Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kembali melemah –0,1654poin ke level 240,5215

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kembali melemah –0,1654poin ke level 240,5215. Penurunan tersebut didorong oleh kinerja INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang turun sebesar –0,1598poin ke level 235,7431 serta INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang melemah –0,1988poin ke level 263,9782. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) naik paling besar yakni +4,62bps. Kemudian disusul oleh tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) yang naik masing-masing sebesar +1,56bps dan +1,33bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup di level 8,1798 atau naik +0,0203poin dari penutupan sebelumnya. Koreksi harga mewarnai seri FR0077 dan FR0078 masing-masing sebesar –11,07bps dan –18,82bps. Sedangkan penguatan harga dicatatkan oleh seri FR0068 dan FR0079 masing-masing sebesar +2,37bps dan +2,62bps. Mayoritas harga seri SBN baik tipe FR maupun ORI juga didominasi penurunan dengan rata-rata pada ke 42 serinya turun –10,61bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin turun sebesar –0,09% ke level 107,9021. Kemarin, aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi mencatatkan penurunan dari sisi total frekuensi yakni –8,85% dari 497 kali menjadi 453 kali. Namun demikian total volume meningkat sebesar +12,36% dari Rp7,35tn menjadi Rp8,26tn. Peningkatan volume lebih didorong oleh transaksi SUN tenor panjang yang mencatatkan akumulasi kenaikan sebesar Rp1,32tn dalam sehari. Seri FR0068 mencatatkan total volume transaksi terbesar yakni Rp1,19tn. Sedangkan untuk seri teraktif diperdagangkan dicatat oleh seri FR0079 sebanyak 57 transaksi. Pada obligasi korporasi, seri BBKP02SBCN2 dan MDLN01BCN1 menjadi seri teraktif diperdagangkan yakni masing-masing 5 transaksi. Setelah sempat bergerak rebound pada perdagangan Selasa, pasar obligasi Indonesia kembali melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Kondisi tersebut terlihat dari tekanan kenaikan imbal hasil pada mayoritas tenor obligasi negara sehingga turut mendorong penurunan seluruh indeks return obligasi. Belum kondusifnya kondisi global seperti kisruh Brexit, government shutdown AS yang masih berlangsung, hingga pemangkasan proyeksi ekonomi global tahun 2019 dari IMF ke level 3,5% (sebelumnya 3,7%) telah meningkatkan persepsi risiko investor dan pada akhirnya memicu penurunan kinerja pasar SBN. Indikator risiko Credit Default Swap (CDS) obligasi Indonesia tenor 5-tahun meningkat sebesar +1,64bps, sejalan dengan peningkatan risiko beberapa negara lainnya seperti CDS China, Korea, serta Brazil. Pada perdagangan hari ini pasar obligasi berpotensi sideways dengan kecenderungan melemah. Tekanan diperkirakan berasal dari meningkatnya antisipasi risiko terkait sentimen global seperti proyeksi perlambatan ekonomi global IMF dan munculnya isu pembatalan rencana diskusi dagang antara AS-China akibat penegakan aturan hak kekayaan intelektual yang belum menemukan titik temu.

EKONOMI GLOBAL

  • Bank of Japan (BoJ) akan mengumumkan kebijakan moneter hari ini, diperkirakan belum akan ada perubahan kebijakan, namun outlook perekonomian Jepang maupun kebijakan kedepannya berpotensi meningkatkan volatilitas USDJPY. Inflasi di Jepang diperkirakan akan mengalami penurunan di tahun ini, sehingga BoJ kemungkinan akan kembali menurunkan proyeksi inflasi. BoJ juga akanmenahan suku bunga rendah dan stimulus moneter lebih lama dari niat sebelumnya. Bahkan stimulus di tahun fiskal yang dimulai bulan April nanti akan dikurangi.

Potensi Pergerakan

Emas

Emas saat ini bergerak dekat level high Selasa dan jika mampu menembus resisten terdekat di kisaran 1286, emas berpeluang naik ke level 1289 sampai 1292. Support terdekat berada di kisaran 1280.

Minyak Mentah

Harga minyak mentah melemah pada hari Selasa akibat aksi profit taking serta penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF. Meski demikian pelaku pasar juga masih melihat seberapa besar pemangkasan produksi OPEC dapat mengurangi suplai global, yang membuka potensi kembali menguatnya harga minyak mentah. Support terdekat berada di kisaran 52.35 selama tidak ditembus harga minyak mentah berpotensi menguat ke area 53.55 atau lebih jauh ke 54.30.

EURUSD

Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan mengumumkan kebijakan moneter Kamis besok kemungkinan membuat EURUSD bergerak dalam rentang sempit di kisaran 1.1320 – 1.1390 pada hari ini dengan kecenderungan melemah akibat pelambatan ekonomi zona euro.

GBPUSD

Data ekonomi indeks upah dan tingkat pengangguran Inggris yang lebih bagus dari estimasi menguatkan GBPUSD Selasa kemarin. Potensi penguatan hari ini kemungkinan masih terbatas pada level psikologis 1.3000, dan berpotensi turun ke 1.2880 selama tertahan di bawah level tersebut. Hanya penembusan konsisten di atas level 1.3000 yang dapat membawa harga naik ke 1.3060.

USDJPY

Jika BoJ menurunkan proyeksi inflasi dan menyatakan akan menahan stimulus moneter lebih lama, USDJPY berpeluang naik ke area 110.10 atau lebih jauh ke area 110.45. Sebaliknya, jika BoJ memberikan kejutan dengan mengindikasikan akan mengurangi stimulus dalam waktu dekat, USDJPY berpotensi turun ke area 108.85.

AUDUSD

Masih mendapat sentimen negatif dari perlambatan ekonomi China dan pelemahan bursa saham, AUDUSD berpeluang turun ke area 0.7075 jika menembus level 0.7115. Resisten terdekat di kisaran 0.7155.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 23/01/2018 pukul 11.17 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.