Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Jateng Ke 56 Tahun

SEMARANG – PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) genap berusia 56 tahun. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Jateng sendiri digelar di Magelang, pada Sabtu (6/4).

Dalam kesempatan itu, Direktur Bisnis Retail dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Hanawijaya mengatakan, Program akselerasi dan transformasi selama 5 tahun terakhir, telah membawa banyak kemajuan perusahaan. Total aset meningkat signifikan, dari Rp 30,70 Triliun pada tahun 2013 menjadi Rp 66,84 Triliun per Desember 2018.

*Sekaligus menempatkan Bank Jateng sebagai Terbesar ke-2 diantara 27 BPD se-Indonesia. Peningkatan juga terjadi pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), penyaluran kredit dan laba usaha,” katanya.

Sementara itu, dalam kurun tahun 2014-2018, Bank Jateng juga mencatat kemajuan, antara lain sebagai Listed Company tahun 2015, Rekor MURI pelopor Bunga Rendah tahun 2016, Bank Umum Kategori BUKU-3 tahun 2018, dan Tingkat Kesehatan Bank Peringkat 2 (Sehat) oleh OJK tahun 2018.

“Keberhasilan dan kemajuan tersebut, suatu hal yang patut disyukuri dan mendapat apresiasi,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Hanawijaya Bank Jateng harus bersiap di era revolusi industri 4.0, dimana kondisi pasar telah berubah menjadi lebih rasional .
Menghadapi perubahan pasar ini, maka pihaknya tidak lagi hanya bisa mengandalkan kedekatan emosional semata. Melainkan, perlu peningkatan hubungan relasional secara lebih profesional.

“Seluruh jajaran kita tuntut agar lebih mengenali bisnis (know our business), sehingga ke depan akan paham kebutuhan organisasi, dan mampu mengeksekusi program secara cepat sesuai kebutuhan pasar,” tegasnya.

Program pembenahan teknologi, organisasi dan SDM, juga menjadi kunci utama untuk memenangi persaingan bisnis ke depan.

“Kegiatan enhancement teknologi akan diselesaikan paling lambat awal tahun 2020. Teknologi yang dimiliki, tidak hanya menjadi backbone operasional sesuai kebutuhan Bank Jateng saja, namun Insya Allah akan menjadi leader bagi pengembangan teknologi perbankan daerah,” jelasnya.

Dari segi organisasi, ke depan pihaknya akan menata ulang sesuai fokus bisnis, sehingga dapat merespon kondisi pasar dengan lebih cepat dan agile, dengan lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sesuai pasar.

“Perampingan struktur organisasi dan birokrasi agar fungsi komando lebih efektif. Mekanisme sinergi dan kolaborasi cross-selling akan dibuat lebih sederhana dan mudah sem ukuran service level agreement yang jelas,” paparnya.

Sementara untuk bidang SDM, Hanawijaya mengungkapkan akan terus dikembangkan program kaderisasi dan kepemimpinan.

“Manajemen telah berkomitmen untuk melakukan program penyiapan pemimpin dari dalam (growth from within). Program akselerasi pegawai internal dilaksanakan untuk menjaring kader terbaik, melalui proses seleksi dan kompetisi yang transparan. Namun demikian, untuk bidang bisnis baru dan bersifat tertentu, kita membuka diri mengundang profesional, agar Bank Jateng lebih lebih berlari mengejar ketertinggalan dari para pesaing,” imbuhnya.