Posisi cadangan devisa Indonesia cukup tinggi sebesar USD114,8 miliar pada akhir September 2018

  • Posisi cadangan devisa Indonesia cukup tinggi sebesar USD114,8 miliar pada akhir September 2018, lebih rendah dibandingkan dengan USD117,9 miliar pada akhir Agustus 2018. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Penurunan cadangan devisa pada September 2018 terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.
  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) akhir perdagangan pekan kemarin ditutup menguat meski tipis yakni +0,07% di level 232,7459. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) masing-masing juga menguat tipis sebesar +0,08% ke level 228,2102 dan +0,02% ke level 254,6706. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bearish meski tidak setinggi sebelumnya. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) naik +1,59bps. Rata-rata yield pada tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-maisng naik sebesar +0,71bps dan +2,12bps. Sementara rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) turun tipis –0,83bps. Meski demikian INDOBeXG-Effective Yield berhasil ditutup turun –0,0169poin di level 8,3338. Penguatan harga mewarnai ketiga seri SUN benchmark (FR0063, FR0064, dan FR0075). Harga seri FR0064 menguat paling tinggi hingga +88,52bps. Sementara harga seri FR0063 dan FR0075 masing-masing naik sebesar +38,67bps dan +6,08bps. Rata-rata harga SBN (FR&ORI) turut berbalik menguat yakni sebesar +4,09bps. INDOBeXG-Clean Price Jumat kemarin ditutup di level 106,9598, naik +0,06% dari penutupan sebelumnya. Sepinya aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder berlanjut hingga sesi end of day Total frekuensi turun –26,29% dari 890 kali menjadi 656 kali, dan total volume turun –30,39% dari Rp11,31tn menjadi Rp7,87tn. Penurunan volume terjadi pada seluruh transaksi SUN. Volume transaksi SUN tenor panjang turun paling besar hingga Rp1,48tn. Total volume terbesar Jumat kemarin hanya tercatat sebesar Rp972miliar oleh seri FR0078. Adapun frekuensi teraktif dicatatkan ORI012 sebanyak 177 kali. Untuk transaksi obligasi korporasi, total volume terbesar sebesar Rp342miliar oleh PTPP02ACN1, dan frekuensi teraktif sebanyak 8 kali oleh BMTR01ACN1 dan FIFA03ACN4. Penguatan harga yang mewarnai seri SUN benchmark sejak sesi siang berhasil bertahan hingga penutupannya. Meski demikian, penguatan harga tersebut diprediksi terpicu oleh aksi beli investor yang memanfaatkan momentum terkoreksinya harga SUN benchmark yang cukup dalam dalam beberapa hari sebelumnya. Sejalan dengan masih tingginya persepsi risiko di global, yang ditunjukkan dari naiknya CDS Indonesia tenor 5-tahun sebesar +2,96bps, tingkat imbal hasil SBN yang diminta investor juga masih relatif cukup tinggi. Sebagaimana diketahui, penguatan indeks dollar dan tren kenaikan yield US-Treasury masih menjadi sentimen dominan di pasar hingga akhir pekan kemarin. Laju positif pasar dapat tertahan pada awal pekan ini paska rilis cadangan devisa Indonesia bulan September yang turun ke level US$114,8miliar atau merupakan terendah sejak November 2016. Senada dengan pasar obligasi, IHSG pada penutupan Jumat kemarin turut ditutup melemah –0,43% di level 5.731,94. Pasar obligasi domestik berpotensi bergerak mendatar pada awal pekan ini. Faktor trading diprediksi masih akan mewarnai pasar, namun rilis cadangan devisa Indonesia bulan September yang turun menjadi US$114,8miliar dapat menjadi salah satu faktor yang dapat menahan laju positif harga SBN.

EKONOMI GLOBAL

  • Sempat tertopang oleh melemahnya dollar karena data non-farm payrolls bulan September yang dirilis lebih rendah dari estimasi, namun pada pembuka perdagangan pekan ini harga emas harus kembali tertekan hingga ke bawah level psikologis 1200. Yield treasury AS tenor 10 tahun yang mencapai level tertingginya sejak 2011 hingga mencapai 3,2% menjadi beban utama harga emas. Investor yang mempertimbangkan rendahnya angka pengangguran AS yang turun ke 3,7% dan revisi data non-farm payroll bulan Agustus menjadi katalis positif tingginya yield treasury AS. Lebih jauh, outlook kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan berlanjut. Diketahui angka pengangguran 3,7% merupakan angka terendah pada tahun ini bahkan angka rendah yang belum pernah tersentuh sejak 50 tahun terakhir. Revisi data non-farm payrolls bulan Agustus juga bertambah signifikan dari yang sebelumnya dilaporkan bertambah 201.000 menjadi 270.000.

Potensi Pergerakan

Emas

Belum mampu bertahan di atas level psikologis 1200, harga emas tampaknya masih dalam kecenderungan kembali melemah pada hari ini ke area support 1191. Resisten terdekat di level 1204.

Minyak Mentah

Adanya laporan yang mengatakan bahwa Rusia dan Arab Saudi sepakat untuk meningkatkan output sebagai langkah antisipasi berkurangnya output minyak dari Iran, berpotensi membebani pergerakan harga minyak pada hari ini mengincar level 72.00. Support terdekat di level 74.80.

EURUSD

Penguatan EURUSD perlu konsisten bergerak di atas level 1.1540 sebelum mengincar 1.1580. Jika gagal menembus level 1.1540 dan jika tingginya pencapaian yield treasury memicu momentum penguatan dollar kembali, maka potensi pelemahan EURUSD menguji kembali area level terendah pekan lalu di 1.1460.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang lanjutkan reli penguatan selama dua hari terakhir di tengah optimisme kejelasan Brexit. Outlook “no-deal” Brexit yang dianggap lebih baik dibandingkan “bad” deal berpotensi menopang sterling. Penguatan terdekat menguji resisten 1.3170 dengan support 1.3040.

USDJPY

Pencapaian yield treasury AS yang menekan aset safe haven termasuk yen berpeluang membawa USDJPY mengincar kembali area level tertinggi setahun 114.50. Kenaikan tersebut perlu menembus level psikologis 114.00. Support terdekat di level 113.40.

AUDUSD

Gap yang melebar antara yield treasury AS dengan Australia berpotensi kembali menekan AUDUSD pada hari ini. Pelemahan lebih lanjut mengincar level support terdekat 0.7015. Sedang berada di area level tertinggi sepanjang tahun 2018, tidak menutup kemungkinan juga memicu aksi short covering investor dengan resisten terdekat di area 0.7080 – 0.7090.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 08/10/2018 pukul 09.44 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.