Pada perdagangan kemarin, kinerja Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,09%

  • Pada perdagangan kemarin, kinerja Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,09% ke level 264,8671. Begitu pula dengan kinerja INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) yang turun –0,10% ke level 259,9977. Namun demikian kinerja INDOBeXC -Total Return (return obligasi korporasi) sanggup naik tipis sebesar +0,01% ke level 287,4982. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun sebesar –0,55bps. Penurunan yield dialami kelompok tenor panjang (>7tahun) yakni –0,94bps. Sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) naik masing-masing sebesar +0,65bps dan +0,88bps. INDOBeXG-Effective Yield perdagangan kemarin naik +0,0237poin ke level 7,1858. Penurunan harga mewarnai seluruh seri SUN benchmark. Harga FR0079 turun paling tinggi sebesar –31,02bps; sedangkan harga seri FR0078 turun paling rendah sebesar –3,75bps. Pada perdagangan kemarin kelompok SUN benchmark mencatatkan rata-rata harga sebesar –21,27bps. Secara keseluruhan, harga SUN baik seri FR maupun ORI didominasi penurunan harga dengan rata-rata pada seluruh serinya turun sebesar –9,19bps. Sehingga INDOBeXG-Clean Price turut menurun ke level 113,8500 (-0,13%). Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau menurun. Total frekuensi turun sebesar –21,69% menjadi 715 transaksi. Sementara itu total volume turun sebesar –17,44% menjadi Rp11,78tn. Sementara itu pada transaksi benchmark, total volumenya juga menurun sebesar –48,26% menjadi Rp2,91tn. Seri FR0075 masih menjadi yang teraktif dengan 147 transaksi dan FR0064 mencatat volume terbesar senilai Rp2,14tn. Adapun untuk obligasi korporasi, seri BEXI03CCN4 menjadi yang teraktif dengan 10 transaksi sekaligus mencatat volume terbesar senilai Rp180miliar. Pada perdagangan Jumat kemarin, pasar obligasi dalam negeri bergerak melemah dengan kecenderungan terbatas. Hal tersebut terlihat dari mayoritas harga obligasi negara seri fixed rate dan ORI yang didominasi penurunan. Alhasil indeks return obligasi negara serta komposit turut mencatatkan negative return harian. Paska meredanya euforia terhadap pemangkasan BI 7-day RR, faktor penggerak di pasar akhir pekan kemarin diperkirakan lebih disebabkan oleh concern investor terhadap pidato terbaru Gubernur The Fed terkait bagaimana sikap The Fed selanjutnya. Selain itu, turunnya aktivitas perdagangan di pasar sekunder baik dari sisi volume maupun frekuensi juga mengindikasikan sikap wait and see pelaku pasar. Berkebalikan dengan pelemahan pasar surat utang, kinerja pasar saham domestik yang terlihat dari indikator IHSG sanggup meningkat sebesar +0,265 ke level 6.255,60. Pasar obligasi domestik berpotensi berada dalam tekanan pada perdagangan Senin ini. Faktor negatif lebih didorong oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap perang dagang lanjutan AS-China paska keputusan pemerintah China yang mengenakan tarif baru sebesar 5-10% untuk produk impor asal US dan sebesar 25% terhadap mobil produksi US sebagai “kebijakan balasan” atas tindakan Amerika. Pada pembukaan pagi ini, kurs spot Rupiah dibuka melemah ke level Rp14.245/US$.

EKONOMI GLOBAL

  • Di akhir pekan kemarin, dolar AS alami pelemahan tajam setelah rencana tarif import baru dari Tiongkok diumumkan, sebesar $75 miliar untuk produk-produk impor AS. Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan pernyataan balasan, akan mengenankan tarif sebesar $550 miliar untuk produk impor dari Tiongkok, beberapa jam setelahnya. Memicu aksi beli aset safe haven di pasar. Sedangkan sebelumnya, Ketua Federal Reserve Jerome Powell sempat menyatakan The Fed hanya akan bertindak seperlunya untuk menjaga perekonomian AS, mengindikasikan The Fed tidak akan agresif melakukan pemlonggaran, tetapi para pelaku pasar sudah meningkatkan ekspektasi pemotongan suku bunga acuan AS dalam waktu dekat. Fokus data utama adalah data Core Durable Goods AS pada jam 19:30 WIB, bila dirilis lebih baik dari ekspektasi dapat mendorong turun harga emas. Data penting lainnya awwal pekan ini adalah data Jerman IFO Business Climate pada jam 15:00 WIB, jika hasil yang dirilis lebih tinggi dari estimasi berpotensi kuatkan mata uang EURUSD.

Potensi Pergerakan

EMAS

Berpotensi lanjutkan kenaikan, harga emas dapat mencoba level $1555 -1560 ditengah minat beli aset safe haven yang ipicu perang dagang AS – Tiongkok semakin memanas. Sebaliknya harga emas mungkin terkoreksi turun di kissaran $1530 – 1540 bila dolar AS mengalami penguatan.

MINYAK

Harga minyak berpotensi turun ke kisaran $52.00 – 52.35 ditengah kekhawatiran penyusutan permintaan akibat perang dagang yang berlanjut. Tetapi berpotensi koreksi naik menguji level $54.25 – 54.75.

EURUSD

Pergerakan EURUSD berpotensi naik menguji level 1.1200 – 1.1220 ditengah pelemahan dolar akibat perang dagang dan ekspektasi data ekonomi yang lebih baik dari estimasi pada jam 15:00 WIB dapat mendorong pengautan lebih tinggi. Sebaliknya pelemahan mungkin menguji level 1.1050 – 1.1100.

GBPUSD

Pelemahan dolar masih berpotensi mendorong GBPUSD naik menguji level 1.2300 – 1.2350. sebaliknya pelemahan GBPUSD mungkin menguji support 1.2200 – 1.2250.

USDJPY

USDJPY gap turun di pembukaan hari ini dengan minat beli aset safe haven yen Jepang, berpotensi dorong turun ke kisaran 104.00 – 104.30. Sebaliknya koreksi naik dapat menguji level 106.00 – 106.50.

AUDUSD

Kekhawatiran perekonomian yang melemah, AUDUSD berpeluang turun menguji level 0.6650 – 0.6675. Koreksi naik dapat menguji 0.6725 – 0.6775.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 26/08/2019 pukul 09.45 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.