Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,23% di level 251,8649

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,23% di level 251,8649. Dua indeks return lainnya, INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) juga ditutup menguat masing-masing sebesar +0,23% ke level 247,1038 dan +0,24% ke level 274,5496 . Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dengan rata-rata yield pada tenor 1-30tahun turun sebesar –1,69bps. Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) turun –9,48bps, dan menengah (5-7tahun) turun –7,47bps. Sedangkan tenor panjang (>7tahun) naik +0,42bps. Sehingga INDOBeXG-Effective Yield kemarin turut bergerak positif yakni turun –0,0485poin ke level 7,5213. Harga seluruh seri SUN benchmark bergerak rebound. Penguatan harga terjadi di rentang +0,52bps (FR0079) hingga +44,95bps (FR0078). Harga SUN secara keseluruhan (tipe FR & ORI) juga dominan Rata-rata harga SUN tipe FR kemarin naik sebesar +16,05bps, seri ORI naik +17,13bps, sedangkan SUN benchmark naik +31,44bps. INDOBeXG-Clean Price otomatis turut menguat yakni +0,21% ke level 111,6476. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi berlangsung semarak. Total frekuensi naik +14,98% menjadi 660 kali dari 574 kali, dan total volume naik +66,13% menjadi Rp18,13tn dari Rp10,91tn. Tingginya kenaikan volume dipicu oleh adanya pelaksanaan lelang SBN. Total volume pada 4 seri FR yang dilelang kemarin yakni FR0079, FR0068, FR0078, dan FR0077 tercatat mencapai Rp13,30tn atau mencakup 73,38% dari seluruh nilai volume transaksi. Total volume transaksi SBN terbesar kemarin tercatat sebesar Rp4,87tn oleh seri FR0068. Sementara pada obligasi korporasi, total volume terbesar tercatat Rp30miliar oleh seri WSKT03BCN1. Setelah melemah cukup dalam di awal pekan, pasar obligasi berhasil rebound pada perdagangan kemarin. Selain faktor trading, meredanya kepanikan pasar terhadap isu resesi di AS, dan respon positif pasar terhadap pemindahan kendali Brexit dari Theresa May kepada Parlemen Inggris menjadi alasan berbalik menguatnya mayoritas harga SUN, termasuk seri-seri benchmark. Bahkan tekanan kenaikan yield juga turut mereda. Yield 2-tahun kemarin tercatat turun –10,04bps ke level 6,6634%, sementara yield 10-tahun turun –1,34bps ke level 7,7641%. Optimisme pasar terhadap performa SBN juga tercermin pada pelaksanaan lelang SBN kemarin dengan mencatatkan kelebihan penawaran masuk (oversubscribed) sebesar 3,97 kali. Setara dengan pasar SUN, IHSG pada penutupan kemarin juga ditutup menguat +0,92% di level 6.470,00. Penguatan harga obligasi domestik berpotensi berlanjut pada perdagangan hari ini. Ditengah meredanya isu resesi AS, dan belum adanya sentimen baru dominan, pasar diprediksi akan fokus pada perkembangan Brexit. Sebagai informasi, voting mengenai berbagai opsi Brexit akan kembali digelar pada hari ini waktu setempat.

EKONOMI GLOBAL

  • Dollar AS dan produk-produk aset berisiko berpeluang untuk menguat dalam jangka pendek di tengah meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi resesi ekonomi Amerika Serikat dengan para pelaku pasar perhatiannya akan tertuju pada pidato presiden European Central Bank Mario Drgahi yang dijadwalkan pada pukul 15:00 WIB. Selanjutnya fokus pasar perhatiannya akan tertuju pada neraca perdagangan AS pukul 19:30 WIB untuk mengetahui tingkat kesehatan ekonomi AS dibalik masih berlangsungnya perang dagang dengan China serta perilisan data cadangan minyak mentah oleh Energy Information Administration (EIA) pada pukul 21:30 WIB setelah pada American Petroleum Institute (API) melaporkan adanya kenaikan cadangan minyak mentah pada pekan lalu.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dollar AS dan permintaan aset berisiko seiring meredanya kekhawatiran terhadap resesi di AS dengan menguji level support di $1313 – $1308. Jika menguat, level resisten terlihat di area $1320 – $1325 dengan pasar nantikan data neraca perdagangan AS untuk pemicu pergerakan dollar AS.

Minyak

Meningkatnya cadangan minyak mentah dalam laporan API semalam berpeluang memicu pelemahan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level support di $59.40 – $58.90. Namun, jika sentimen pengurangan suplai oleh OPEC masih mendominasi katalis pasar minyak, harga berpeluang untuk naik menguji level resisten di $60.35 – $60.80.

EURUSD

Sentimen menguatnya dollar AS dan outlook bahwa Presiden ECB Drgahi akan berikan pandangan yang dovish pada sore hari ini berpeluang mendorong pelemahan EURUSD untuk menguji level support di 1.1250 – 1.1200. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di area 1.1300 – 1.1350.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang melemah dalam jangka pendek jika pasar kembali mencemaskan ketidakpastian Brexit menjelang berakhirnya waktu keluarnya Inggris dari Uni Eropa dengan menguji level support di 1.3170 – 1.3120. Jika harga bergerak naik, level resisten berada di area 1.3250 – 1.3300.

USDJPY

Sentimen menguatnya dollar AS dan meningkatnya permintaan terhadap aset berisiko berpeluang mendorong kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 110.90 – 111.40. Jika melemah, level support terlihat di 110.10 – 109.70.

AUDUSD

Masih adanya kekhawatiran terhadap ketidakpastian hubungan dagang AS-China dan menguatnya dollar AS berpeluang memicu penurunan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.7100 – 0.7080. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di area 0.7160 – 0.7185.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 27/03/2019 pukul 11.21 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.