Perdagangan Rabu, seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup melemah

  • Perdagangan Rabu, seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup melemah. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,18% ke level 249,7088. Begitu pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang turun –0,19% ke level 244,4933, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun –0,06% ke level 276,1824. Pergerakan kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan Rata-rata yield tenor 1-30tahun naik sebesar +1,25bps. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) naik paling besar yakni +3,55bps sedangkan kedua kelompok tenor lainnya mencatatkan rata-rata kenaikan yield masing-masing sebesar: pendek (<5tahun) +1,94bps dan panjang (>7tahun) +0,84bps. INDOBeXG-Effective Yield perdagangan Rabu kemarin naik +0,0349poin ke level 7,9453. Seluruh harga seri SUN benchmark terkoreksi dengan rata-rata sebesar –55,06bps. Harga FR0068 turun paling dalam yakni –92,75bps sedangkan harga FR0077 turun paling rendah sebesar –21,47bps. Harga SUN seri-seri FR dan ORI lainnya juga didominasi penurunan dengan rata-rata sebesar –16,23bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price turut ditutup melemah yakni –0,22% di level 108,9274. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau meningkat dari sisi total frekuensi yakni sebesar +10,71% menjadi 703 transaksi sedangkan total volume turun sebesar –26,80% menjadi Rp9,82tn. Transaksi seri-seri SUN benchmark juga mencatatkan penurunan total volume menjadi sebesar Rp3,58tn (-25,06%). Seri FR0078 mencatat total volume transaksi terbesar yakni senilai Rp1,34tn. Sedangkan frekuensi teraktif sebanyak 302 transaksi dicatatkan oleh seri SR011. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar senilai Rp240miliar dicatatkan oleh seri TBIG03CN3 sedangkan seri teraktif diraih oleh SMFP04ACN6 dengan mencatatkan 7 transaksi dalam sehari. Performa negatif dicatatkan pasar obligasi dalam negeri pada perdagangan Rabu kemarin. Mayoritas obligasi negara seri fixed rate, ORI, hingga obligasi konvensional cenderung melemah sehingga turut menopang peningkatan yield dan penurunan indeks return obligasi domestik. Senada dengan sesi siangnya, tekanan pada pasar diperkirakan terpicu oleh meningkatnya persepsi risiko investor terhadap sentimen dari eksternal seperti perang dagang AS-China dimana China bersiap “membalas” provokasi dagang yang dilakukan AS. Selain itu, kenaikan indeks Dollar secara global yang mendorong terdepresiasinya Rupiah terhadap USD diperkirakan turut menambah tekanan bagi pasar SBN. Pada perdagangan Rabu, kurs spot Rupiah ditutup melemah 35poin ke level Rp14.410/US$ dan indikator risiko CDS Indonesia tenor 5-tahun naik +4,28bps ke level 113,48. Pasar obligasi Indonesia berpotensi bergerak terbatas pada perdagangan akhir pekan yang sekaligus menjadi hari perdagangan terakhir sebelum libur panjang Lebaran. Namun sentimen negatif dari global diprediksi tetap membayangi pergerakan pasar pada hari ini. Seperti diketahui, Presiden Trump kembali meningkatkan kekhawatiran pasar paska pernyataannya yang akan menaikkan tarif barang impor dari Meksiko dalam dua minggu kedepan.

EKONOMI GLOBAL

  • Pertumbuhan ekonomi AS yang melambat dilihat dari angka GDP yang dirilis semalam, melahirkan outlook bahwa probabilitas kenaikan suku bunga The Fed tahun ini semakin kecil. Bahkan semakin menguatkan bahwa The Fed cenderung akan memangkas tingkat suku bunganya. Hal ini menjadi katalis positif untuk harga emas. Namun, eskalasi perang dagang yang dilakukan AS turut membuat permintaan safe haven meningkat dan semakin menambah sentimen penguatan harga emas. Setelah dengan China, kabar terbaru bahwa Presiden AS Donald Trump akan mulai menaikan tarif impor barang dari Meksiko sebesar 5% yang diberlakukan per tanggal 10 Juni nanti. Bahkan sebelumnya, Trump juga sempat mengatakan akan mengurangi defisit perdagangan dengan Jepang saat Trump berkunjung ke sana. Hari ini penggerak harga emas selanjutnya ada dari rilis data Core PCE Price Index dan Personal Spending pukul 19.30 WIB serta indeks sentimen konsumen pukul 21.00 WIB.

Potensi Pergerakan

Emas

Di awal perdagangan hari ini, harga emas sudah terlihat bergerak naik dan menyentuh level resisten 1293. Jika mampu bergerak di atas level tersebut, harga emas punya peluang mengincar level 1297 – 1300. Support terdekat di 1284.

Minyak Mentah

Meski semalam Energy Information Administration (EIA) melaporkan adanya pengurangan suplai minayk di AS, namun angka pengurangannya lebih sedikit dibandingkan perkiraan. Hal tersebut membuat outlook bahwa produksi minyak di AS masih cenderung tinggi. Ditambah dengan sentimen eskalasi perang dagang yang membuat pasar kembali khawatir akan outlook perlambatan ekonomi global. Potensi pelemahan harga minyak mengincar area level 55.20 jika mampu konsisten bergerak di bawah 55.60. Resisten terdekat di 56.70.

EURUSD

Di tengah penantian kepastian kondisi politik di Zona Euro, hari ini rilis data pertumbuhan inflasi Jerman dapat menjadi perhatian. Diekspektasikan laju inflasi melambat di angka 0.3% di bawah sebelumnya 1.0%. Jika data ini kembali memperlihatkan outlook perlambatan ekonomi di Zona Euro, EURUSD berpotensi melemah. Level 1.1120 menjadi area support kuat, jika mampu menembus konsisten di bawah level tersebut, potensi turun selanjutnya ke 1.1095. Jika gagal menembus, potensi harga terkoreksi dengan resisten terdekat di 1.1165.

GBPUSD

Masih dalam tren turun, GBPUSD cenderung akan lanjut melemah di tengah belum ada katalis positif dari Inggris karena ketidakpastian Brexit yang terjadi. Level 1.2590 menjadi level support kuat dan jika mampu menembus konsisten level tersebut, potensi pelemahan selanjutnya mengincar area 1.2550. Resisten di level 1.2660.

USDJPY

Di tengah kondisi kekhawatiran eskalasi perang dagang AS terhadap negara-negara mitra dagangnya berpotensi menimbulkan sentimen risk aversion di pasar. Sehingga para pelaku pasar cenderung akan beralih ke safe haven yen. Potensi USDJPY turun jika mampu menembus konsisten 109.10, akan mengincar area level 109.00. REsisten terdekat di 109.75.

AUDUSD

Rilis data indeks aktivitas manufaktur China ternyata cenderung melambat dari ekspektasi. Ini masih menjadi perhatian karena kondisi kembali memanasnya hubungan antara AS dan China. Meski begitu, pergerakan AUDUSD nampaknya akan konsolidasi untuk menguji level 0.6900 sebelum punya punya peluang melemah lebih lanjut ke level 0.6885. Jika harga belum mampu menembus 0.6900, potensi harga naik dengan resisten terdekat di 0.6935.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 31/05/2019 pukul 11.40WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.