Pada Perdagangan Kemarin, Ketiga Indeks Return Obligasi Indonesia Seri-seri Konvensional Terpantau Bergerak Terbatas

  • Pada perdagangan kemarin, ketiga indeks return obligasi Indonesia seri-seri konvensional terpantau bergerak terbatas. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,03% ke level 248,0748, INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) naik +0,03% ke level 242,7926, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,04% ke level 275,1943. Pergerakan kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) juga tampak terbatas. Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –0,22bps dengan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor adalah sebesar: tenor pendek (<5tahun) -0,79bps, menengah (5-7tahun) -0,71bps, dan panjang (>7tahun) -0,06bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin turun –0,0025poin ke level 8,0284. Harga ketiga seri SUN benchmark yakni FR0077, FR0078, dan FR0068 terpantau terkoreksi pada kisaran –0,39bps hingga –15,76bps. Sedangkan harga seri FR0079 naik sebesar +28,59bps. Meski demikian, harga SUN seri-seri FR dan ORI tampak didominasi penguatan dengan rata-rata pada ke 41 serinya naik tipis sebesar +0,98bps. INDOBeXG-Clean Price pada perdagangan kemarin ditutup di level 108,3281 (+0,01%). Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau sangat sepi dengan total volume hanya sebesar Rp3,41tn (-83,92%) dan total frekuensi 504 transaksi (-31,89%). Transaksi seri-seri SUN benchmark juga tampak sepi dengan total volume sebesar Rp1,20tn (-93,11%) dalam 259 transaksi (-34,60%). Total volume transaksi kelompok SUN terbesar kemarin hanya tercatat senilai Rp359miliar oleh seri FR0078. Sedangkan frekuensi teraktif sebanyak 193 transaksi dicatatkan seri FR0079. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar senilai Rp210miliar dicatatkan oleh seri ADMF04BCN5. Seri tersebut sekaligus tercatat sebagai seri teraktif yang ditransaksikan yakni sebanyak 6 kali. Pasar obligasi tampak bergerak sideways pada perdagangan kemarin terpicu oleh situasi politik dalam negeri yang kurang kondusif paska kemenangan pasangan Jokowi—Ma’ruf Amin sebagai Presiden terpilih periode 2019-2024. Sebagaimana diketahui, pada perdagangan kemarin banyak perusahaan diliburkan guna mengantisipasi gejolak politik yang sedang terjadi dan turut menyebabkan sepinya transaksi di pasar sekunder obligasi. Harga SUN seri FR dan ORI terpantau bergerak di antara –17,10bps hingga +28,59bps, sementara perubahan tingkat imbal hasil/yield SBN pada seluruh tenor juga berada di rentang –1,36bps hingga +0,12bps. Situasi ibukota yang tidak kondusif tersebut diprediksi memicu keluarnya asing untuk sementara waktu dari pasar SBN. Dalam 2 hari ini (20-21 Mei) asing telah membukukan net sell sebesar Rp4,73tn dan diperkirakan masih akan berlanjut sehingga turut menekan Rupiah yang pada perdagangan kemarin melemah hingga ke level Rp14.525/US$ (Bloomberg). Pada perdagangan hari ini, aktivitas pasar sekunder obligasi diprediksi sudah mulai berangsur-angsur pulih. Meski demikian, pergerakan pasar masih berpotensi bergerak sideways ditengah belum adanya sentimen lanjutan yang dominan serta maraknya aksi wait and see baik baik terkait perkembangan terkini situasi politik dalam negeri dan hubungan dagang AS-China. Sebagaimana diketahui sehari paska Amerika memberi kelonggaran pada perusahaan Huawei, mereka justru kembali memberlakukan pembatasan pada perusahaan teknologi China lainnya.

EKONOMI GLOBAL

  • Setelah dapatkan informasi mengenai langkah FOMC di masa mendatang, hari ini fokus para pelaku pasar akan tertuju pada berbagai data dan acara yang berlangsung di kawasan Eropa seperti data indeks manufaktur Perancis pukul 14:15 WIB, Jerman pukul 14:30 WIB, zona Euro pukul 15:00 WIB sebelum perhatian akan tertuju pada notula rapat pertemuan terakhir European Central Bank pukul 18:30 WIB dan pemilu pertama parlemen Eropa. Data ekonomi lainnya yang dapat memicu pergerakan pasar berpotensi datang dari perilisan klaim pengangguran AS pukul 19:30 WIB, indeks manufaktur dan jasa AS pukul 20:45 WIB dan penjualan rumah baru AS pukul 21:00 WIB yang akan memicu pergerakan dollar AS.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang melemah dalam jangka pendek pada outlook menguatnya dollar AS setelah hasil minutes FOMC semalam menunjukkan bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga untuk beberapa waktu kedepan untuk menguji level support di $1270 – $1265. Jika bergerak naik level resisten terlihat di $1278 – $1283.

Minyak

Harga minyak berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek pada sentimen meningkatnya cadangan minyak dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global untuk membidik support di $61.00 – $60.50. Namun jika outlook ketegangan AS – Iran kembali mencuat, harga minyak berpeluang bergerak naik mengincar resisten di $61.80 – $62.30.

EURUSD

EURUSD berpeluang melemah dalam jangka pendek pada sentimen menguatnya dollar AS untuk menguji support di 1.1130 – 1.1080. Namun jika bergerak naik level resisten berada di 1.1190 – 1.1240. Fokus hari ini tertuju pada data indeks manufaktur Perancis pukul 14:15 WIB, Jerman pukul 14:30 WIB, zona Euro pukul 15:00 WIB, notula rapat pertemuan terakhir European Central Bank pukul 18:30 WIB dan pemilu pertama parlemen Eropa.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang melemah dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.2630 – 1.2580 seiring masih merebaknya kekhawatiran terhadap ketidakpastian Brexit pada potensi mundurnya PM Theresa May dan mundurnya pemimpin DPR Andrea Leadsom yang sebelumnya pro pemerintah. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1.2690 – 1.2740.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek pada outlook menguatnya dollar AS dan pesimisnya data manufaktur Jepang untuk mengincar resisten di 110.50 – 111.00. Sebaliknya jika bergerak turun, level support terlihat di 109.90 – 109.40.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang akan bergerak turun dalam jangka pendek pada sentimen menguatnya dollar AS serta masih belum adanya kepastian dalam hubungan dagang AS-China untuk menguji support di 0.6850 – 0.6800. Namun jika bergerak naik, level resisten berada di 0.6910 – 0.6960.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 23/05/2019 pukul 16.05WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.