Pengurus KPK Adlinsyah M Nasution memberi pengarahan kepada utusan dari 35 pemda se-Jateng di Hotel Artos Magelang

Tidak Perlu Takut, KPK ada di Belakang Pemda.

MUNGKID – Pejabat dari 35 pemerintah daerah se-Jateng diundang dalam acara implementasi program monitoring potensi penerimaam pajak daerah di ruang pertemuan Hotel Artos Magelang, kemarin. Acara itu dihadiri pengurus KPK Adlinsyah M Nasution yang memberikan arahan kepada utusan pemda se-Jateng.

”Tidak perlu takut, KPK ada di belakang pemda,” kata Dirut Bank Jateng Supriyatno ketika ditemui di sela-sela acara itu.

Selebihnya dia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan proses membantu walikota maupun bupati agar penerimaan pajak daerah yang bersumber dari hotel, restoran, maupun parkir akan menjadi hak pemda dan bisa diterima dengan maksimal. Sebagai contoh dari implementasi program itu di beberapa daerah, kenaikan PAD yang bersumber dari pajak hotel, restoran, maupun parkir, naiknya bukan hanya 10 sampai 50 persen, tetapi bisa sampai 400 persen. Itu menunjukkan sistem tersebut akan membantu dan meningkatkan penerimaan pajak daerah.

Bank Jateng, kata dia, merupakan fasilitator yang ada di belakang pemkab dan pemkot dengan cara membantu memasang aplikasi, sehingga bisa menghitung secara riil dari transaksi. Misalnya saja 11 persen untuk pengusaha dan 10 persen hak pemda.

Terkait hal itu sementara ini Bank Jateng sudah mengaplikasikan 15 pamkab dan pemkot. Sementara yang 20 pemda menyusul. Maka dari itu, kata dia, kemarin seluruh pemkab dikumpulkan di Magelang agar semuanya bisa menerima informasi tentang implementasi program monitoring potensi penerimaam pajak daerah.

Dengan kehadiran petugas KPK, lanjutnya, akan meningkatkan kesadaran.
”Eh KPK ada di belakang pemda, gak perlu takut,” ujarnya.

Dikatakan, Bank Jateng sebagai BUMD yang didirikan dan ditunjuk sebagai mitra strategis pemda memiliki komitmen untuk terus bersama-sama mengembangkan berbagai layanan. Sejalan dengan kebijakan berupa Gerakan Nasional Non Tunai, maka Bank Jateng telah bekerja sama dengan 36 Pemda se-Jawa Tengah, diantaranya berupa layanan digitalisasi atau elektronifikasi pengelolaan keuangan daerah, baik di sisi penerimaan maupun sisi pengeluaran keuangan daerah.
 
Dari sisi penerimaan, Bank Jateng di antaranya telah mengimplementasikan  layanan cash management system (CMS) di 36 pemda, e-Tax di 35 kabupaten/kota, Host to Host PBB di 15 Kabupaten/Kota, dan e-Retribusi di 12 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Bank Jateng juga telah mengimplementasikan aplikasi SP2D Online di seluruh
Pemda se-Jawa Tengah