Perdagangan Senin kemarin, seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat

  • Perdagangan Senin kemarin, seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,24% ke level 250,7584. Begitu pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang naik +0,26% ke level 245,6318, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,12% ke level 276,4412. Pergerakan kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –3,86bps. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar –2,42bps dan –4,73bps. Sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) naik tipis sebesar +0,02bps. INDOBeXG-Effective Yield perdagangan kemarin turun –0,0264poin ke level 7,8642. Mayoritas harga seri SUN benchmark dengan rata-rata sebesar +26,96bps. Hanya harga FR0077 yang melemah –5,02bps sedangkan ketiga seri lainnya naik pada rentang +5,95bps hingga +58,46bps. Harga SUN seri-seri FR dan ORI lainnya juga didominasi penguatan. Rata-rata harga SUN seri FR naik sebesar +21,08bps, sementara seri ORI naik +8,32bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price turut ditutup menguat yakni +0,19% di level 109,4893. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau turun. Total frekuensi turun sebesar –2,90% menjadi 570 transaksi sedangkan total volume turun sebesar –53,58% menjadi Rp5,76tn. Transaksi seri-seri SUN benchmark juga mencatatkan penurunan total volume menjadi sebesar Rp1,64tn (-61,32%). Seri FR0068 mencatat total volume transaksi terbesar yakni senilai Rp580miliar. Sedangkan frekuensi teraktif sebanyak 116 transaksi dicatatkan oleh seri FR0079. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar senilai Rp200miliar dicatatkan oleh seri BEXI03DCN4 sekaligus menjadi seri teraktif dengan mencatatkan 8 transaksi dalam sehari. Ditengah bayang-bayang perkembangan terbaru terkait kisruh dagang AS-China hingga dinamika Brexit, pasar obligasi sanggup mencatatkan positive return harian. Penguatan tersebut terlihat dari kenaikan harga mayoritas seri-seri SBN sehingga menopang penurunan imbal hasil mayoritas tenor dan kenaikan seluruh indeks return baik konvensional maupun syariah. Selain karena faktor trading, kinerja positif pasar diperkirakan juga karena semakin kondusifnya situasi dalam negeri paska aksi unjuk rasa pekan lalu dan menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. Pada perdagangan Senin kemarin, kurs spot Rupiah bergerak menguat dalam rentang Rp14.352/US$ hingga Rp14.382/US$ (Bloomberg). Senada dengan pergerakan pasar surat utang, kinerja pasar saham yang tercermin dari IHSG juga menguat sebesar +0,69% ke level 6.098,97. Pasar obligasi domestik berpotensi bergerak dalam tren terbatas pada perdagangan Selasa ini seiring minimnya sentimen lanjutan di pasar baik dari domestik maupun global. Pada hari ini, pemerintah kembali mengadakan lelang sukuk negara dengan melelang 1 seri SPN-S new issuance dan 5 seri PBS reopening. Target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp6,00tn.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China telah menopang permintaan safe haven untuk logam mulia dan data ekonomi AS yang lemah mendorong ekspektasi untuk penurunan suku bunga Federal Reserve. Market mover Selasa adalah rilis data CB Consumer Confidence AS yang akan dirilis pada pukul 21:WIB berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan harga emas.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1290 – 1295 karena ketegangan perdagangan AS-China yang menopang kenaikan minat investor terhadap aset aman. Support harga emas berada pada level 1280 – 1275.

MINYAK

Pemangkasan produksi minyak oleh OPEC yang terus berlangsung dan ketegangan geopolitik AS-Iran berpeluang menopang kenaikan harga minyak menguji level resisten di 60.00 -60.50. Namun peningkatan cadangan minyak AS berpeluang membatasi kenaikan harga minyak, support minyak di level 58.00 – 57.70.

EURUSD

Kemenangan partai pro Eni Eropa berpotensi menopang kinerja EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.1225 – 1.1250. Sementara itu support EURUSD berada pada kisaran 1.1160 – 1..1130.

GBPUSD

Dominasi partai Brexit dalam pemilu dan menguatnya peluang Boris Jhonson gantikan PM May berpeluang menekan GBPUSD menguji level support di 1.2630 – 1.2600. gagal menembus level support tersebut membuka peluang GBPUSD menguji level resisten di 1.2720 – 1.2750.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support 109.20 – 109.00 karena ketegangan perdagangan AS-China yang berpeluang meningkatkan minat investor terhadap aset aman. Resisten USDJPY berada pada level 109.80 – 110.00.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 0.6900 – 0.6870 di tengah China yang bereaksi terhadap sanksi AS pada Huawei dan telah menunda pembicaraan perdagangan dengan AS. Sementara itu resisten AUDUSD berada pada level 0.6950 – 0.6970.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 28/05/2019 pukul 10.30WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.