Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup turun

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 231,4505 turun –0,47% dari penutupan sebelumnya. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah), dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) juga ditutup melemah masing-masing sebesar –0,47% ke level 226,9650 dan –0,43% ke level 253,0628. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bearish dengan rata-rata yield pada seluruh tenornya (1-30tahun) naik hingga +8,70bps. Yield SBN tenor 2-tahun tertekan naik paling besar hingga +19,55bps ke level 7,3194%. Adapun yield tenor 5-tahun naik +14,26bps ke level 8,1889% dan tenor 10-tahun naik +12,21bps ke level 8,3917%. INDOBeXG-Effective Yield pada penutupan kemarin naik +0,0952poin ke level 8,2993. Koreksi harga masih mewarnai seri-seri SUN benchmark meski tidak sedalam sebelumnya. Harga keempat seri SUN benchmark terkoreksi di kisaran –13,96bps hingga –69,03bps dengan rata-rata turun sebesar –41,63bps. Koreksi harga yang melanda seluruh seri SBN tipe FR juga tampak mulai menurun meski tipis dengan rata-rata sebesar –53,10bps. Namun, untuk tipe ORI tampak turun lebih besar yakni –18,79bps. INDOBeXG-Clean Price di akhir sesi end of day kemarin ditutup di level 107,1241 (-0,51%). Aktivitas pasar sekunder obligasi kemarin tampak lebih ramai dari transaksi Senin. Total frekuensi naik +10,88% menjadi 795 k ali dari 717 kali, dan total volume naik +45,65% menjadi Rp18,00tn dari Rp12,36tn. Ramainya pasar sekunder obligasi didominasi ol eh transaksi seri SUN tenor pendek dengan mencatatkan akumulasi kenaikan volume hingga Rp4,74tn (70 kali ditransaksikan) dalam sehari perdagangan. SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp2,67tn kemarin dicatatkan oleh seri FR0063. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan oleh FR0072 sebanyak 116 kali. Untuk obligasi korporasi, frekuensi teraktif dicatatkan oleh seri SPSBTN01 sebanyak 10 kali, adapun total volume terbesar oleh seri INDF07 yakni Rp90miliar. Pasar obligasi domestik pada perdagangan kemarin tampak belum bisa keluar dari zona merah. Pelemahan Rupiah masih menjadi faktor utama tertekannya kinerja pasar. Rupiah di pasar spot kemarin berada di level Rp14.935/US$ dan semakin meningkatkan ekspektasi persepsi risiko pasar. Sejalan dengan kenaikan CDS Indonesia tenor 5 -tahun yang mencapai +8,24bps, tingkat imbal hasil yang diminta investor juga langsung meningkat terutama pada seri -seri bertenor pendek. Namun demikian, adanya beberapa investor yang tampak mengambil momentum terkoreksinya harga seri -seri SUN benchmark yang cukup dalam pada perdagangan Senin dengan melakukan aksi beli dapat meredam terkoreksinya harga SBN makin dalam ditengah kenaikan tingkat imbal hasil yang semakin tinggi. Senada dengan pasar obligasi, IHSG pada sesi ke dua kemarin turut ditutup melemah hingga –1,04% di level 5.905,30. Pasar obligasi domestik masih berpeluang besar untuk kembali terkoreksi pada perdagangan hari ini. Beredar kabar bahwa Donald Trump akan segera merealisasikan pengenaan bea masuk baru senilai US$200miliar terhadap produk China semakin memberi kekuatan bagi Dollar AS dan dapat memicu pelemahan Rupiah yang semakin dalam. Selain itu, krisis ekonomi yang terjadi di beberapa negara berkembang (Turki, Argentina) turut menyebabkan investor cenderung melepas mata uang negara-negara berkembang lain yang memiliki current account deficit. 

EKONOMI GLOBAL

 

  • AUDUSD sekali lagi mendapat sentimen positif dari rilis data pertumbuhan ekonomi (GDP) kuartal II Australia beberapa saat lalu. Sebelumnya pada Selasa kemarin bank sentral Australia (RBA) menunjukkan sikap optimis terhadap kondisi perekonomian yang membuat AUDUSD sempat menguat, meski harus mengakhiri perdagangan di zona merah akibat kecemasan akan perang dagang. Sikap optimis RBA tersebut terbukti melihat data GDP sebesar 0,9%, lebih tinggi dari perkiaan sebesar 0,7%. Selain data tersebut data aktivitas jasa Inggris pukul 15:30 WIB, serta perkembangan isu perang dagang akan menjadi penggerak pada hari ini.

Potensi Pergerakan

Emas

Penguatan dollar masih terus menekan harga emas. Jika menembus ke bawah support 1191 , maka emas berpeluang turun ke area 1182. Resisten terdekat di kisaran 1200.

Minyak Mentah

Kenaikan stok minyak di Cushing Oklahoma AS serta aksi profit taking setelah mencapai level 71.38 membuat harga minyak mentah melemah Selasa kemarin. Namun selama bertahan di atas level 69.00, minyak berpotensi kembali menguat ke area 70.40.

EURUSD

Tanpa rilis data ekonomi penting dari zona euro dan belum adanya sentimen positif lainnya, EURUSD berpeluang turun kembali ke area 1.1520. Resisten terdekat berada di kisaran 1.1620.

GBPUSD

Mark Carney memberikan indikasi akan memperpanjang masa jabatannya sebagai Gubernur bank sentral Inggris sehingga dan menjadi sentimen positif bagi GBPUSD. Jika data sektor jasa Inggris dirilis lebih tinggi dari perkiraan, maka sentimen positif akan bertambah dan GBPUSD berpotensi naik ke 1.2905 sampai 1.2925, dengan support terdekat di kisaran 1.2830.

USDJPY

Resisten 111.90 terlihat akan menjadi penahan kenaikan USDJPY, jika gagal ditembus atau selama tertahan di bawah level tersebut USDJPY kemungkinan akan terkoreksi turun ke area 111.10.

AUDUSD
Selama mampu bertahan di atas support 0.7180 dan selama isu perang dagang tidak memanas, AUDUSD berpeluang naik ke area 0.7240.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 05/09/2018 pukul 10.23 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.