Pada perdagangan Rabu, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 247,9500, menguat +0,11% dari penutupan sebelumnya

  • Pada perdagangan Rabu, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 247,9500, menguat +0,11% dari penutupan sebelumnya. Penguatan juga dicatatkan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yakni masing-masing sebesar +0,12% ke level 243,0907, dan +0,11% ke level 271,6364. Pola bullish terjadi pada kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve). Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun turun sebesar –1,11bps. Adapun masing-masing kelompok tenor mencatatkan penurunan rata-rata yield sebesar: tenor pendek (<5tahun) -2,41bps, menengah (5-7tahun) -3,24bps, dan panjang (>7tahun) -0,61bps. Oleh karenanya INDOBeXG-Effective Yield turut ditutup turun yakni –0,0252poin di level 7,7697. Harga kelompok SUN benchmark bergerak mixed dengan rata-rata harga pada seluruh seri turun –2,31bps. Harga FR0077 dan FR0078 turun masing-masing sebesar –4,26bps dan –12,50bps. Sedangkan harga FR0068 dan FR0079 naik masing-masing sebesar +1,82bps dan +5,72bps. Meski demikian, harga SUN secara keseluruhan (tipe FR&ORI) dominan menguat dengan rata-rata harga naik sebesar +6,68bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin mencatatkan kenaikan sebesar +0,10% ke level 110,1113. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi kemarin cenderung stagnan dengan total frekuensi 810 transaksi (+1,25%), dan total volume sebesar Rp16,58tn (-1,42%). Jika dilihat transaksi SUN-nya, kenaikan volume dicatatkan oleh kelompok tenor menengah yakni Rp1,67tn. Sementara kelompok tenor pendek dan panjang mencatatkan akumulasi penurunan volume hingga Rp1,62tn. Pada perdagangan kemarin, FR0077 bertahan tercatat sebagai seri yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp3,80tn. Sedangkan pada obligasi korporasi, total volume transaksi terbesar adalah sebesar Rp56miliar oleh BBRI02DCN2. Setelah sempat tertekan pada sesi siang, pasar obligasi domestik berhasil ditutup menguat pada akhir sesi end of day. Ditengah semakin berlikunya proses Brexit setelah Parlemen Inggris menolak secara resmi proposal yang diajukan Theresa May, rilis inflasi AS bulan Februari yang hanya mencapai 1,5%yoy atau terendah sejak September 2016 menjadikan sentimen positif bagi pasar. Rendahnya inflasi AS menunjukkan bahwa daya beli masyarakat AS masih belum pulih. Kondisi tersebut menimbulkan adanya persepsi pasar bahwa the Fed kemungkinan hanya akan menaikkan FFR sebanyak 1x di tahun ini. Selain itu, stabilnya Rupiah diprediksi turut menjadi penopang penguatan harga SUN. Di pasar spot, Rupiah kemarin ditutup di level Rp14.265/US$ dari sebelumnya di level Rp14.267/US$. Senada dengan pasar surat utang, IHSG kemarin juga ditutup menguat sebesar +0,37% di level 6.377,58. Pasar obligasi domestik berpotensi bergerak terbatas pada pada perdagangan hari ini. Ditengah belum adanya sentimen baru yang mendominasi pasar, pergerakan pasar hari ini diprediksi lebih di-drive oleh faktor trading ditengah bayang-bayang kelanjutan proses Brexit.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Anggota parlemen Inggris memilih untuk menolak meninggalkan Uni Eropa tanpa perjanjian, namun anggota parlemen sekarang diharapkan pada hari Kamis untuk memilih penundaan Brexit pada 29 Maret. Market movers lainya berasal dari data Data Fixed Asset Investmen Dan Industrial China yang akan dirilis pada pukul 09.00 WIB yang berpotensi menjadi katalis AUDUSD.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1316-1318 karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven dibalik gejolak Brexit dan melemahnya dollar AS. Support harga emas berada pada kisaran 1304 – 1300.

MINYAK

Ditopang oleh berkurangnya cadangan minyak AS, sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela serta pemangkasan prosuksi minyak oleh OPEC berpotensi menopang harga minyak menguji level resisten di 52.25 – 52.50. Support harga minyak berada pada level 57.25 – 57.00.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak naik pada dalam jangka pendek menguji level resisten di 1.1380 -1.1400 jika serangkaian data zona euro dirilis lebih tinggi dari ekspektasi. Sementara itu support EURUSD berada pada level 1.1280 -1.1240.

GBPUSD

Berita anggota parlemen Inggris memilih untuk menolak meninggalkan Uni Eropa tanpa perjanjian penarikan berpotensi menopang kenaikan GBPUSD menguji resiste di 1.3420 – 1.3460. Support GBPUSD berada pada kisaran 1.1365 – 1.1320.

USDJPY

Selama bergerak di bwah level resisten di kisaran 111.50 -111.80 USDJPY berpeluang bergerak menguji level support pada kisaran 110.80 – 110.50.

AUDUSD

Rilis data Fixed Asset Investmen Dan Industrial China yang lebih baik dari ekspektasi berpeluang menopang kenaikan AUDUSD menguji level resisten di 0.7120 – 0.7140, Support AUDUSD berada pada kisaran 0.7040 – 0.7020.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 14/03/2018 pukul 09.50WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.