Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,14% di level 244,5522

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,14% di level 244,5522. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) juga menguat masing-masing sebesar +0,15% ke level 239,7133 dan +0,13% ke level 268,2509. Yield mayoritas tenor kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) turun dan mencatatkan rata-rata sebesar –1,11bps. Tenor menengah (5-7tahun) mencatatkan penurunan rata-rata yield paling besar yakni –2,41bps. Sedangkan dua tenor lainnya turun masing-masing sebesar: pendek (<5tahun) -1,20bps dan panjang (>7tahun) -0,93bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield juga bergerak positif yakni turun –0,0176poin ke level 7,9769. Harga seri SUN benchmark menguat dengan rata-rata sebesar +9,05bps. Harga FR0078 dan FR0068 menguat masing-masing sebesar +21,07bps dan +16,03bps. Sedangkan harga FR0077 stabil di level 101,4250 dan harga FR0079 terkoreksi –0,92bps. Secara keseluruhan, harga SBN tipe FR menguat dengan rata-rata sebesar +6,78bps. Adapun rata-rata harga seri ORI juga menguat sebesar +6,59bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup naik +0,08% ke level 109,0998. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi meningkat. Total volume turun –61,62% dari Rp15,46tn menjadi Rp5,94tn, dan total frekuensi turun sebesar –33,61% dari 729 transaksi menjadi 484 transaksi. Penurunan volume didorong oleh transaksi obligasi negara seluruh kelompok tenor dengan volume tenor panjang turun paling besar yakni Rp5,16tn dalam sehari perdagangan. Total volume transaksi SBN terbesar tercatat sebesar Rp896miliar oleh seri FR0077. Sementara frekuensi teraktif tercatat 51 transaksi oleh ORI015. Pada obligasi korporasi, seri obligasi SIEXCL02ACN2 mencatat total volume terbesar senilai Rp216miliar sekaligus menjadi yang teraktif dengan 12 transaksi. Sejalan dengan sesi siangnya, pasar obligasi Indonesia berhasil ditutup menguat pada perdagangan awal pekan kemarin. Rebound-nya pasar terlihat dari berbalik menguatnya mayoritas harga obligasi negara seri fixed rate dan ORI sehingga turut mendorong penurunan imbal hasil obligasi negara serta kenaikan indeks return obligasi domestik. Penguatan diperkirakan lebih disebabkan oleh respon positif pelaku pasar terhadap sinyal-sinyal perdamaian antara AS-China. Seperti yang telah diketahui, pemimpin kedua negara baik Presiden Trump maupun Presiden Xi Jinping merespon positif hasil perundingan di Beijing dan akan melanjutkan negosiasi di Washington pada pekan ini. Selain itu, apresiasi Rupiah terhadap USD sebesar 47poin turut menopang penguatan pasar SUN. Positifnya pasar obligasi juga terjadi pada saham domestik dimana kenaikan IHSG mencapai +1,70% ke level 6.497,82. Pada perdagangan hari ini pasar obligasi domestik berpotensi meneruskan penguatan dalam gerak terbatas. Ditengah belum munculnya sentimen lanjutan di pasar, euforia pelaku pasar terhadap potensi penyelesaian damai dagang AS-China yang semakin nyata diperkirakan masih menjadi katalis positif pasar hari ini. Mengawali perdagangan Selasa, Rupiah dibuka melemah ke level Rp14.113/US$ (Bloomberg).

EKONOMI GLOBAL

  • Rilis notulensi Bank Sentral Australia (RBA) menjadi penggerak pasar di pagi ini. AUDUSD melemah setelah notulensi tersebut menunjukkan outlook ekonomi Australia dipenuhi ketidakpastian. Penggerak pasar selanjutnya datang dari data tenaga kerja Inggris pukul 16:30 WIB. Data tersebut terdiri dari indeks rata-trata upah yang diperkirakan naik 3,5%, tingkat penganggruan yang diperkirakan tetap 4,0%, dan klaim tunjangan pengangguran yang diperkirakan sebanyak 12.300. Jika data-data tersebut dirilis lebih bagus dari perkiraan, GBPUSD berpotensi menguat pada hari ini.

Potensi Pergerakan

Emas

Logam mulia ini kembali menguat Senin kemarin namun masih tertahan di bawah resisten 1328. Jika mampu menembus resisten tersebut, emas berpeluang naik ke level 1334, sementara selama tertahan di bawahnya emas berpeluang turun ke area 1320.

Minyak Mentah

Harga minyak mentah masih bertahan di atas levek 56.00 pada hari ini. Belum ada perubahan outlook, selama tidak menembus ke bawah 55.60 minyak berpeluang naik ke area 57.40. Namun jika 55.60 ditembus target penurunan selanjutnya ke area 55.20.

EURUSD

Data sentimen ekonomi Jerman pukul 17:00 WIB berpotensi menjadi penggerak EURUSD pada hari ini. Membaiknya sentimen akan dapat menguatkan EURUSD kembali, dengan target masih di area 1.1350. Support terdekat di kisaran 1.1300, jika ditembus EURUSD berpotensi turun ke 1.1275.

GBPUSD

GBPUSD masih berpeluang naik selama bertahan di atas level 1.2880, terlebih jika data indeks upah Inggris dirilis lebih tinggi dari 3,5%. Target penguatan ke area 1.2925 atau lebih jauh ke level 1.2975 jika level tersebut ditembus. Sementara jika support ditembus, GBPUSD berpotensi turun ke 1.2845.

USDJPY

USDJPY bergerak dalam rentang sempit Senin kemarin menanti perkembangan terbaru dari negosiasi dagang AS – China. Resisten di kisaran 110.65, jika berhasil ditembus USDJPY berpotensi naik ke 111.05. Sementara support terdekat di kisaran 110.25, jika dilewati USDJPY berpotensi turun ke 110.00.

AUDUSD
Rilis notulensi RBA membuat AUDUSD berbalik melemah, support terdekat kini di kisaran 0.7100, jika berhasil ditembus AUDUSD berpeluang turun ke area 0.7075.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 19/02/2018 pukul 10.46WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.