Pada perdagangan kemarin, seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat

EKONOMI DOMESTIK

  • Pada perdagangan kemarin, seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,39% ke level 264,0894. Sedangkan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik +0,41% ke level 259,2315; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,22% ke level 286,6779. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun sebesar –4,08bps dengan penurunan terbesar dialami kelompok tenor menengah (5-7tahun) yakni –5,47bps. Penurunan berikutnya diikuti oleh tenor pendek (<5tahun) sebesar –4,37bps dan tenor panjang (>7tahun) sebesar –3,85bps. INDOBeXG-Effective Yield perdagangan kemarin turun –0,0652poin ke level 7,2177. Penguatan harga mewarnai seluruh seri SUN benchmark. Harga FR0078 naik paling tinggi sebesar +61,98bps; sedangkan seri FR0079 naik paling rendah sebesar +19,23bps. Pada perdagangan kemarin kelompok SUN benchmark mencatatkan rata-rata harga sebesar +34,85bps. Secara keseluruhan, harga SUN baik seri FR maupun ORI juga dominan menguat dengan rata-rata pada seluruh serinya naik sebesar +33,62bps. Sehingga INDOBeXG-Clean Price turut bergerak naik ke level 113,6031 (+0,35%). Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau menurun dengan total frekuensi sebanyak 734 transaksi (-6,97%) dan total volume sebesar Rp9,31tn (-32,00%). Penurunan volume banyak dialami transaksi SUN tenor panjang dengan akumulasi penurunan hingga Rp2,23tn. SBN teraktif ditransaksikan dicatatkan oleh FR0075 sebanyak 96 kali. Sedangkan total volume terbesar senilai Rp1,04tn dicatatkan seri FR0078. Adapun untuk obligasi korporasi, frekuensi teraktif dan total volume terbesar dicatatkan oleh 1 seri yang sama yakni ISAT03BCN2 yakni 8 transaksi dengan akumulasi nilai Rp350miliar. Positive return harian berhasil dicatatkan pasar obligasi Indonesia pada perdagangan awal pekan kemarin. Kondisi tersebut tercermin dari menguatnya harga 43 seri fixed rate dan ORI yang beredar di pasar sehingga sanggup mendorong penurunan imbal hasil obligasi negara pada seluruh tenornya. Alhasil, seluruh indeks return baik obligasi konvensional dan sukuk turut mencatatkan peningkatan kinerja. Senada dengan sesi siangnya, penguatan pada pasar SBN diperkirakan masih dipicu oleh euforia positif pasar terhadap pidato kenegaraan Jokowi terkait nota keuangan tahun 2020 yang dirasa lebih realistis. Selain itu, tengah membaiknya hubungan dagang AS-China paska pernyataan bernada dovish Presiden Trump semakin menurunkan persepsi risiko di pasar. Indikator risiko investor global terhadap pasar domestik yang tercermin dari pergerakan CDS Indonesia tenor 5-tahun tercatat turun sebesar –0,81bps ke level 93,35. Pada perdagangan Selasa ini, pasar obligasi berpotensi meneruskan performa positifnya. Katalis positif di pasar diperkirakan lebih didorong oleh meredanya tensi dagang AS-China paska pernyataan Presiden Trump yang kembali memperbolehkan perusahaan AS untuk berbisnis dengan perusahaan asal China, Huawei, selama 90 hari kedepan. Selain itu, berbagai rencana stimulus tambahan yang akan diberikan Bank Sentral China, AS, serta Eropa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diprediksi sanggup menjadi tenaga tambahan untuk penguatan pasar SBN.

EKONOMI GLOBAL

Dolar bertahan pada level tertinggi tiga minggu pada hari selasa 20-8 karena ekspektasi pasar bahwa ekonomi global akan melndapatkan stimulus baru dan peningkatan selera untuk aset berisiko mengangkat hasil pada obligasi pemerintah AS. Market movers lainya adalah RBA Monetary Policy Meeting Minutes pada pukul 8:30 WIB dan Data Manufacturing Sales Kanada pada pukul 19:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun pada kisaran 1490 – 1485 karena tertekan oleh minat para pelaku pasar yang meningkat pada aset-aset beresiko, level resisten harga emas berada pada level 1505 – 1510.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 56.65 – 57.00 di tengah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah setelah pemberontakan Yaman mengyerang kilang minyak Arab Saudi. Sementara itu support berada pada kisaran 55.40 – 55.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak melanjutkan penurunan dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.1050 – 1.1020 seiring rilis data ekonomi zona euro di bawah ekspektasi membuka peluang ECB lebih cepat melonggarkan kebijakan moneter. Resisten EURUSD 1.1120 – 1.1150.

GBPUSD

Kekhawatiran pasar akan dampat hard Brexit berpotensi menekan GBPUSD untuk menguji level support di 1.2080 – 1.2050. jika menguat GBPUSD berpotensi menguji resisten di 1.1275 – 1.1200.

USDJPY

USDJPY berpeuang bergerak naik menguji level resisten di 106.90 – 107.10 karena tertopang oleh tingginya minat pelaku pasar pada aset berisiko dan dolar AS yang menguat. level support USDJPY berada pada kisaran 106.20 – 106.00.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 0.6735 – 0.6720 jika dalam pernyataanya RBA memberikan pandangan yang dovish. resisten AUDUSD berada pada kisaran 0.6795 – 0.6820.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 20/08/2019 pukul 09.49WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.