Perdagangan kemarin, seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup melemah

  • Perdagangan kemarin, seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup melemah. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,24% ke level 250,1501. Begitu pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang turun –0,27% ke level 244,9640, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun –0,03% ke level 276,3553. Pergerakan kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola Rata-rata yield tenor 1-30tahun naik sebesar +2,57bps. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) naik paling besar yakni +3,85bps sedangkan kedua kelompok tenor lainnya mencatatkan rata-rata kenaikan yield masing-masing sebesar: pendek (<5tahun) +0,52bps dan panjang (>7tahun) +2,76bps. INDOBeXG-Effective Yield perdagangan kemarin naik +0,0462poin ke level 7,9104. Seluruh harga seri SUN benchmark terkoreksi dengan rata-rata sebesar –56,88bps. Harga FR0068 turun paling dalam yakni –98,45bps sedangkan harga FR0077 turun paling rendah sebesar –9,98bps. Harga SUN seri-seri FR dan ORI lainnya juga didominasi penurunan dengan rata-rata sebesar –23,82bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price turut ditutup melemah yakni –0,30% di level 109,1639. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau meningkat. Total frekuensi naik sebesar +11,40% menjadi 635 transaksi sedangkan total volume meningkat sebesar +133,04% menjadi Rp13,41tn. Transaksi seri-seri SUN benchmark juga mencatatkan kenaikan total volume menjadi sebesar Rp4,78tn (+191,79%). Seri PBS014 mencatat total volume transaksi terbesar yakni senilai Rp2,90tn. Sedangkan frekuensi teraktif sebanyak 89 transaksi dicatatkan oleh seri FR0079. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar senilai Rp210miliar dicatatkan oleh seri WSKT03ACN4 sedangkan seri teraktif diraih oleh PPRO01ACN2 dengan mencatatkan 12 transaksi dalam sehari. Menutup perdagangan sesi Selasa kemarin, pasar obligasi domestik menunjukkan kinerja negatif. Kondisi tersebut terlihat dari turunnya harga 36 seri dari 38 seri fixed rate yang beredar di pasar sehingga turut mendorong kenaikan yield pada mayoritas tenor obligasi negara. Tekanan di pasar diperkirakan lebih disebabkan oleh faktor global yakni terkait situasi perang dagang AS-China yang belum menemui titik terang dan perkembangan terbaru dari Brexit paska pengunduran diri PM Theresa May. Selain itu, antisipasi investor menjelang libur panjang Lebaran diperkirakan turut menambah tekanan untuk pasar SBN. Sejalan dengan pasar obligasi, kinerja IHSG turut menurun ke level 6.033,14 (-65,83poin). Sebagai informasi, Selasa kemarin pemerintah telah mengadakan lelang sukuk negara dimana penawaran masuk tercatat sebesar Rp13,48tn dan dana yang diserap pemerintah sebesar Rp5,16tn. Seiring masih minimnya sentimen penggerak lanjutan di pasar obligasi, pergerakan pasar pada hari ini diperkirakan bergerak terbatas. Pelaku pasar diperkirakan masih akan concern dan mencermati perkembangan lanjutan dari kondisi AS-China sambil menunggu rilis estimasi kedua GDP AS pada Kamis mendatang.

EKONOMI GLOBAL

  • Euro melemah terhadap dolar karena data keyakinan konsumen AS yang dirilis lebih baik dari ekspektasi. Selain itu ketegangan politik tentang siapa yang akan memerintah Eropa ketika Uni Eropa bertemu untuk memutuskan siapa yang akan menggantikan Jean-Claude Juncker sebagai presiden Komisi Eropa, masih akan menjadi perhatian pasar. Market movers lainya adalah dari German Buba President Weidmann Speaks dan German Unemployment Change yang akan dirilis mulai pukul 14:00 WIB. Bank Of Canada akan mengumumkan tingkat suku bunga dan kebijakan moneternya pada pukul 21:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support di 1274 – 1270 seiring dolar yang kembali menguat ditopang data CB Consumer Confidence, namun ketegangan perdagangan yang terus berlangsung antara AS-China berpotensi menopang emas menguji resisten di 1285 – 1290.

MINYAK

Potensi perlambatan ekonomi global karena ketegangan perdagangan AS-China yang berimbas pada menurunya permintaan minyak berpeluang menekan harga minyak menguji level support 57.80 – 57.50. Namun pemangkasan produksi minyak oleh OPEC berpotensi masih menjadi katalis positif harga minyak, resisten berada pada kisaran 59.80 – 60.30.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun menguji level support di 1.1130 – 1.1100 seiring ketegangan politik tentang siapa yang akan memerintah Eropa menggantikan Jean-Claude Juncker sebagai presiden Komisi Eropa. Resisten EURUSD berada pada kisaran 1.1200 – 1.1230.

GBPUSD

Kekhawatiran Brexit dan menguatnya dolar AS berpotensi menekan turun GBPUSD menguji level support di 1.2600 – 1.2580. Sementara itu level resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.2720 – 1.2750.

USDJPY

Di tengah ketegangan perdagangan AS-China yang terus berlangsung investor cenderung memilih aset aman, USDJPY berpeluang bergerak turun menguji level support di 108.70 – 108.50. Resisten USDJPY berada di level 109.80 – 110.00.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak melemah menguji level support di 0.6890 – 0.6870 seiring ketegangan perdagangan AS-China yang tak kunjung usai. Resisten AUDUSD berada pada kisaran 0.6950 – 0.6970.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 29/05/2019 pukul 12.53 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.