1570. Untuk sisi bawahnya level support terlihat di 1.1440 – 1.1400. Data ekonomi hari ini yang dapat menggerakan EURUSD dapat datang dari perilisan laporan produksi industri Jerman pukul 14.00 WIB.

GBPUSD

Pernyataan Juru bicara PM May yang mengatakan bahwa tidak ada niat untuk perpanjang pasal 50 dan menegaskan batas akhir Brexit tanggal 29 Maret setelah sebelumnya diberitakan bahwa para pemimpin Inggris sedang menjajak kemungkinan perpanjangan Pasal 50, berpotensi memicu pelemahan GBPUSD jangka pendek untuk menguji support di 1.2740-1.2700. Untuk sisi atasnya level resisten berada di 1.2820 – 1.2860. Data ekonomi yang bisa diperhatikan hari ini adalah laporan Halifax HPI Inggris pukul 15.30 WIB.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek, khususnya jika data kepercayaan konsumen Jepang yang dirilis pukul 12.00 WIB hasilnya kurang menggembirakan dengan menguji level resisten di 109.00 – 109.50. Untuk sisi bawahnya, level support terlihat di area 108.30 – 107.80.

AUDUSD

Perilisan data neraca perdagangan Australia yang lebih rendah dari estimasi berpotensi bebani pergerakan AUDUSD jangka pendek untuk mengincar support di 0.7100 – 0.7060. Namunu, AUDUSD berpeluang berbalik menguat jika pasar mendapatkan katalis dari pelemahan dollar AS dan hasil positif dari negosiasi AS-China.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 08/01/2018 pukul 09.43WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.