Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup turun –0,06% di level 241,7323

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup turun –0,06% di level 241,7323. Dua indeks return lainnya juga ditutup melemah. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) turun –0,06% ke level 237,1681, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun –0,07% ke level 263,5556. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun naik sebesar +0,08bps. Rata-rata yield pada kelompok tenor pendek dan menengah naik masing-masing sebesar +3,78bps dan +3,70bps. Sedangkan untuk tenor panjang (>7tahun) turun sebesar –1,03bps. INDOBeXG-Effective Yield bergerak negatif yakni naik +0,0205poin ke level 8,0460. Mayoritas harga kelompok SUN benchmark terkoreksi. Hanya harga FR0079 yang menguat sebesar +32,20bps. Sedangkan sisanya kompak melemah pada rentang –8,06bps hingga –21,45bps. Seri-seri SBN tipe FR dan ORI juga didominasi pelemahan dengan rata -rata pada 42 serinya turun sebesar –5,59bps. Dengan demikian INDOBeXG-Clean Price turut ditutup melemah yakni –0,08% di level 108,9075. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau turun. Total frekuensi turun –4,94% dari 871 kali menjadi 828 kali. Sementara itu total volume turun –11,69% dari Rp18,58tn menjadi Rp16,41tn. Penurunan aktivitas tersebut dipicu oleh transaksi obligasi Negara tenor panjang dimana volumenya turun Rp4,56tn dan frekuensinya turun 81 transaksi dalam sehari. Seri FR0077 menjadi seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp1,93tn dan FR0075 sebagai seri teraktif ditransaksikan yakni 103 kali. Pada transaksi obligasi korporasi, total volume terbesar tercatat sebesar Rp250miliar oleh TUFI04ACN1 dan frekuensi teraktif sebanyak 8 kali dicatatkan oleh seri BFIN02CCN3. Berbeda dengan pergerakan sesi siangnya, performa pasar obligasi domestik pada sesi mid day hingga penutupan bergerak melemah. Kondisi tersebut terlihat dari berbalik terkoreksinya mayoritas harga SUN tipe FR sehingga turut mendorong kenaikan imbal hasil khususnya pada tenor-tenor pendek. Berbalik melemahnya kinerja pasar diperkirakan karena meningkatnya antisipasi investor terhadap dialog AS-China yang belum menghasilkan keputusan penyelesaian secara tuntas. Sebagai informasi, pertemuan yang diselenggarakan hanya 2 hari itu diperpanjang menjadi 3 hari dan akan selesai pada Rabu 9 Januari. Wait and see pelaku pasar turut berdampak pada turunnya aktivitas perdagangan kemarin. Pada Selasa kemarin, pemerintah juga mengadakan lelang sukuk negara yang mencatatkan penawaran masuk sebesar Rp17,81tn dan dana yang diserap mencapai Rp8,66tn. Pada perdagangan sesi Rabu ini, pasar obligasi berpotensi menguat terbatas. Penguatan diperkirakan berasal dari persepsi positif investor terhadap rilis cadangan devisa Indonesia yang tertinggi sejak 7 bulan terakhir dan potensi penguatan mata uang Rupiah terhadap USD. Namun demikian, wait and see investor terhadap perundingan perang dagang AS-China yang diperpanjang hingga 9 Januari nanti turut membayangi pergerakan pasar.

EKONOMI GLOBAL

  • Presiden Donald Trump yang akan berikan pidato dari Gedung Puting pada pukul 09.00 WIB berpotensi akan menjadi movers pasar di awal perdagangan hari Rabu untuk mencari petunjuk terhadap perkembangan shutdown pemerintah AS serta masalah pembangunan tembok perbatasan yang sejauh ini masih terlihat tarik ulur antara pemerintah dengan DPR AS. Sentimen lainnya yang dapat memicu pergerakan pasar adalah perkembangan negosiasi dagang antara AS dengan China yang secara tak terduga memasuki perpanjangan waktu untuk hari ketiga. Selain itu pidato dari Gubernur BOE Mark Carney dan dua anggota FOMC juga dapat mempengaruhi pergerakan khususnya mata uang poundsterling dan harga emas.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang bergerak volatil pada hari ini dengan banyaknya pemicu pergerakan seperti pidato Presiden Trump, anggota FOMC Charles Evans dan Eric Rosengren serta perkembangan negosiasi dagang antara AS dengan China dengan level support telihat di $1280 – $1272 dan resisten di $1290 – $1298.

Minyak

Harga minyak berpotensi bergerak naik jangka pendek seiring American Petroleum Institute yang melaporkan penurunan cadangan minyak mentah AS serta optimisnya perkembangan negosiasi dagang antara AS dengan China untuk menguji level resisten di $50.50-$51.00. Namun harga minyak berpotensi berbalik turun jika laporan cadangan minyak dari Energy Information Administration menunjukkan kenaikan cadangan untuk mengincar support di $49.50 – $49.00.

EURUSD

Pergerakan EURUSD hari ini akan dipengaruhi oleh volatilitas dollar AS yang banyak dipicu pidato penting dari Presiden AS dan anggota FOMC dengan level support terlihat di 1.1400 – 1.1330, sementara itu level resisten terlihat di area 1.1485 – 1.1550. Untuk data dari zona Euro, perilisan data perdagangan Jerman berpeluang menjadi penggerak EURUSD.

GBPUSD

Dengan tidak adanya data domestik Inggris, sentimen ketidakpastian Brexit berpotensi akan menjadi beban bagi pergerakan GBPUSD pada hari ini setelah dilaporkan bahwa pemerintah kehilangan suara (303 vs 296) pada amandemen untuk merubah UU anggaran yang dapat membatasi kekuatan kenaikan pajak menteri dalam skenario no-deal, dengan menguji level support di 1.2680 – 1.2630. Sementara itu untuk sisi atasnya, level resisten terlihat di area 1.2780 – 1.2830.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak pada hari ini jika dollar menguat pada sejumlah pidato pejabat di AS dan optimisnya perkembangan negosiasi dagang antara AS dengan China untuk menguji level resisten di 109.20 – 109.80. Untuk sisi bawahnya, level support berada di 108.40 – 108.00.

AUDUSD

Perilisan data building approvals Australia yang pesimis berpotensi membebani pergerakan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.7100 – 0.7080. Namun, jika hasil negosiasi antara AS dengan China tunjukkan hasil yang optimis, AUDUSD berpeluang untuk bergerak naik untuk membidik resisten di 0.7180 – 0.7200.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 09/01/2018 pukul 12.36 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.